Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Kriminal

Ledakan Mercon di Gayamsari Masih Jadi Perbincangan, Suasana Tegang

Wahyudi
Last updated: April 1, 2026 11:47 pm
Wahyudi
Share
4 Min Read
SHARE

Peristiwa Ledakan di Kampung Pondok, Semarang

Peristiwa ledakan yang menewaskan seorang bocah di kawasan Kampung Pondok, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang beberapa waktu lalu, masih menjadi topik perbincangan warga setempat. Ledakan tersebut diduga berasal dari bahan mercon yang terjadi pada Jumat (20/3) dini hari, sekitar pukul 01.00. Suara dentuman yang sangat keras itu sempat menggegerkan warga karena terdengar hingga ke radius cukup jauh dari lokasi kejadian.

Contents
  • Peristiwa Ledakan di Kampung Pondok, Semarang
  • Penangkapan Pelaku

Satu warga, Wiwik, mengaku tidak sedikit pun mengira suara ledakan itu berasal dari mercon saat pertama kali mendengar. Ia mengatakan, awalnya ia dan warga lainnya mengira suara itu berasal dari trafo listrik yang meledak. Menurut Wiwik, suara ledakan itu terdengar sangat keras di tengah suasana malam yang sunyi, bahkan lebih keras dibandingkan dengan suara ban truk yang meletus.

“Seperti ban truk meletus, tapi lebih besar lagi. Keras sekali, sampai warga sekitar hampir semua keluar rumah. Mungkin sekitar 90 persen keluar karena kaget,” ujarnya.

Wiwik menjelaskan, warga yang panik kemudian berhamburan keluar rumah untuk mencari sumber suara. Namun, karena tidak terlihat adanya api atau asap, sebagian warga menduga ledakan berasal dari panel atau gardu listrik. Awalnya mereka khawatir kalau listrik padam dan situasi jadi rawan.

Beberapa warga sempat bersiaga mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan, mengingat kondisi lingkungan yang mendadak tegang setelah suara ledakan itu. Setelah beberapa saat, informasi mulai menyebar bahwa sumber ledakan berasal dari sebuah rumah di Kampung Pondok. Informasi itu diperoleh dari warga yang lebih dulu mendekati lokasi kejadian.

Peristiwa tersebut tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga korban, tetapi juga menyisakan trauma bagi warga, terutama anak-anak. “Anak-anak sekarang jadi lebih pendiam. Mungkin masih syok. Biasanya ramai, sekarang lebih banyak diam,” tutur Wiwik.

Ia juga menyoroti meningkatnya kekhawatiran para orangtua terhadap aktivitas anak, terutama dalam penggunaan ponsel dan akses terhadap belanja online. Hal itu mengingat bahan mercon tersebut yang dibeli secara online dengan sistem COD, bahkan dibayar nenek korban yang mengira barang itu tidak berbahaya.

Menurutnya, perkembangan teknologi membuat anak-anak lebih mudah mengakses berbagai informasi dan barang, termasuk yang berpotensi berbahaya. “Anak sekarang lebih pintar. Bisa beli sendiri, bisa simpan sendiri. Kadang orangtua tidak tahu,” ujarnya.

Penangkapan Pelaku

Adapun, polisi menangkap seorang pria berinisial SR, yang diduga sebagai penjual bahan peledak yang memicu tragedi tersebut. Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, mengatakan, pelaku diamankan di wilayah Sumenep, Jawa Timur. Penangkapan dilakukan pada Kamis (26/3), sebelum akhirnya dibawa ke Semarang sehari setelahnya untuk menjalani pemeriksaan intensif.

“Kami amankan Kamis, baru kami bawa ke Semarang Jumat (27/3) kemarin. Kami lakukan pemeriksaan, kami tetapkan tersangka, baru kami lakukan penahanan,” jelasnya.

Dalam penyelidikan, Andika menuturkan, polisi menemukan SR menjalankan kejahatannya dengan memanfaatkan platform digital. Ia menjual bahan peledak melalui media sosial dan marketplace, seperti TikTok dan Shopee. Untuk menghindari kecurigaan, dia menambahkan, barang yang dijual tidak disebut sebagai petasan, melainkan menggunakan istilah lain.

“Modusnya barang yang dijual tidak disebut petasan, tapi ‘cat super’ untuk mengelabui,” jelasnya.

Pria berusia sekitar 40 tahun itu diketahui telah menjalankan bisnis ilegal itu sejak 2025. Ia melayani berbagai permintaan pembeli, mulai dari bahan terpisah hingga paket yang sudah dirakit. Dalam kasus di Gayamsari, Andika menyatakan, bahan yang dibeli korban disebut sudah dalam kondisi siap pakai.

“Yang di lokasi itu sudah jadi, tinggal dimasukkan ke wadah dan dipasang sumbu,” terangnya.

Atas perbuatannya, SR dijerat dengan Pasal 306 KUHP terkait tindak pidana bahan peledak. Ancaman hukuman yang dikenakan tergolong berat, yakni lebih dari 5 tahun penjara. Meski demikian, polisi masih terus mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam jaringan penjualan tersebut. “Untuk sementara ini masih satu tersangka,” ujarnya.


Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByWahyudi
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Kriminal

Ibu Fandi menangis usai putusan 5 tahun: Anak saya belum dapat keadilan

March 19, 2026
Kriminal

Dua Pengedar Narkoba Terancam Lebaran di Penjara, Satresnarkoba Muba Amankan 30,42 Gram Sabu

March 19, 2026
Kriminal

Gaya Hedon Ayu Puspita, Pemilik WO Dikritik Warga Karena Tipu Pengantin Tanpa Katering

December 10, 2025
Kriminal

Pengadilan Militer Kupang Hukum Empat Terdakwa Penganiayaan Prada Lucky 6,5 Tahun

January 4, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?