Persiapan Pengamanan Arus Mudik dan Balik di Kotim
Pihak Polres Kotim sedang mematangkan persiapan pengamanan arus mudik hingga arus balik dalam rangka Operasi Ketupat 2026. Hal ini dilakukan melalui rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar untuk membahas kesiapan menghadapi momentum Lebaran tahun ini.
Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), unsur TNI, serta instansi terkait lainnya. Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain menyatakan bahwa rapat menjadi forum penting untuk menyamakan langkah menghadapi berbagai dinamika yang diperkirakan terjadi selama momentum Lebaran.
“Pada hari ini kita melaksanakan rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka kesiapan Operasi Ketupat 2026 menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).
Dalam pembahasan, beberapa hal menjadi fokus utama, seperti prediksi arus mudik, puncak perayaan Idul Fitri, dan arus balik setelah libur panjang. Selain itu, berbagai potensi kerawanan juga dipetakan bersama, baik dari sisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), keselamatan lalu lintas, maupun potensi kepadatan kendaraan di sejumlah titik.
“Dinamika tadi cukup banyak kita diskusikan, termasuk bagaimana menghadapi timeline arus mudik, pelaksanaan hari H, sampai dengan arus balik,” jelasnya.
Selain itu, beberapa instansi juga memberikan masukan terkait langkah antisipasi di lapangan, termasuk pemantauan kondisi cuaca berdasarkan informasi dari BMKG serta kesiapan moda transportasi. Bandara, pelabuhan, dan terminal menjadi perhatian khusus karena diperkirakan akan mengalami peningkatan aktivitas penumpang menjelang Lebaran.
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan asesmen terhadap sejumlah lokasi wisata yang biasanya ramai dikunjungi masyarakat saat libur panjang.
“Kita juga melihat dari peringatan BMKG dan kesiapan moda transportasi, baik bandara maupun pelabuhan. Semua sudah kita datakan sehingga nanti pelaksanaannya bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Dalam pengamanan tahun ini, Polres Kotim akan mendirikan delapan pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di beberapa titik strategis. Rinciannya terdiri dari dua pos terpadu, satu pos pelayanan, dan lima pos pengamanan yang juga mencakup kawasan Bandara H Asan Sampit, Pelabuhan Sampit, serta Terminal Patih Rumbih.
“Total ada delapan pos. Itu termasuk yang berada di bandara, pelabuhan, dan terminal,” ungkapnya.
Pos-pos tersebut direncanakan mulai beroperasi bersamaan dengan dimulainya Operasi Ketupat pada 13 Maret 2026 dan akan berlangsung hingga 25 Maret 2026, dengan kemungkinan diperpanjang jika situasi di lapangan memerlukan.
Tidak hanya berfokus pada kelancaran arus mudik dan balik, Resky menegaskan bahwa pengamanan tahun ini juga menitikberatkan pada kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah selama Ramadan hingga Idul Fitri.
“Paradigma operasi ketupat tahun ini tidak hanya berfokus pada kegiatan mudik, tetapi juga bagaimana menjaga kekhusyukan umat beragama, khususnya umat Muslim, dalam menjalankan ibadah tarawih dan kegiatan lainnya sampai dengan arus balik,” jelasnya.
Selain pengamanan, pihak kepolisian juga mengantisipasi potensi lonjakan harga dan kelangkaan bahan pokok menjelang Lebaran. Melalui fungsi intelijen, kondisi pasar tradisional hingga distributor akan terus dipantau. Jika diperlukan, operasi pasar akan digelar untuk menjaga stabilitas harga.
“Biasanya menjelang H-2 kita lakukan langkah-langkah pengendalian, tapi secara rutin setiap hari kita juga melakukan monitoring di pasar dan distributor,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 ini, Polres Kotim akan melibatkan 159 personel kepolisian yang diperkuat unsur TNI, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan untuk memastikan pengamanan berjalan optimal.
