Keterlibatan Jusuf Kalla dalam Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Jokowi
Jusuf Kalla, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, melaporkan dugaan pencemaran nama baik terkait isu ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Laporan ini dilakukan setelah munculnya tuduhan bahwa dirinya diduga mendanai penyebaran informasi mengenai kasus tersebut. Penyampaian laporan dilakukan oleh tim kuasa hukum JK ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri pada Senin (6/4/2026).
Dalam pernyataannya, Husain Abdullah, Juru Bicara Jusuf Kalla, menyebutkan bahwa ada tudingan bahwa video yang menampilkan Rismon Sianipar, tersangka dalam kasus tersebut, menyebutkan bahwa pendanaan kasus tersebut berasal dari Jusuf Kalla. Namun, pihak Jokowi kemudian membantah klaim tersebut.
Video yang menjadi dasar tudingan tersebut sempat beredar selama beberapa hari sebelum dibantah. Diketahui bahwa Rismon Sianipar sendiri telah membantah adanya keterlibatan Jusuf Kalla dalam penyebaran isu ijazah palsu Jokowi. Hal ini memperkuat polemik yang terjadi antara dua tokoh nasional tersebut.
Riwayat Pendidikan Jokowi dan Jusuf Kalla
Polemik ini turut menarik perhatian publik terhadap rekam jejak dan riwayat pendidikan kedua tokoh tersebut. Berikut adalah rangkuman tentang perjalanan pendidikan Jokowi dan Jusuf Kalla:
Joko Widodo
Perjalanan pendidikan Jokowi dimulai dari Sekolah Dasar Negeri 111 Tirtoyoso di Banjarsari, Solo, Jawa Tengah. Sekolah ini dikenal sebagai institusi pendidikan yang banyak memberikan akses bagi masyarakat dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Setelah menamatkan pendidikan dasar, Jokowi melanjutkan studi ke Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Surakarta. Setelah lulus dari jenjang SMP, ia berusaha masuk ke Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Surakarta, namun tidak berhasil diterima. Akhirnya, ia melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Atas Negeri 6 Surakarta.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah atas, Jokowi melanjutkan studi ke Universitas Gadjah Mada (UGM), mengambil Fakultas Kehutanan dengan jurusan teknologi kayu. Selama masa perkuliahan, ia fokus pada berbagai aspek terkait kayu, mulai dari pemanfaatan hingga teknologi pengolahannya.
Pilihan jurusan ini berkaitan erat dengan latar belakang kehidupannya yang sejak kecil sudah akrab dengan dunia perkayuan. Jokowi menyelesaikan studinya pada tahun 1985 dengan skripsi berjudul “Studi tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kodya Surakarta”.
Selain aktif dalam kegiatan akademik, Jokowi juga tergabung dalam organisasi pecinta alam Mapala Silvagama, yang merupakan organisasi semi otonom di lingkungan kampus UGM.
Jusuf Kalla
Jusuf Kalla lahir di Watampone, Sulawesi Selatan, pada tanggal 15 Mei 1942. Ia berasal dari keluarga besar Hadji Kalla, seorang pengusaha sukses dari Bugis. Sebelum menjabat sebagai Wakil Presiden, JK pernah menjabat posisi tersebut pada periode 2004 hingga 2009, dan kembali pada 2019.
JK menyelesaikan pendidikannya di bidang Ekonomi dari Universitas Hasanuddin pada tahun 1967. Setelah lulus, ia memulai karirnya di sektor swasta dengan bergabung dengan bisnis keluarga, NV (Namlozee Venonchamp) Hadji Kalla, yang kini dikenal sebagai Grup Kalla.
Pada tahun 1977, Jusuf Kalla mengikuti program eksekutif di INSEAD International Business School di Fontainebleau, Paris, Prancis. Berikut adalah riwayat pendidikannya:
- SMA Negeri 3 Makassar
- Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (1967)
- The European Institute of Business Administration, Prancis (1977)
