Ringkasan Kecelakaan Kapal di Maluku Utara Tahun 2025 dan Awal 2026
Sepanjang tahun 2025 hingga awal tahun 2026, Maluku Utara mengalami sejumlah kecelakaan kapal yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Berikut adalah daftar kejadian kecelakaan kapal yang tercatat selama periode tersebut:
Kecelakaan KM Indriyani di Halmahera Selatan
Pada 25 Januari 2026, KM Indriyani berukuran 6 GT mengalami kecelakaan di perairan Halmahera Selatan. Kapal ini sedang melakukan perjalanan dari Pelabuhan Basar Baru, Desa Babang menuju Desa Pigaraja dengan membawa 59 penumpang.
Saat memasuki perairan teluk Desa Bibinoi, kapal dihantam gelombang setinggi 1,5 hingga 2 meter. Hantaman itu menyebabkan air masuk ke dalam kapal, sehingga kapal terbalik dan tenggelam. Seluruh penumpang panik dan terombang-ambing di laut sambil menunggu pertolongan Tim SAR.
Meski semua penumpang berhasil dievakuasi, satu balita berusia 2 tahun bernama Nurul Najwa meninggal dunia. Sementara itu, seorang penumpang lainnya bernama Wildan dikabarkan hilang saat insiden terjadi. Penyelidikan sedang dilakukan untuk menentukan penyebab kecelakaan ini.
Kecelakaan KM Intim Teratai di Perairan Makian
Pada 17 Februari 2026, KM Intim Teratai rute Bacan, Halmahera Selatan ke Bastiong, Kota Ternate karam di Perairan Desa Makian. Kapal yang berukuran 494 GT ini dinakhodai oleh Risman Laode Sunardi dan bertolak dari Pelabuhan Babang menuju Pelabuhan Bastiong Ternate pada Senin (16/2/2026) pukul 21:00 WIT.
Dalam perjalanan, tepatnya pukul 04:45 WIT, kapal mengalami kandas dan miring di perairan Pulau Makian. Penumpang kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Ternate untuk meminta bantuan evakuasi.
Evakuasi dilakukan secara bertahap menggunakan tiga armada, yaitu:
* Kapal KPLP milik KSOP Ternate
* Kapal KN SAR Pandudewanata milik Basarnas Ternate
* KM Wibisana milik Ditpolairud Polda Maluku Utara
Kapal KPLP membawa 54 penumpang. Evakuasi kedua dengan Kapal KN SAR Pandudewanatan membawa 137 penumpang, dengan 6 di antaranya dirujuk ke rumah sakit. Sementara evakuasi ketiga menggunakan KM Wibisana membawa 45 penumpang, dengan 1 di antaranya juga dirujuk ke rumah sakit.
Total penumpang yang dievakuasi mencapai 236 orang, dan seluruhnya selamat. Sebanyak 14 penumpang membutuhkan penanganan medis, termasuk 7 orang yang dilarikan ke rumah sakit lebih dulu, kemudian disusul 7 orang lainnya.
Situasi di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate sempat padat karena keluarga penumpang berdatangan untuk menjemput. Para penumpang yang turun dari kapal penyelamat langsung mendapat pengawalan petugas dan diarahkan ke Pos Kesehatan. Di lokasi, Tim Dokkes Polda Maluku Utara melakukan pemeriksaan kesehatan. Sementara Polres Ternate membagikan makanan kepada penumpang. Petugas juga mendata penumpang beserta barang bawaan sebelum dipulangkan menggunakan bus.
Proses evakuasi dipantau langsung oleh Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto, Kepala Basarnas Ternate Iwan Ramdani, KSOP Ternate, Lanal Ternate serta unsur SAR gabungan lainnya.
Kecelakaan Kapal Basarnas Ternate
Pada Minggu (2/2/2025), kapal milik Basarnas Ternate meledak di perairan Desa Gita, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan. Hingga saat ini, penyebab ledakan masih belum diketahui. Insiden ini menjadi salah satu kejadian kecelakaan kapal yang tercatat di Maluku Utara pada tahun 2025.
Flashback: Kecelakaan Speedboat di Pulau Taliabu
Pada 12 Oktober 2024, terjadi kecelakaan speedboat yang merenggut nyawa Benny Laos, tokoh politik yang saat itu sedang bertarung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Maluku Utara. Kebakaran terjadi sekira pukul 13.40 WIT di Pelabuhan Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu. Di dalam speedboat terdapat sejumlah penumpang, termasuk Shely Laos istri Benny Laos yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Maluku Utara.
Speedboat tersebut akan bertolak dari Desa Bobong ke Desa Kawalo untuk berkampanye. Namun, sebelum dapat bertolak dari pelabuhan, speedboat tiba-tiba meledak yang disertai kobaran api. Ledakan terjadi kala semua rombongan sudah berada di dalam atau sudah menaiki speedboat.
