Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Politik

Negosiasi AS-Iran Gagal, Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Masalah Utama

Adriatno Majid
Last updated: April 15, 2026 11:57 pm
Adriatno Majid
Share
5 Min Read
SHARE

Perundingan Maraton AS-Iran di Pakistan Berakhir Buntu

Perundingan maraton yang berlangsung selama hampir 24 jam antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan, akhirnya berakhir tanpa mencapai kesepakatan. Pertemuan ini bertujuan untuk menyelesaikan perbedaan mendasar terkait program nuklir Iran dan kendali atas Selat Hormuz. Namun, perbedaan pendapat yang tajam antara kedua belah pihak menghambat proses negosiasi.

Contents
  • Perundingan Maraton AS-Iran di Pakistan Berakhir Buntu
  • Perspektif Pihak AS
  • Ancaman dan Peringatan dari Presiden Trump
  • Perspektif Pihak Iran
  • Harapan dan Upaya Diplomasi
  • Kesimpulan

Presiden Donald Trump merespons kegagalan tersebut dengan memerintahkan Angkatan Laut AS untuk melakukan blokade total terhadap Selat Hormuz. Ia juga mengancam akan menghancurkan setiap serangan dari Iran. Di sisi lain, AS memberi peringatan kepada China agar tidak mengirim senjata ke Iran, sementara Pakistan dan Rusia menawarkan diri sebagai mediator untuk mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.

Perspektif Pihak AS

Wakil Presiden AS, JD Vance, menyatakan bahwa negosiasi damai dengan Iran gagal karena ketidaksepahaman terkait komitmen pengembangan senjata nuklir. Ia menjelaskan bahwa sejumlah diskusi substantif telah dilakukan, tetapi belum menghasilkan kesepakatan. Vance menilai bahwa titik krusial terletak pada sikap Iran yang tidak bersedia menghentikan ambisi pengembangan senjata nuklir.

“Kami membutuhkan komitmen tegas bahwa mereka tidak akan mengejar senjata nuklir, dan tidak akan mencari sarana yang memungkinkan mereka dengan cepat mencapainya,” ujarnya dalam konferensi pers. Ia menambahkan bahwa syarat tersebut menjadi tujuan utama Presiden Trump dalam negosiasi.

Selama proses negosiasi, Vance mengaku berkomunikasi intensif dengan sejumlah pejabat tinggi AS, termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Keuangan Scott Bessent, serta Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Laksamana Brad Cooper. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat telah menetapkan sejumlah “garis merah” yang tidak dapat ditawar, terutama terkait program nuklir Iran.

Ancaman dan Peringatan dari Presiden Trump

Presiden Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memulai blokade di Selat Hormuz setelah Iran menolak menghentikan ambisi nuklirnya dalam perundingan damai. Keputusan ini diambil sebagai bentuk respons terhadap ancaman dari Iran. Trump menyatakan bahwa blokade akan segera diberlakukan terhadap semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz.

“Mulai sekarang, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang terbaik di dunia, akan memulai proses MEMBLOKADE setiap dan semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz,” tulis Trump di platform ‘Truth Social’. Ia juga mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran, menyatakan bahwa setiap warga Iran yang menembaki AS atau kapal akan DIHANCURKAN.

Trump juga memberikan peringatan kepada China bahwa mereka akan menerima konsekuensi jika mengirimkan senjata ke Iran. Pernyataan tersebut disampaikan saat ia ditanya mengenai laporan intelijen AS yang menunjukkan Beijing sedang bersiap untuk mengirim senjata ke Iran.

Perspektif Pihak Iran

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengungkapkan bahwa perundingan berakhir tanpa hasil karena tuntutan yang diajukan pihak AS dinilai berlebihan. Ia mengatakan bahwa kedua pihak sebenarnya telah mencapai kesepahaman dalam sejumlah isu, tetapi masih terdapat perbedaan pandangan pada 2-3 topik utama yang menjadi penghambat kesepakatan.

Ia menjelaskan bahwa kompleksitas isu yang dibahas semakin meningkat, terutama dengan masuknya topik baru seperti Selat Hormuz, yang memiliki dimensi strategis dan kepentingan besar bagi banyak pihak. Jalur ini merupakan lintasan sekitar 20 persen pasokan energi global dan telah diblokade Iran sejak konflik dimulai.

Harapan dan Upaya Diplomasi

Meski perundingan menemui jalan buntu, tanda-tanda pemulihan terbatas mulai terlihat. Dikutip dari Reuters, tiga kapal tanker raksasa bermuatan penuh minyak dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz pada Sabtu, menjadi yang pertama sejak gencatan senjata diberlakukan. Namun, ratusan kapal lainnya masih tertahan di kawasan Teluk, menunggu kepastian keamanan.

Pemerintah Pakistan menegaskan akan terus berperan sebagai mediator dalam upaya dialog antara AS dan Iran, meskipun perundingan terbaru di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan. Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Pakistan menyampaikan harapan agar kedua pihak tetap menjaga komitmen terhadap gencatan senjata serta melanjutkan upaya diplomasi.

Di satu sisi, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kesiapannya untuk membantu upaya perdamaian antara AS dan Iran. Pernyataan itu disampaikan langsung kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam percakapan telepon. Kremlin mengungkapkan bahwa Putin menekankan kesiapannya untuk terus memfasilitasi penyelesaian politik dan diplomatik atas konflik, serta untuk memediasi upaya mencapai perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Timur Tengah.

Kesimpulan

Pertemuan di Islamabad ini merupakan pertemuan langsung pertama antara AS dan Iran dalam lebih dari satu dekade, sekaligus menjadi pembicaraan tingkat tertinggi sejak Revolusi Islam Iran pada 1979. Meski sempat memunculkan harapan akan tercapainya solusi damai, kegagalan perundingan ini justru menambah ketidakpastian, terutama terhadap nasib gencatan senjata yang masih berlangsung dan stabilitas kawasan yang belum sepenuhnya pulih.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByAdriatno Majid
Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Politik

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Disebut Gelap, Pengamat Soroti Dinamika Politik

February 4, 2026
Politik

Iran Mengklaim Kemenangan di Medan Perang, Negosiasi dengan AS Tertunda

April 26, 2026
Politik

Larangan media sosial anak di Australia dikritik, game online tetap bebas

December 16, 2025
Politik

Solusi Tepat Cegah PHK PPPK, Temukan Akar Masalah, Harapan Pusat Persetujuan

April 4, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?