Mediasi Pemkab Bengkulu Tengah Berhasil Menyelesaikan Persoalan antara Camat dan Kades
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Tengah telah berhasil melakukan mediasi antara Camat Pondok Kubang dengan para kepala desa se-Kecamatan Pondok Kubang. Mediasi ini berlangsung di ruang rapat Sekretaris Daerah (Sekda) Bengkulu Tengah, Senin (29/12/2025) sekitar pukul 13.00 WIB. Dalam pertemuan tersebut, Pj Sekda Bengkulu Tengah, Ayatul Mukhtadin, menyatakan bahwa tidak ada permasalahan krusial yang muncul dari polemik antara camat dan kades.
Tidak Ada Masalah Dana Desa atau ADD
Ketua Forum Kades Kecamatan Pondok Kubang, Budi Antoni, menegaskan bahwa tidak ada masalah terkait Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa (ADD). Ia menjelaskan bahwa semua pihak sepakat untuk fokus pada tujuan utama pemerintahan, yaitu membangun desa, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta menjaga ketertiban dan kondusivitas wilayah.
“Alhamdulillah, setelah kita duduk bersama, ternyata tidak ada masalah besar. Hanya terjadi miskomunikasi saja, bukan persoalan pribadi antara kepala desa dan camat,” ujar Ayatul Mukhtadin. Ia menambahkan bahwa ke depan seluruh pihak akan lebih meningkatkan koordinasi dan komunikasi agar roda pemerintahan dan pelayanan masyarakat berjalan maksimal.
Penjelasan Camat Pondok Kubang
Camat Pondok Kubang, Hendri Irawan, juga memberikan pernyataannya terkait tudingan adanya investigasi terhadap proyek-proyek desa. Ia membantah hal tersebut dan menjelaskan bahwa yang dilakukannya adalah monitoring dan evaluasi bersama tim, bukan investigasi. “Tidak ada investigasi. Yang saya lakukan adalah monitoring dan evaluasi. Itu pun dilakukan bersama tim, bukan sendiri,” tegasnya.
Hendri menegaskan bahwa tujuan dari pembentukan tim monitoring dan evaluasi adalah untuk membantu pemerintah desa agar tertib secara administrasi dan tidak keliru dalam menjalankan program. “Harapan saya, tim ini bisa mendampingi desa, terutama dalam pengadaan barang dan jasa. Karena masih banyak desa yang perlu pendampingan agar paham aturan,” jelasnya.
Penolakan terhadap Camat
Sebelum mediasi, sejumlah kepala desa se-Kecamatan Pondok Kubang mengeluarkan penolakan terhadap gaya kepemimpinan Camat Hendri Irawan. Mereka merasa tidak nyaman dengan intensitas pengecekan proyek-proyek desa yang dinilai terlalu berlebihan. Para kepala desa kemudian menyurati Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, untuk meminta pencopotan camat yang baru menjabat selama tiga bulan.
Menurut Ketua Forum Kades, Budi Antoni, para kepala desa merasa tidak sejalan dengan cara komunikasi yang dibangun oleh camat. “Kalau memang ada yang kurang, seharusnya dibenahi bersama, bukan saling menyalahkan,” tegasnya.
Keresahan Terkait Data Monitoring
Selain itu, para kepala desa juga mengungkapkan keresahan terkait adanya oknum LSM yang mendatangi salah satu desa di Kecamatan Pondok Kubang dengan membawa berkas-berkas hasil monitoring kecamatan. “Kami tidak tahu siapa yang memberikan data tersebut, tapi kondisi ini membuat kami semakin resah,” tambah Budi.
Harapan Pemkab Bengkulu Tengah
Dengan berakhirnya mediasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah berharap sinergi antara pemerintah kecamatan dan desa di Kecamatan Pondok Kubang dapat kembali solid. Harapan tersebut disampaikan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal.
