Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Politik

Lawan dominasi Tiongkok, AS bentuk aliansi perdagangan mineral kritis

Bayu Purnomo
Last updated: February 9, 2026 12:14 am
Bayu Purnomo
Share
5 Min Read
SHARE

Strategi AS untuk Menghadapi Dominasi Cina dalam Mineral Kritis

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengumumkan rencana pembentukan blok perdagangan mineral kritis bersama negara-negara sekutu dan mitra. Rencana ini mencakup penetapan batas harga minimum secara terkoordinasi, seiring upaya Washington memperlemah cengkeraman Beijing atas material penting bagi industri manufaktur canggih.

Contents
  • Strategi AS untuk Menghadapi Dominasi Cina dalam Mineral Kritis
  • Peserta Pertemuan dan Peran Negara-Negara Terkait
  • Ruang Diplomasi Indonesia dan ASEAN

Pemerintahan Trump berencana menggunakan tarif untuk menjaga harga minimum sekaligus memperkuat pasokan mineral yang digunakan dalam produksi semikonduktor, kendaraan listrik, dan sistem persenjataan canggih. Dalam pernyataannya, JD Vance menyebut bahwa perang dagang AS dan Cina selama tahun 2025 telah memperlihatkan betapa bergantungnya banyak negara pada mineral kritis, komoditas yang sebagian besar dikuasai Beijing. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya aksi kolektif agar negara-negara Barat bisa lebih mandiri.

“Kami ingin negara anggota membentuk blok perdagangan di antara sekutu dan mitra, yang menjamin akses Amerika dan sekaligus memperluas produksi di seluruh kawasan,” kata JD Vance dalam pembukaan pertemuan yang dipimpin Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan dihadiri pejabat dari 55 negara Eropa, Asia, dan Afrika.

“Kami ingin menghilangkan masalah masuknya mineral kritis murah ke pasar kami yang merugikan produsen dalam negeri,” lanjut JD Vance, tanpa secara eksplisit menyebut Cina. “Kami akan menetapkan harga acuan mineral kritis di setiap tahap produksi. Bagi negara anggota, harga acuan ini akan menjadi batas bawah yang dijaga melalui tarif yang dapat disesuaikan demi menjaga integritas harga,” sambungnya.

Peserta Pertemuan dan Peran Negara-Negara Terkait

Rubio mengatakan pertemuan di Washington dihadiri 55 negara, termasuk Korea Selatan, India, Thailand, Jepang, Jerman, Prancis, Inggris, Australia, serta Republik Demokratik Kongo. Negara-negara tersebut memiliki kapasitas pertambangan dan pemurnian mineral yang beragam. Menurut Rubio, mineral-mineral tersebut saat ini “sangat terpusat di tangan satu negara,” meski dia tidak menyebut Cina. Kondisi ini, tambah Rubio, telah berubah menjadi “alat tawar dalam geopolitik.”

Dalam pertemuan itu, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer mengumumkan rencana kerja sama bilateral dengan Meksiko serta perjanjian trilateral dengan Uni Eropa dan Jepang untuk memperkuat rantai pasok mineral kritis. Langkah ini disebut sebagai fondasi bagi kesepakatan yang lebih luas dengan sekutu lain. Secara terpisah, Kementerian Luar Negeri Argentina mengumumkan kesepakatan dengan AS untuk memperkuat dan mendiversifikasi rantai pasok. Negara Amerika Selatan itu berharap dapat meningkatkan ekspor tembaga dan litium.

Ruang Diplomasi Indonesia dan ASEAN

Di tengah upaya AS membentuk blok perdagangan mineral kritis, kawasan Asia Tenggara dinilai memiliki ruang diplomasi tersendiri. Indonesia, khususnya, berada pada posisi strategis dalam perebutan mineral hijau global karena memiliki cadangan nikel terbesar di dunia. Namun, posisi tersebut juga dinilai tidak sepenuhnya aman.

Direktur Institute for Climate Policy and Global Politics World Resources Institute Indonesia, Eko Sulistyo, menyebut posisi Indonesia sebagai “rentan.” “Hilirisasi adalah langkah berani, namun masih menyisakan tantangan besar. Teknologi pemrosesan didominasi investor Tiongkok, dan ancaman ekologis di wilayah tambang,” tulis Eko Sulistyo dalam keterangan yang diterima DW Indonesia.

Meski tawaran kerja sama dari Amerika Serikat dinilai belum seagresif pendekatan Cina, Eko menilai momentum ini justru dapat dimanfaatkan Indonesia untuk mengambil inisiatif regional. Salah satunya dengan mendorong pembentukan ASEAN Critical Minerals Alliance, sebuah konsorsium kawasan untuk menetapkan standar bersama terkait ekspor, pengolahan, dan keberlanjutan mineral hijau.

“Dengan langkah kolektif, ASEAN dapat berbicara dengan satu suara di hadapan Washington dan Beijing, sebagai penentu arah, bukan pengikut. ASEAN kini berdiri di antara janji masa depan hijau dan risiko menjadi panggung eksploitasi baru dalam perang dagang global,” sambungnya. “Jika gagal bersatu, negara-negara di kawasan ini hanya akan menjadi penonton dalam perebutan dua kekuatan besar.”

Menurut Eko, kesamaan kepentingan dalam membangun industri pengolahan, menegakkan standar lingkungan, dan menjaga nilai tambah mineral membuka peluang bagi ASEAN untuk “tampil sebagai poros ekonomi hijau dunia.” Washington dan Beijing, lanjutnya, boleh terus berebut pengaruh atas mineral hijau, tapi keputusan strategis pada akhirnya tetap berada di tangan negara-negara ASEAN.

“Menjadi pemain utama dalam ekonomi hijau atau sekadar pemasok bahan mentah di babak baru imperialisme mineral,” pungkas Eko.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByBayu Purnomo
Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Politik

Zelensky Terpojok, Intel Asing Kuasai, Rival Siapkan Kabinet

February 27, 2026
Politik

Izrail di Balik Audit Kementerian PU

April 7, 2026
Politik

5 Kontroversi Maidi yang Terjaring OTT KPK, Pernah Ancam Potong Gaji PNS

January 22, 2026
Politik

Evaluasi Tata Ruang Besar-Besaran di Sumatera: Menteri Nusron Ungkap Penyebab Banjir dan Ketimpangan Tanah

December 3, 2025
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?