Sosok Haji Her, Bos Tembakau yang Kebutuhan Warga Jadi Prioritas
Seorang pengusaha tembakau asal Madura, Haji Her, kini menjadi sorotan karena tindakan baiknya dalam membantu warga miskin. Meski memiliki bisnis besar, ia memilih untuk menggunakan keuntungan dari dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) untuk merenovasi rumah warga yang kurang mampu.
Munculnya Nama Haji Her dalam Data Bantuan Sosial
Pada tahun 2024 lalu, Haji Her mengaku kaget ketika mengetahui namanya tercatat sebagai penerima bantuan sosial di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Bahkan, istri dan anak-anaknya juga terdaftar sebagai penerima PKH (Program Keluarga Harapan). Hal ini membuat Haji Her merasa tidak layak menerima bantuan tersebut, karena selama ini ia justru rutin memberikan bantuan melalui uang pribadinya.
Ia langsung menghubungi pihak terkait untuk meminta nama keluarganya dihapus dari daftar penerima bantuan. Menurut Haji Her, bantuan sosial seharusnya diberikan kepada orang yang benar-benar membutuhkan, bukan kepada orang yang sudah mampu.
Tanggapan Dinas Sosial dan Musyawarah Desa
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pamekasan, Herman Hidayat, menjelaskan bahwa DTKS merupakan data masyarakat pra sejahtera. Ia meminta desa setempat untuk mengajukan penghapusan nama Haji Her dan keluarganya dari daftar penerima bantuan. Menurutnya, Haji Her tidak layak menerima bantuan karena dinilai mampu.
Kordinator PKH Kecamatan Kadur, Fatmawati, menyatakan bahwa usulan penghapusan nama Haji Her sudah disetujui melalui musyawarah desa. Meskipun demikian, ia masih bingung mengapa nama Haji Her masih tercantum dalam situs cekbansos.kemensos.go.id.
Tindakan Nyata Haji Her untuk Masyarakat
Baru-baru ini, Haji Her melakukan program bedah rumah di Desa Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan. Program ini didanai sepenuhnya dari keuntungan dapur MBG miliknya di Bangkalan. Meskipun baru beroperasi selama sebulan, Haji Her sudah mendapatkan keuntungan yang digunakan untuk membantu warga.
Menurut Haji Her, dana dari dapur MBG akan digunakan untuk merenovasi satu rumah per bulan. Ia bahkan menyatakan tidak mengambil keuntungan sedikit pun dari program tersebut.
Peran BMC dalam Penyaringan Penerima Bantuan
Haji Her bekerja sama dengan tim Bawang Merah Center (BMC) untuk mencari data warga yang benar-benar membutuhkan. Tim BMC melakukan survei lapangan agar bantuan bisa tepat sasaran. Haji Her berharap, program ini bisa menjadi contoh bagi dapur-dapur lain agar tidak hanya berfokus pada keuntungan pribadi.
Respons Kepala Desa Pangeleyan
Kepala Desa Pangeleyan, Zaiqulhak Alfarizi, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan oleh Haji Her. Ia mengapresiasi langkah Haji Her dalam memberikan manfaat nyata bagi warga desa. Selain itu, Alfarizi juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan, baik dalam bentuk uang maupun renovasi rumah.
Haji Her, yang dikenal dengan julukan “Crazy Rich Madura”, telah menjadi teladan bagi banyak orang. Meskipun memiliki bisnis besar, ia tetap memprioritaskan kebutuhan masyarakat. Tindakan baiknya ini menjadi inspirasi bagi para pengusaha lain untuk berkontribusi dalam pembangunan sosial.
