Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Kriminal

Linda, Deportan Malaysia Pertama yang Kaki Pertamanya di Indonesia, Ditangkap Saat Tidur

Nurlela Rasyid
Last updated: March 23, 2026 12:13 am
Nurlela Rasyid
Share
4 Min Read
SHARE

Kisah Linda, Deportan yang Dipulangkan dari Tawau ke Indonesia

NUNUKAN – Seorang perempuan bernama Linda (33 tahun) mengalami pengalaman tak terlupakan setelah dipulangkan dari Tawau, Malaysia ke Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Ini adalah pertama kalinya Linda menginjakkan kaki di tanah air setelah tinggal selama bertahun-tahun di negara tetangga.

Contents
  • Kisah Linda, Deportan yang Dipulangkan dari Tawau ke Indonesia
  • Pengalaman Menyedihkan Saat Ditangkap
  • Kondisi Penampungan yang Memburuk
  • Rencana Menikah yang Tertunda

Linda merupakan salah satu dari 114 Warga Negara Indonesia (WNI) yang tiba di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, pada Kamis (12/3/2026). Ia dideportasi karena tidak memiliki dokumen resmi seperti Identity Card (IC) atau MyKad. Saat ini, Linda hanya memiliki surat lahir dan belum pernah memiliki dokumen identitas resmi sepanjang hidupnya.

Selama hidupnya, Linda tinggal di Tawau, Malaysia. Bahkan ia tidak pernah pulang ke Indonesia sejak kecil. Ayahnya sempat memiliki IC Malaysia, namun meninggal dunia pada tahun 2023 sebelum dokumen tersebut dapat diurus. “Dulu waktu bapak masih ada, kami merasa aman karena bapak punya IC,” kata Linda.

Linda adalah anak kelima dari enam bersaudara. Ia dan adiknya, Ika (31), ikut dideportasi ke Indonesia. Sementara dua saudaranya tinggal di Indonesia bersama ibunya yang kini tinggal di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Dua saudara lainnya masih berada di Malaysia karena sudah menikah dan satu saudara lainnya mendapat jaminan dari tempat bekerja.

Pengalaman Menyedihkan Saat Ditangkap

Linda menceritakan momen yang tak akan pernah ia lupakan ketika petugas imigrasi Malaysia datang menangkap mereka. “Saat itu, saya dan saudaranya sedang tertidur di rumah. Petugas datang sekitar jam dua dini hari. Kami sedang tidur, tiba-tiba mereka datang dan sudah mengepung perumahan,” ujarnya.

Menurut Linda, penangkapan tersebut kemungkinan besar terjadi karena ada laporan dari seseorang terkait keberadaan mereka yang tidak memiliki IC Malaysia. “Katanya ada yang melaporkan, tapi kami juga tidak tahu siapa,” katanya.

Selama di Tawau, Linda dan keluarganya tinggal di rumah sederhana di atas tanah sewaan dengan biaya sewa sekitar RM80 per bulan. Ayah Linda semasa hidupnya bekerja sebagai petugas keamanan di sebuah perusahaan di Malaysia. Namun setelah sang ayah meninggal dunia, kehidupan keluarga mereka menjadi semakin sulit.

Kondisi Penampungan yang Memburuk

Setelah ditangkap, Linda dan deportan lainnya dibawa ke pusat penampungan yang disebut Rumah Merah. Di tempat tersebut, mereka digabung dengan ratusan deportan lainnya dari Indonesia dan Filipina.

Menurut Linda, kondisi di dalam penampungan jauh dari kata nyaman. “Kalau dirating dari 1 sampai 10, mungkin hanya 3,5,” katanya. Di dalam ruangan penampungan terdapat lebih dari 200 orang, termasuk banyak anak-anak. Tidak ada kasur maupun bantal, minim cahaya matahari. “Kami hanya tidur di lantai beralaskan tikar,” ujarnya.

Selama satu bulan berada di sana, kegiatan mereka sangat terbatas. Hanya tidur, makan, dan setiap pagi menjalani pemeriksaan rutin. Linda dan adiknya termasuk yang beruntung karena hanya menjalani masa penampungan selama satu bulan sebelum dipulangkan ke Indonesia. Hal itu karena mereka memiliki surat lahir sebagai identitas.

Rencana Menikah yang Tertunda

Linda mengaku sangat terpukul saat mengetahui dirinya harus dideportasi. “Sakit sekali rasanya, tidak bisa digambarkan,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca. Apalagi peristiwa tersebut terjadi tidak lama setelah ayah meninggal dunia.

Sang ibu yang kini berada di Sulawesi Selatan juga sangat terkejut ketika mengetahui kabar tersebut. “Mama menangis saat tahu kami dideportasi,” katanya.

Sebelum dideportasi, Linda sebenarnya memiliki rencana besar untuk menikah dalam waktu dekat di Tawau. Sayangnya, rencana tersebut harus tertunda akibat Linda dideportasi dari Malaysia. “Saya sebenarnya mau menikah, tapi harus dideportasi,” ungkapnya.

Untuk sementara waktu, Linda dan Ika akan tinggal di Nunukan. Ia memilih tidak ikut pulang bersama deportan lainnya lantaran ingin merayakan Hari Raya Idulfitri bersama pamannya yang berdomisili di Nunukan. Meski begitu, Linda mengaku masih menyimpan harapan suatu hari nanti bisa kembali ke Tawau, tempat ia lahir dan dibesarkan.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByNurlela Rasyid
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Kriminal

Truk TNI Tabrak Pemotor, Korban Tewas di Kalideres

April 9, 2026
Kriminal

Fakta Mengejutkan: Bocah SD Bunuh Ibu Kandung di Medan, Suami Sering Selingkuh

December 22, 2025
Kriminal

UIN Suska Riau Putuskan Sanksi untuk Raihan Mufazzar, Terancam DO

March 4, 2026
Kriminal

Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Maros, Tim SAR Cari 10 Korban dan Black Box

January 22, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?