Jembatan Penghubung Sukamaju–Sei Beras Sekata di Sunggal Mengalami Kerusakan Parah
Di Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, jembatan penghubung antara Desa Sukamaju dan Desa Sei Beras Sekata kini dalam kondisi memprihatinkan. Jembatan yang menjadi akses utama bagi warga dua desa tersebut mengalami kerusakan parah, terutama di bagian tengahnya. Keadaan ini membuat masyarakat harus ekstra hati-hati saat melintasi jembatan tersebut.
Kerusakan Jembatan dan Jalan Sekitar
Jembatan yang berada di Dusun Sukaramai mengalami longsor tepat di bagian tengah badan jembatan. Longsoran memiliki diameter sekitar dua meter dengan lebar mencapai satu hingga satu setengah meter. Di bawah jembatan, aliran anak sungai cukup dalam dengan arus yang deras, menambah kekhawatiran akan stabilitas struktur jembatan.
Selain jembatan, ruas jalan di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan serius. Banyak lubang besar menganga di badan jalan, yang sangat membahayakan pengendara, terutama saat malam hari dan musim penghujan. Pada saat hujan, air sering menggenangi jalan, sehingga lubang-lubang tidak terlihat jelas dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Tindakan Warga untuk Mencegah Kecelakaan
Saat ini, masyarakat memasang tumpukan kayu sebagai penanda bahwa jembatan dalam kondisi rusak dan berbahaya. Hal ini dilakukan agar pengendara dapat menghindari area yang berisiko.
Beberapa warga, seperti Hendri Sihotang, secara sukarela berjaga di lokasi untuk memandu kendaraan, terutama mobil, agar tidak terperosok ke lubang longsoran. Menurutnya, kondisi jembatan sudah berlangsung hampir satu tahun. Ia menyebutkan bahwa sejak kerusakan terjadi, beberapa kali terjadi kecelakaan yang menimpa pengendara, khususnya kendaraan roda empat yang terperosok ke bagian jalan yang longsor.
Hendri berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki jembatan yang menjadi akses vital warga. “Supaya cepat dibagusin lah, karena sudah lama. Mobil besar mau ke kampung sudah tidak bisa lagi,” ujarnya.
Kekhawatiran tentang Penerangan dan Jalur Alternatif
Selain kerusakan fisik, kawasan tersebut juga minim penerangan. Pada malam hari, area sekitar jembatan tampak gelap gulita karena tidak adanya lampu penerangan jalan. Padahal, lokasi jembatan dan jalan rusak tersebut tidak jauh dari Koperasi Merah Putih Beras Sei Sekata yang baru saja dibangun dan diresmikan pemerintah.
Warga juga mengeluhkan sulitnya melintasi jembatan dan jalan yang rusak. Sejak mengalami kerusakan, banyak warga terpaksa memilih jalur alternatif meskipun harus menempuh jarak yang lebih jauh dan waktu perjalanan yang lebih lama.
Harapan Warga untuk Perbaikan
Seorang pengendara, Sejahtera Ginting, juga menyampaikan harapan serupa. Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar aktivitas masyarakat kembali lancar dan aman. “Semoga cepatlah diperbaiki, karena sudah lama juga rusak. Cukup terganggu lah (melintas), jadi agar cepat diperbaiki begitu lah,” katanya.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret sebelum kerusakan semakin parah dan benar-benar memutus akses penghubung antara kedua desa tersebut.
