Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Politik

Pandji Pragiwaksono Buka Suara Soal Tidak Sebut Anies Baswedan di Mens Rea

Eka Syaputra
Last updated: January 19, 2026 1:41 am
Eka Syaputra
Share
4 Min Read
SHARE

Alasan Pandji Pragiwaksono Tidak Membahas Anies Baswedan dan Tokoh Lain

Pandji Pragiwaksono, komika yang dikenal dengan kritik tajamnya terhadap pemerintahan, dalam pertunjukan Mens Rea yang tayang di Netflix sejak Desember 2025, tidak membahas beberapa tokoh penting seperti Anies Baswedan. Hal ini disampaikan oleh Pandji sebagai bagian dari penjelasannya mengapa ia memilih untuk fokus pada kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Contents
  • Alasan Pandji Pragiwaksono Tidak Membahas Anies Baswedan dan Tokoh Lain
  • Hak Rakyat untuk Berkritik
  • Kritik Terhadap Keputusan Pandji
  • Kesimpulan

Menurut Pandji, alasan utama ia tidak menyentil Anies Baswedan adalah karena saat ini Anies tidak lagi menjabat posisi pemerintahan. Ia menjelaskan bahwa selama Anies menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, ia sering memberikan kritik terhadap kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Anies. Mulai dari program hunian DP 0 Rupiah hingga isu Formula E, semua itu pernah menjadi bahan lelucon atau kritik dalam pertunjukan Pandji.

Namun, kini menurut pandangan Pandji, isu-isu tersebut sudah tidak segar lagi dibahas. Ia lebih memilih untuk fokus pada pejabat publik aktif, terutama Presiden dan Wakil Presiden, karena mereka bertanggung jawab atas kebijakan yang diambil dan dana yang digunakan berasal dari pajak rakyat.

Hak Rakyat untuk Berkritik

Pandji menegaskan bahwa rakyat memiliki hak untuk berkritik terhadap pemerintahan. Menurutnya, rakyat berhak memberikan penilaian terhadap cara kerja pemerintahan, terlebih karena mereka secara langsung atau tidak langsung membiayai negara melalui pajak. Dalam penjelasannya, Pandji menyebutkan bahwa pajak tidak hanya berasal dari PPH 21, tetapi juga dari pajak konsumsi, bensin, pulsa, belanja, dan lainnya.

“Kita bayar pajak, semua yang tadi kita sebut itu, selama masih dalam jabatan, kita tuh berhak untuk mengkritik,” jelas Pandji dalam salah satu tayangan YouTube miliknya.

Menurut Pandji, karena Anies Baswedan tidak lagi menjabat, maka tidak ada alasan untuk membahasnya. Ia juga menjelaskan bahwa hal ini berlaku untuk tokoh-tokoh lain seperti Ahok, Ganjar Pranowo, Mahfud MD, dan Gita Wirjawan. Semua tokoh tersebut tidak lagi menjabat posisi pemerintahan, sehingga tidak layak dibahas dalam konteks kebijakan pemerintah.

Kritik Terhadap Keputusan Pandji

Meski Pandji menjelaskan alasan-alasannya, ada pihak yang meragukan niatnya. Salah satunya adalah politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ade Armando. Ia menduga bahwa Pandji memiliki agenda tersendiri, terutama terkait Pilpres 2029.

Ade mengungkapkan bahwa ia melihat latar belakang Pandji pernah menjadi bagian dari tim sukses Anies Baswedan pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Ia khawatir bahwa Pandji mungkin ingin menyalahkan Gibran dan menciptakan persepsi negatif terhadapnya agar bisa mengurangi popularitas Gibran dalam Pilpres 2029.

“Apakah ejekan Pandji ke arah Gibran ini adalah bagian dari propaganda hitam untuk menghabisi Gibran? Tentu saja pertanyaan itu belum bisa dijawab. Kita lihat saja nanti,” ujar Ade dalam sebuah tayangan YouTube.

Kesimpulan

Pandji Pragiwaksono menjelaskan bahwa keputusannya untuk tidak membahas Anies Baswedan dan tokoh lain yang tidak lagi menjabat adalah karena mereka tidak lagi terlibat dalam pemerintahan. Ia menekankan bahwa rakyat berhak untuk berkritik terhadap pejabat publik yang bekerja dengan dana pajak. Namun, ada pihak yang mengkhawatirkan niat di balik keputusan ini, terutama terkait Pilpres 2029. Meski demikian, Pandji tetap bersikukuh bahwa kritik yang dia sampaikan adalah bentuk partisipasi warga negara dalam membangun pemerintahan yang lebih baik.


Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByEka Syaputra
Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Politik

Keadilan Hadir di Jalan Leucir

March 10, 2026
Politik

Krisis Iran-Israel-AS: Indonesia Di Panggil Sebagai Penengah

March 4, 2026
Politik

Prabowo Diminta Bawa Kasus Andrie Yunus ke Pengadilan

March 23, 2026
Politik

Dana rehab rumah jangan dihambat, pejabat tak boleh mengganggu

February 28, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?