Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Politik

Buka Musrenbang 2027, Gubernur Sulbar: Anggaran Makan Minum dan Dinas Turun

Eka Syaputra
Last updated: April 20, 2026 12:05 am
Eka Syaputra
Share
4 Min Read
SHARE

Musrenbang 2027: Tantangan Anggaran dan Upaya Efisiensi di Sulawesi Barat

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat provinsi tahun 2027 resmi dibuka oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) di Kantor Gubernur Sulbar, Jumat (10/4/2026). Acara ini menjadi momen penting dalam menyelaraskan kebijakan antara pemerintah pusat, provinsi, hingga aspirasi dari kabupaten-kabupaten yang ada di Sulbar.

Contents
  • Musrenbang 2027: Tantangan Anggaran dan Upaya Efisiensi di Sulawesi Barat
  • Efisiensi Anggaran: Penghematan pada Konsumsi dan Perjalanan Dinas
  • Beban Belanja Pegawai yang Melampaui Batas Ideal
  • Langkah Strategis untuk Memperjuangkan Kebijakan Pusat

Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK), menekankan bahwa forum ini menjadi tahap krusial untuk menyelaraskan berbagai kepentingan. Salah satu hal yang menjadi fokus adalah mendengarkan pokok pikiran (pokir) DPRD dari hasil reses. Ia menjelaskan bahwa meskipun usulan dari berbagai pihak sangat banyak, tantangan terbesar saat ini bukanlah jumlah usulan, melainkan kapasitas fiskal yang sangat terbatas.

“Kita harus memahami apa yang menjadi kebijakan nasional dan apa yang menjadi kebijakan provinsi. Selain itu, kita juga mendengarkan pandangan para bupati serta penyampaian pokok-pokok pikiran dari DPRD,” ujarnya setelah membuka Musrenbang.

Ia mengibaratkan pengelolaan anggaran daerah sebagai sebuah seni, karena besarnya usulan tidak sebanding dengan ketersediaan anggaran. “Sejujurnya, inputnya besar sekali. Bagaimana mengelola input itu dengan kapasitas fiskal yang sangat terbatas ini yang menjadi bagian dari seni. Bukan seni bela diri, tapi seni mengelola anggaran,” imbuhnya.

Efisiensi Anggaran: Penghematan pada Konsumsi dan Perjalanan Dinas

Untuk menghadapi keterbatasan anggaran, Pemprov Sulbar telah melakukan langkah efisiensi. SDK menyebut bahwa anggaran konsumsi hingga perjalanan dinas telah dipangkas demi menjaga keberlangsungan pelayanan publik.

“Di lain sisi, kita diminta untuk efisiensi. Jadi, sejujurnya di Pemprov ini, yang namanya makan minum di ruangan saya sudah tidak ada. Kemudian perjalanan dinas juga,” tegasnya.

Namun, ia menekankan bahwa ada sektor yang tidak bisa disentuh kebijakan efisiensi, salah satunya adalah subsidi BPJS Kesehatan. Menurutnya, menghapus subsidi tersebut berpotensi memicu konflik sosial di masyarakat.

“Hanya memang ada yang tidak bisa kita efisiensi, katakanlah subsidi terhadap BPJS. Karena kalau itu dihapus, bisa terjadi konflik di rumah sakit. Di sisi lain, masyarakat juga menuntut pelayanan cepat, sementara kapasitas tenaga medis terbatas,” jelasnya.

Beban Belanja Pegawai yang Melampaui Batas Ideal

Salah satu persoalan paling pelik yang dihadapi Sulbar dan kabupaten di bawahnya adalah beban belanja pegawai yang melampaui batas ideal. Ia menyebut rata-rata kabupaten berada di angka 40 persen, sementara provinsi di angka 38 persen.

Gubernur mengaku harus mengurangi beban anggaran hingga Rp220 miliar. Ia pun mendesak pemerintah pusat untuk memberikan relaksasi terhadap Pasal 146 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD) yang mengatur batas maksimal belanja pegawai.

“Saya harus mengurangi Rp220 miliar. Bahkan jika semua PPPK diberhentikan, itu belum cukup. Karena itu kami mengusulkan relaksasi Pasal 146. Jika tidak ada kebijakan dari pemerintah pusat, bisa menjadi bencana bagi daerah, bahkan berpotensi shutdown,” ungkapnya.

Langkah Strategis untuk Memperjuangkan Kebijakan Pusat

Saat ini, Pemprov Sulbar bersama para bupati telah menyepakati tiga langkah strategis untuk memperjuangkan kebijakan pusat yang lebih berpihak pada daerah. SDK menyebut sudah ada sinyal positif dari Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri.

“Mulai ada perhatian. Saya sudah berkomunikasi langsung dengan Dirjen melalui pertemuan daring. Saya sampaikan data yang ada. Jika tidak ada langkah, maka efisiensi akan terus dilakukan, termasuk mengurangi belanja yang bisa dipisahkan seperti perjalanan dinas,” pungkasnya.


Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByEka Syaputra
Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Politik

Pandangan: Kepastian Negosiasi AS dan Iran

April 1, 2026
Politik

Bisakah Rimpang dan LSM Bersatu Menghadapi Penghancuran Demokrasi?

December 19, 2025
Politik

Lawan dominasi Tiongkok, AS bentuk aliansi perdagangan mineral kritis

February 9, 2026
Politik

DPD RI Selidiki Dampak Sosial Ekonomi Warga Mangkupadi Bulungan Akibat Proyek Strategis Nasional

April 14, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?