Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Kriminal

Ketika Mantan Penipu Kamboja Minta Kembali ke Indonesia, Urusannya Tak Semudah Itu

Lani Kaylila
Last updated: January 29, 2026 3:34 am
Lani Kaylila
Share
5 Min Read
SHARE



JAKARTA — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh menghadapi peningkatan signifikan dalam jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang keluar dari sindikat penipuan daring (online scam) di Kamboja. Dalam enam hari, mulai 16 hingga 21 Januari 2026, sebanyak 1.726 WNI datang ke KBRI Phnom Penh untuk meminta perlindungan dan bantuan kepulangan ke Tanah Air.

Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, menjelaskan bahwa lonjakan ini bukan disebabkan oleh peningkatan perekrutan baru, melainkan akibat tindakan besar-besaran pemerintah Kamboja terhadap pusat-pusat kejahatan penipuan daring. Penangkapan para pengelola utama sindikat menyebabkan banyak pusat operasi menutup aktivitas secara mendadak. Banyak dari mereka berusaha mencari mekanisme untuk pulang ke negaranya masing-masing, termasuk WNI.

Santo menegaskan bahwa fenomena ini tidak hanya dialami oleh Indonesia, tetapi juga lintas negara. Para pekerja asing yang keluar dari sindikat tersebut berasal dari berbagai negara seperti China, Vietnam, Filipina, Myanmar, Pakistan, India, Jepang, Korea Selatan, dan Turki.

Sejak beberapa tahun terakhir, pemerintah Kamboja telah berupaya menekan aktivitas penipuan daring. Namun, efektivitasnya baru terasa setelah dilakukan penangkapan terhadap aktor-aktor kunci yang mengelola jaringan tersebut.

Mayoritas WNI tidak terindikasi TPPO

Berdasarkan asesmen awal yang dilakukan KBRI Phnom Penh, mayoritas WNI yang melapor tidak menunjukkan indikasi sebagai korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Selain itu, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada para WNI tersebut. Kondisi fisik mereka umumnya aman dan sehat. Ada yang lelah, stres, atau trauma, tetapi itu tidak selalu terkait kekerasan fisik.

Beberapa WNI sempat mengalami gangguan kesehatan ringan seperti dehidrasi dan kelelahan ekstrem akibat perjalanan darat berjam-jam menuju Phnom Penh. Mereka telah dirujuk ke fasilitas kesehatan setempat untuk mendapatkan perawatan. Kompleksitas masalah yang dihadapi para WNI sangat beragam.

Tiga Persoalan Utama dalam Penanganan

Santo mengungkapkan setidaknya ada tiga persoalan utama yang memperumit proses penanganan dan repatriasi:

  1. Banyak WNI tidak memiliki paspor atau mengaku kehilangan dokumen perjalanan. Sebagian di antaranya terpengaruh informasi bohong yang menyebutkan bahwa mengaku tidak memiliki paspor akan mempercepat pelayanan KBRI. Padahal KBRI Phnom Penh memiliki standar layanan berdasarkan first come first serve, bukan pada keterkaitan memiliki paspor atau tidak.

  2. Masalah denda overstay ribuan dollar AS per orang. Banyak WNI yang overstay karena tidak pernah dibuatkan visa jangka panjang oleh pihak sindikat penipuan online. Di Kamboja, denda overstay mencapai 10 dollar AS per hari. Akumulasi denda bisa membengkak hingga ribuan dollar bagi WNI yang telah tinggal satu hingga dua tahun.

  3. Keterbatasan penginapan sementara. Kota Phnom Penh mengalami lonjakan permintaan penginapan, tidak hanya dari WNI, tetapi juga warga negara lain yang keluar dari sindikat serupa. KBRI sempat menghadapi kendala karena aturan lokal yang melarang tamu tanpa dokumen perjalanan untuk menginap di guesthouse.

Pemerintah Dorong Penghapusan Denda dan Percepatan Repatriasi

Menghadapi lonjakan kasus yang belum pernah terjadi sebelumnya, KBRI Phnom Penh melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat dan otoritas Kamboja. Salah satu upaya terkait dengan denda overstay yang menumpuk untuk WNI yang tinggal lebih dari seharusnya.

Pemerintah Kamboja sudah memberikan keringanan terkait dengan denda tersebut. Namun, KBRI masih berupaya agar WNI tidak harus membayar denda overstay. Santo menjelaskan bahwa banyak WNI yang seharusnya sudah bisa pulang ke Tanah Air harus tertahan karena denda overstay yang tidak sanggup dibayar.

Kesepakatan terakhir dari pihak pemerintah Kamboja adalah keringanan, namun belum diketahui secara pasti besaran diskon keringanan tersebut. KBRI Phnom Penh terus memberikan tekanan agar denda ini tidak berujung pada diskon denda 80 persen, tetapi bisa sampai penghapusan denda 100 persen.

“Kita sudah menyampaikan data-datanya terkait siapa saja nih teman-teman kita yang overstay dan berapa overstay-nya. Itu data tersebut sudah kita sampaikan kepada pihak Kamboja as of kemarin sore,” ujar Santo. “Dan kita sedang menunggu bagaimana pihak Kamboja mau menanggapinya dan bagaimana mekanismenya nanti supaya mereka bisa kemudian keluar dari Kamboja tanpa harus membayar denda overstay mereka.”

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByLani Kaylila
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Kriminal

Pandawara Tantang Hukum, Resbob Hina Sunda Diburu Polisi dari Jakarta ke Jatim

December 22, 2025
Kriminal

Misteri Suara Rintihan di Kamar, Pria Bakar Mantan Istri dan Mertua di Jepara Tewas

April 12, 2026
Kriminal

Linda, Deportan Malaysia Pertama yang Kaki Pertamanya di Indonesia, Ditangkap Saat Tidur

March 23, 2026
Kriminal

Agus Bakar Rumah Orang Tua, Terbukti Pecandu Narkoba

April 22, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?