Misteri Suara Rintihan dari Kamar, Satu Korban Pria Bakar Mantan Istri dan Mertua di Jepara Meninggal
Di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, sebuah kejadian tragis terjadi yang menimpa Sriningsih (55) dan ibunya Margi (90). Kedua korban menjadi sasaran pembakaran oleh Wardoyo (64), yang merupakan mantan suami Sriningsih serta mantan menantu Margi. Kejadian ini terjadi pada Jumat (3/4/2026) dini hari pukul 01.45 WIB ketika korban sedang tertidur.
Kedua korban mengalami luka bakar hingga 90 persen dan langsung dirawat intensif di RSUD RA Kartini Jepara. Namun, kondisi Margi tidak membaik. Pada Jumat malam sekira pukul 21.00 WIB, korban Margi meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif. Sementara itu, Sriningsih masih dalam penanganan tim medis rumah sakit tersebut.
Kejadian ini diketahui oleh tetangga, Hoyi Lestari (58), dan putranya. Saat kejadian, mereka terbangun karena suara rintihan pelan minta tolong dari dalam kamar Sriningsih. Pada waktu itu, Hoyi dan putranya masih terjaga sekitar pukul 01.30 WIB. Cucu Hoyi rewel dan menangis pada tengah malam, sehingga ia meminta putranya untuk menggendong cucunya ke ruang tengah mencari suasana baru.
Saat berada di ruang tengah, anak Hoyi mendengar suara seperti letusan dari rumah sebelah. Mereka kemudian memeriksa situasi tersebut. Hoyi melihat dari balik gorden rumahnya ke dua jendela rumah Sriningsih. Salah satu jendela memancarkan cahaya terang kemerahan, yang membuatnya khawatir terjadi kebakaran.
Hoyi meminta anaknya untuk mengecek langsung rumah tersebut karena takut terjadi ledakan gas elpiji dan kebakaran. Ia mencoba menelepon Sriningsih, namun tidak ada jawaban. Kemudian, mereka mendekati jendela kamar Sriningsih dan memanggil nama korban sambil bertanya tentang kondisinya. Mereka berharap ada jawaban atas apa yang terjadi.
Tiba-tiba, mereka mendengar suara seperti rintihan perempuan yang tidak terlalu jelas. Anak Hoyi kemudian mengambil batu untuk memecahkan kaca jendela kamar milik Sriningsih. Ketika melihat ke dalam, mereka dibuat terpaku oleh kondisi Sriningsih dan ibunya yang terbakar hampir seluruh tubuh.
Jendela kamar tersebut masih terhalang oleh tralis besi, sehingga belum bisa digunakan untuk akses masuk ke dalam rumah. Hoyi segera mencari bantuan untuk mendobrak pintu rumah bagian depan yang masih terkunci. Setelah pintu terbuka, mereka membuka pintu kamar korban yang juga dalam keadaan kuncinan oleh pelaku.
Korban kemudian dilarikan ke RSUD RA Kartini Jepara, sedangkan pelaku ditemukan di dalam kamar lain. “Pelaku juga masih di dalam rumah korban, tidak kabur. Kemudian ditangkap,” ujar Hoyi.
Korban Margi dilaporkan meninggal pada Jumat malam sekira pukul 21.00 WIB. Sedangkan Sriningsih masih menjalani perawatan intensif oleh tim medis RSUD RA Kartini Jepara.
Ketua RW 02, Sukamto, menambahkan bahwa selama ini diketahui bahwa pelaku dan korban Sriningsih pernah menikah. Setelah bercerai, pelaku masih tinggal di rumah mantan istrinya karena tidak punya tempat tinggal dan atas kesepakatan keluarga. Ia mengatakan bahwa pelaku dikenal pendiam dan jarang bersosialisasi dengan warga sekitar.
“Kabarnya Sriningsih juga pernah mengalami tindakan KDRT, kemudian cerai. Nah kabarnya juga Sriningsih mau menikah lagi, dan pelaku tidak terima,” ujar dia.
Sukamto berharap kondisi korban segera membaik dan bisa beraktivitas kembali.
