Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Hukum

JPW Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Minta Kapolri Selidiki Pelaku

Amanda Almeirah
Last updated: March 19, 2026 1:45 am
Amanda Almeirah
Share
6 Min Read
SHARE

Tindakan Biadab Terhadap Aktivis HAM di Bulan Ramadan

Jogja Police Watch (JPW) mengecam keras tindakan penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Tindakan ini terjadi pada bulan suci Ramadan, yang dinilai sangat tidak pantas dan membahayakan nyawa korban sekaligus mengancam stabilitas sistem demokrasi di Indonesia.

Contents
  • Tindakan Biadab Terhadap Aktivis HAM di Bulan Ramadan
  • Situasi Kebebasan Sipil Saat Ini
  • Desakan untuk Intervensi Langsung
  • Kronologi dan Kesaksian Warga

Kepala Divisi Humas JPW sekaligus pegiat HAM Yogyakarta, Baharuddin Kamba, menyatakan bahwa aksi tersebut bukanlah kejadian acak, melainkan telah direncanakan secara matang. Ia menduga kuat bahwa serangan fisik ini berkaitan langsung dengan aktivitas korban sebagai aktivis HAM.

“Jogja Police Watch (JPW) mengutuk tindakan biadab yang dilakukan oleh orang-orang pengecut dengan menyiramkan air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Apalagi tindakan tersebut dilakukan masih dalam bulan suci Ramadan,” ujar Baharuddin Kamba.

Menurutnya, pola serangan terhadap para aktivis belakangan ini semakin menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Namun, ia menegaskan bahwa serangkaian teror tidak akan membungkam suara kelompok sipil.

“Kami menduga kuat bahwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus berkaitan dengan kerja-kerjanya sebagai aktivis HAM. Kami juga menduga bahwa Andrie Yunus sudah diincar terlebih dahulu sebelum aksi penyiraman air keras terjadi,” tambahnya.

Situasi Kebebasan Sipil Saat Ini

JPW juga menyoroti situasi kebebasan sipil saat ini. Menurut Kamba, eskalasi ancaman terhadap pembela HAM sudah melewati batas kewajaran. “Tentunya dengan berbagai aksi teror termasuk kriminalisasi terhadap para tahanan politik yang masih menjalani proses hukum di pengadilan, tidak membuat kami sebagai aktivis lantas takut menyuarakan keadilan dan melawan kezaliman.”

Ia menegaskan bahwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus tidak lagi hanya sebatas alarm bahaya demokrasi tetapi sudah ke jurang demokrasi.

Desakan untuk Intervensi Langsung

Merespons lambatnya penanganan kasus kekerasan terhadap aktivis, JPW mendesak adanya intervensi langsung dari pimpinan tertinggi negara. Kamba meminta Presiden Prabowo Subianto memerintahkan kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo agar segera menangkap para pelaku, mengusut tuntas kasus ini serta menangkap dalang dibalik aksi penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS tersebut.

“Siapapun pelaku, motif dan dalang dibalik penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus harus diproses hukum secara adil dan transparan. Perlu juga dibentuk Tim Pencari Fakta atas kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus ini,” pungkasnya.

Kronologi dan Kesaksian Warga

Sebagai informasi, aksi penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam di Kelurahan Senen, Jakarta Pusat.

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada pukul 23.37 WIB saat korban sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I-Talang. Saat melintas di lokasi, dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor menghampiri korban dari arah berlawanan di Jembatan Talang.

Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuhnya. Akibatnya, Andrie mengalami luka bakar pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta mata.

Berdasarkan data yang dihimpun, pelaku pertama yang bertindak sebagai pengendara mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap yang diduga berbahan jins, serta helm berwarna hitam. Sementara itu, pelaku kedua yang duduk di belakang mengenakan penutup wajah atau masker menyerupai buff berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaus biru tua, serta celana panjang biru yang dilipat hingga pendek dan diduga berbahan jins.

Peristiwa nahas menjelang tengah malam ini turut disaksikan oleh warga sekitar. Buyung (32), salah satu saksi mata, menceritakan bahwa saat itu ia sedang bermain gitar bersama rekannya di ujung Jembatan Talang sebelum mendengar jeritan korban.

“Tiba-tiba terdengar ‘Tolong! Tolong!’, suaranya kencang tuh ‘Tolong, tolong!’. Terus saya taruh gitar, saya ke asal suara,” ujar Buyung.

Setibanya di lokasi, Buyung melihat korban sudah dikerumuni belasan warga. “Saya lihat motor sudah tergeletak, korbannya sudah kepanasan gitu. Bajunya juga sudah sobek, disobek sendiri sama dia karena kena air keras ya,” jelasnya.

Warga kemudian menanyakan insiden tersebut kepada Andrie yang saat itu meringis kesakitan dengan kondisi bagian kulit dada, tangan, dan mata melepuh kemerahan.

“Ditanya ‘Kenapa nih, kenapa?’, ‘Saya disiram air keras’, ‘Kenapa, gimana?’. Dijawab, enggak tahu tuh sama orang enggak dikenal,” tutur Buyung menirukan percakapan warga dengan korban.

Saat ditanya identitasnya, Andrie menyebut dirinya merupakan aktivis KontraS. Warga di lokasi sempat memberikan air minum dan menawarkan diri untuk mengantar Andrie ke mess KontraS yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Namun, tawaran tersebut ditolak. Andrie memilih untuk langsung memacu sepeda motornya sendiri menuju mess.

“Sudah mau dianterin tapi dianya enggak mau. Dia ngerasa masih sanggup naik motor gitu,” tutur Buyung.

Di saat yang bersamaan, sejumlah warga sempat merespons dengan cepat berupaya mengejar dua penyiram air keras tersebut menggunakan dua unit sepeda motor. Namun, kedua pelaku yang memacu kendaraannya berhasil melarikan diri dan kehilangan jejak.

“Iya sempat mau ngejar si pelaku ke arah situ, tapi pelakunya enggak terkejar, akhirnya balik lagi ke sini,” tambah Buyung memungkasi kesaksiannya.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByAmanda Almeirah
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Hukum

Gus Yaqut Kembali ke Rutan KPK, Sepatu Kulit Rp30 Juta dan Tangan Tak Borgol

March 30, 2026
Hukum

Nabilah O’Brien selesai mediasi dengan Zhendy Kusuma: Lelah tapi akhirnya tidak jadi tersangka

March 15, 2026
Hukum

Kesaksian Auditor KKT Diperhatikan, Advokat Tantang Kredibilitasnya

March 15, 2026
Hukum

Nama Najeela Shihab Kembali Muncul dalam Persidangan Korupsi Chromebook

April 14, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?