Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Politik

Krisis Iran-Israel-AS: Indonesia Di Panggil Sebagai Penengah

Eka Syaputra
Last updated: March 4, 2026 9:23 pm
Eka Syaputra
Share
6 Min Read
SHARE

Contents
  • Timur Tengah dalam Kekacauan
  • Peran Filosofi Indonesia
  • Skenario Ketidakpastian
  • Kelumpuhan PBB
  • Dampak Bagi Indonesia

Timur Tengah dalam Kekacauan

Kawasan Timur Tengah sedang menghadapi situasi yang membara. Mesin perang berputar, menghancurkan kedamaian dan menandai runtuhnya tatanan hukum internasional. Israel menjadi pihak pertama yang memicu konflik ini, sementara Amerika Serikat memberikan dukungan dari belakang. Iran kemudian merespons dengan menyerang sejumlah pangkalan militer strategis Amerika di Jazirah Arab.

Rudal-rudal dari Amerika Serikat dan Israel menyasar pusat-pusat pertahanan Teheran, menghancurkan infrastruktur pemerintahan dan meluluhlantakkan jantung kota. Serangan ini juga menjemput kematian pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Setelah itu, prosesi pemakaman penuh emosi digelar dengan ratapan yang menggambarkan kesedihan masyarakat.

Masyarakat dunia mulai bereaksi terhadap kematian pemimpin Iran ini, menyebutnya sebagai strategi “decapitation” atau pemenggalan kepala kepemimpinan oleh Amerika ke Iran. Keyakinan historis tentang perang konvensional menyatakan bahwa penaklukkan bisa dilakukan dengan memotong kepala, sehingga tubuhnya akan rubuh. Namun, apakah sejarah negara sekuat Iran mudah ditekuk hanya dengan serangan rudal?

Peran Filosofi Indonesia

Di tengah krisis yang sedang berlangsung, Indonesia tampak berada di posisi yang menguntungkan. Duta Besar Iran untuk Indonesia, Muhammad Boroujerdi, di Jakarta meminta Presiden Prabowo Subianto menjadi juru damai dalam krisis tersebut. Suara publik juga mendorong pemerintah agar mendesak PBB dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bersikap tegas. Meski dalam suasana perang, “alarm damai” sering kali kalah dibanding ambisi serangan.

Bagi Indonesia, mandat konstitusional untuk menjaga ketertiban dunia adalah sebuah nomenklatur imperatif, bukan fakultatif. Politik luar negeri “Bebas-Aktif” harus dimaknai sebagai tidak netral tetapi juga bukan cuci tangan atas ketidakadilan. Bukan pula ikut campur tanpa perhitungan. Indonesia, di bawah kepemimpinan nasional Presiden Prabowo Subianto, memandang bahwa kedaulatan negara adalah hak bagi semua bangsa, maka fondasi Rule of Law global harus dijaga agar tidak terjebak dalam anarkisme internasional.

Skenario Ketidakpastian

Secara analitis, serangan besar melibatkan Iran, Israel, dan Amerika, mendorong dunia pada berbagai kemungkinan pahit yang akan menentukan wajah abad ke-21.

Pertama, skenario perang terbatas terkendali. Ini adalah skenario di mana semua pihak berdiri di tepi jurang tetapi takut melompat. Artinya, serangan dilakukan hanya untuk menjaga “muka” agar tidak kehilangan gengsi dan daya tangkal. Diplomasi “balik layar” tetap bekerja di bawah ketegangan.

Kedua, eskalasi regional meluas. Ini adalah horor yang menakutkan. Jika Selat Hormuz disumbat, jalur 20 persen pasokan minyak dunia terhenti, maka perang bukan lagi milik Timur Tengah, tetapi menjadi krisis sistemik global. Harga minyak akan meroket, memicu inflasi dan memukul rakyat di belahan dunia mana pun, termasuk Indonesia. Perang berubah dari adu rudal menjadi adu ketahanan ekonomi.

Ketiga, guncangan internal dan perubahan rezim. Ada ambisi di balik keruntuhan dari dalam. Seruan agar rakyat bangkit memanfaatkan momentum konflik adalah perjudian besar. Meninggalkan rezim Ali Khamenei dan berbalik ke rezim lama bukan hal sederhana. Belajar dari sejarah Irak dan Libya mencatat pelajaran berdarah. Kekosongan kekuasaan sering melahirkan kerusakan demokrasi, dan fragmentasi serta kekacauan jauh lebih parah. Legitimasi kekuasaan tidak dapat diciptakan lewat mesin kekerasan dan bayonet.

Kelumpuhan PBB

Dunia sedang sakit, Perserikatan Bangsa-Bangsa “lumpuh” karena terlalu sering berdiri dengan standar ganda. Di satu sisi bicara hak asasi manusia, di sisi lain membiarkan agresi terus berlangsung. PBB tak boleh hanya menyatakan “prihatin” tanpa taring penegakan. Ketika posisi PBB mandul, Indonesia dapat berperan sebagai “bridge builder” atau pembangun jembatan. Setidaknya mendorong Sidang Umum PBB mengambil peran lebih besar. Begitu juga dengan OKI, harus didorong bertransformasi dari forum solidaritas simbolis menjadi kekuatan ekonomi dan politik diperhitungkan.

Bagi Presiden Prabowo, jelas: “Perdamaian tidak pernah lahir dari hegemoni, melainkan dari pengakuan kedaulatan tanpa rasa takut.”

Dampak Bagi Indonesia

Jauh hari, Presiden Prabowo sering mengatakan bahwa kita harus selalu bersiap dengan memperkuat posisi domestik untuk menghadapi perang yang bisa kapan saja. Konflik segitiga Iran-Israel dan Amerika bukan tragedi sporadis, melainkan pergolakan yang dapat diramalkan. Ini sekaligus menumbangkan pandangan mantan diplomat Dino Patijalal bahwa perang sudah berakhir.

Dampak bagi Indonesia bisa multidimensional. Lonjakan harga minyak mentah dunia bisa menembus angka psikologis, menekan APBN, maka subsidi energi bisa membengkak. Jika tidak dimitigasi dengan cepat, dapat mengancam ekonomi dalam negeri. Biaya transportasi global akan naik, akibat terganggunya jalur laut utama. Ini akan merembet pada harga kebutuhan pokok. Ini ancaman langsung terhadap daya beli masyarakat.

Sementara itu, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar, Indonesia memikul tanggung jawab moral menjadi rujukan bagi penyelesaian konflik kawasan yang dapat memicu perang dunia. “Maka suara akar rumput sebagai mayoritas muslim perlu didengarkan sebelum kebijakan diputuskan.”

Secara filosofis, Presiden Prabowo pernah menyatakan tentang prinsip, bahwa ketidakadilan di satu tempat adalah ancaman bagi keadilan di semua tempat. Serangan wilayah berdaulat menjadi luka bagi kemanusiaan bersama. Di sini dibutuhkan peran aktif Kementerian Luar Negeri RI. Terus bekerja memberikan masukan kritis dan strategis kepada presiden Prabowo untuk mengambil posisi multilateral lebih presisi. Bahwa membiarkan kekuatan senjata untuk menyelesaikan konflik bukan karakter Indonesia. Sembari memastikan perlindungan bagi WNI di zona konflik.

Sebab pada akhirnya, sejarah tidak mencatat berapa banyak peluru ditembakkan atau seberapa canggih sistem pertahanan udara dipasang, tetapi berapa banyak tangan terulur untuk menghentikan pertumpahan darah. “Indonesia tentu saja telah siap menjadi tangan terulur,” seperti diminta Dubee Iran untuk Indonesia kepada Presiden Prabowo Subianto.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByEka Syaputra
Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Politik

Update Amerika-Israel, Serangan Drone Iran Hancurkan Bandara Azerbaijan

March 19, 2026
Politik

Presiden Prabowo Soroti Aparat yang Mengizinkan Penyelundupan Timah di Bangka

December 19, 2025
Politik

Tak Adil! Kades Pandai Diduga Intervensi Bongkar Jagung di Gudang Bulog, Protes Petani Muncul

April 14, 2026
Politik

Jejak Karier Dzulfikar Ahmad, Wakil Menteri yang Bertemu Jokowi di Solo

March 14, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?