Peran Gerbang Tol dalam Pembangunan Infrastruktur
Meski ada bocoran mengenai lokasi gerbang tol Getaci, Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan diskusi intensif dengan para kepala daerah untuk menentukan lokasi pintu keluar tol. Namun, Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, terlihat sangat ngotot agar Kabupaten Tasikmalaya diberikan tiga buah gerbang tol.
Menurut Bupati Cecep, Tol Getaci merupakan salah satu infrastruktur yang paling ditunggu oleh masyarakat Jawa Barat (Jabar) Selatan. Kehadirannya akan menjadi penopang utama percepatan distribusi barang maupun mobilitas masyarakat, terlebih saat ini akses tol di Jabar belum menyentuh wilayah selatan.
Bupati Cecep menegaskan bahwa pihaknya siap bekerja sama agar Tol Getaci segera terealisasi. Ia berharap keberadaan Tol Getaci dapat membuka ruang investasi dan pengembangan bagi wilayah dan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.
“Tol Getaci ini merupakan salah satu infrastruktur yang paling ditunggu masyarakat Jabar Selatan. Kehadirannya akan menjadi penopang utama percepatan distribusi barang maupun mobilitas masyarakat di wilayah Jabar Selatan,” ujar Bupati Cecep melalui pesan elektroniknya, Kamis lalu (04/12).
Pengajuan Tiga Gerbang Tol
Gerbang tol merupakan bagian penting dari rangkaian jalan tol. Untuk itu, kehadiran gerbang tol harus mampu mendongkrak aksesibilitas ke wilayah yang memiliki potensi ekonomi. Bupati Cecep telah mengajukan tiga gerbang tol untuk Kabupaten Tasikmalaya, yaitu:
- Pertama, di Kecamatan Padakembang arah menuju jalan baru Ciawi-Singaparna.
- Kedua, arah menuju Tasikmalaya selatan yakni Sukaraja.
- Ketiga, wilayah timur menuju Manonjaya.
Usulan tiga gerbang tol tersebut dianggap mampu mewakili kebutuhan konektivitas wilayah utara, tengah, dan selatan. Bupati Cecep tetap meminta jumlah gerbang tol sesuai usulan tersebut.
Respons Pemkot Tasikmalaya
Sejumlah kalangan salut terhadap sikap Bupati Cecep yang sangat ngotot atas keberadaan gerbang tol. Menurut mereka, Bupati Cecep menyadari bahwa gerbang tol adalah bagian penting dari rangkaian panjang jalan tol. Oleh karena itu, wajar jika ia terus mempertahankan permintaan tiga gerbang tol.

Munculnya Tol Getaci sebagai harapan warga Kota Tasikmalaya tentu harus diiringi dengan kesiapan Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya dalam menyiapkan sarana dan prasarana seperti pelayanan, kenyamanan, dan keamanan. Terlebih, Kota Tasikmalaya nantinya akan memiliki exit tol yang perlu segera direncanakan secara jauh ke depan.
Sayangnya, berbeda dengan Bupati Cecep, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfaridzi tampak kurang antusias dalam merespons perkembangan Tol Getaci. Hal ini terbukti dari tidak adanya pernyataan resmi yang tegas dan berpihak pada kehendak masyarakat dari Wali Kota terkait pembangunan Tol Getaci.
“Terasa Wali Kota Tasikmalaya agak kurang resfeck terhadap perkembangan Tol Getaci. Faktanya, tidak ada satu pun pernyataan Wali Kota yang tegas dan jelas tentang keberadaan Tol Getaci dan itu berbeda dengan Bupati Tasikmalaya dan Bupati Garut,” ujar Helly Roem, aktivis sosial budaya, kepada media, Kamis malam kemarin (11/12).
Harapan Masa Depan
Di tempat berbeda, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya, Dr. Ivan Dicksan, menyambut baik dilanjutkannya pembangunan Tol Getaci. Ia berharap kehadiran Tol Getaci dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kota Tasikmalaya.
Menurut Ivan, kehadiran Tol Getaci merupakan peluang yang harus dimanfaatkan secara optimal oleh Pemkot Tasikmalaya. Bahkan, ia berharap kehadiran Tol Getaci akan diikuti dengan meningkatnya investasi di Kota Tasikmalaya.
“Yang paling urgen sekarang ini adalah mentuntaskan perubahan rencana umum tata ruang dan rencana detail tata ruang. Karena itu akan mengatur kawasan yang dipersiapkan untuk investasi. Itu saya kira sangat mendesak,” papar Ivan yang juga dosen di STIA YPPT Priatim Tasikmalaya.
Ivan menegaskan pentingnya digitalisasi dan integrasi sistem perijinan. Dengan digitalisasi yang diintegrasikan ke sistem perizinan, calon investor bisa mengecek langsung melalui Online Single Submission (OSS) atau Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik.
