Sosok Alham Siagian, Suami Faizah Soraya yang Tewas Diduga Dihabisi Anak Masih SD di Medan
Kasus pembunuhan yang menimpa Faizah Soraya di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Sumatera Utara, menjadi sorotan publik. Faizah ditemukan tergeletak bersimbah darah di dalam kamar rumahnya pada Rabu (10/11/2025). Berdasarkan informasi awal, pelaku diduga adalah anak keduanya, SAS (12), yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).
Setelah kejadian berdarah tersebut, Alham, suami korban, mengantarkan SAS untuk mengakui perbuatannya. Ia juga membantu memastikan bahwa anaknya itu mengakui tindakan yang dilakukannya. Namun, ada beberapa kejanggalan dalam kasus ini yang masih perlu diselidiki lebih lanjut.
Salah satu hal yang mencurigakan adalah hubungan antara Alham dan Faizah yang tidak lagi harmonis. Menurut pengakuan saudara korban, Dimas, Alham diketahui sering selingkuh dengan perempuan lain. Ia bahkan pernah bekerja sebagai manager di Telkomokondo. Selama lima tahun terakhir, Alham diduga sering melakukan perselingkuhan dan memiliki hutang yang mungkin berasal dari judi.
Faizah menolak bercerai meskipun sudah dikhianati oleh Alham. Ia tak ingin anak-anaknya merasakan penderitaan yang sama seperti yang ia alami saat orang tuanya bercerai. Hal ini membuat keluarga korban merasa heran kenapa Alham bisa kembali ke rumah setelah mengucapkan niat untuk bercerai.
Reaksi Alham Istri Tewas
Sementara itu, warga sekitar menyebut bahwa Alham tampak sangat terpukul setelah kejadian. Ia terlihat menangis histeris dan gelisah. Saat insiden terjadi, Alham sedang tidur di kamar lantai dua, sementara Faizah dan kedua anaknya tidur di kamar lantai bawah. Pernyataan dari tetangga juga menyebutkan bahwa Alham tidak mendengar teriakan Faizah saat kejadian.
Pihak keluarga juga curiga terhadap Alham. Mereka tidak percaya bahwa SAS, yang masih berusia 12 tahun, bisa tega membunuh ibunya hanya karena marah karena kakaknya dimarahi. Mereka juga bertanya-tanya mengapa Alham bisa ada di rumah tersebut padahal sudah berniat bercerai.
Kronologi kejadian menunjukkan bahwa Faizah ditemukan oleh anak pertamanya pada pukul 05.00 WIB. Anak sulung korban kemudian menjerit histeris saat melihat ibunya terkapar bersimbah darah. SAS, putri bungsunya, ditemukan memegang pisau. Korban diduga ditusuk sebanyak 20 kali menggunakan pisau dapur.
Setelah kejadian, Alham tidak langsung membawa istrinya ke rumah sakit, namun menghubungi RS Colombia. Ia juga menghubungi petugas Polsek Medan Sunggal. Petugas dari Unit Reskrim Polsek Medan Sunggal dan tim Inafis Polrestabes Medan segera melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti senjata tajam jenis pisau.
Saat ini, terduga pelaku, SAS (12), sedang menjalani observasi psikologi forensik di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Medan. Iptu Dearma Agustina, Kanit PPA Polrestabes Medan, mengonfirmasi bahwa observasi psikologi forensik telah dilakukan selama dua hari terhadap terduga pelaku.
Motif di balik perbuatan keji tersebut masih menjadi fokus penyelidikan. Polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk jumlah dan luka tusukan pada korban. Penyelidikan terus berlanjut untuk mengungkap motif dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Pemeriksaan mendalam tidak hanya dilakukan terhadap terduga pelaku, tetapi juga terhadap ayah dan kakak kandungnya.
SAS yang masih di bawah umur diperiksa dengan pendampingan sang ayah. Kasatreskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, mengonfirmasi bahwa pelaku telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif. “Masih kita periksa, karena masih kecil dan trauma, dan harus ada pendamping nih,” kata AKBP Bayu saat dikonfirmasi awak media.
