Proses pengajuan visa sering kali dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan. Modus penipuan ini biasanya diikuti dengan janji-janji seperti proses instan, biaya yang murah, dan jaminan bahwa visa akan diterima. Hal ini dapat menipu para pemohon visa yang kurang waspada.
Dalam sebuah pernyataannya, Chief Operating Officer VFS Global untuk wilayah Australasia, China, dan RCIS, Simon Peachey, mengimbau para wisatawan untuk segera mengajukan permohonan visa. Ia menjelaskan bahwa pengajuan visa yang terlalu mendekati waktu keberangkatan tidak hanya berisiko menyebabkan keterlambatan, tetapi juga membuat para pemohon lebih rentan terhadap oknum penipu yang memanfaatkan situasi darurat.
Menjelang musim liburan, sebagai agen resmi kedutaan yang mengelola aplikasi visa bagi 24 pemerintah luar negeri di Indonesia, VFS Global mengungkapkan beberapa cara menghindari penipuan visa. Layanan ini tersedia melalui jaringan 45 pusat pengajuan visa di lima kota, yaitu Bali, Jakarta, Makassar, Medan, dan Surabaya.
Cara Menghindari Penipuan Visa
-
Ajukan permohonan visa jauh-jauh hari
Setelah memesan tiket pesawat dan akomodasi negara tujuan, sebaiknya segera ajukan permohonan visa seawal mungkin. Pada waktu-waktu tertentu dalam setahun, permohonan visa dapat lebih ramai atau lebih sepi untuk negara tujuan tertentu. Misalnya, berdasarkan data VFS Global, permintaan visa wisata ke Eropa biasanya melonjak jelang musim panas, sekitar bulan Maret dan April setiap tahunnya. Itu sebabnya, disarankan mengajukan permohonan visa sekitar 180 hari atau enam bulan sebelum keberangkatan. Dengan demikian, pemohon visa tidak perlu tergesa-gesa dan dapat terhindar dari modus penipuan visa. -
Jangan mudah tergiur jaminan visa diterima
Simon mengatakan bahwa dengan meningkatnya perjalanan ke luar negeri dari Indonesia, permintaan janji temu untuk membuat visa juga semakin tinggi. Sayangnya, peningkatan permintaan visa kerap menjadi celah bagi sejumlah oknum untuk melakukan penipuan. Perlu diketahui bahwa permohonan visa bisa saja ditolak. Keputusan untuk penerimaan, penolakan, hingga waktu pemrosesan visa, tidak bisa dipengaruhi oleh siapa pun, termasuk pihak ketiga. Keputusan pengajuan visa diterima atau ditolak sepenuhnya berada di tangan kedutaan besar atau konsulat yang bersangkutan. Jadi, hati-hati bila menemui oknum yang menjanjikan kepastian permohonan visa. -
Jangan asal transfer biaya visa
Simon mengimbau pemohon visa untuk tidak sembarang melakukan pembayaran visa ke rekening bank pribadi atau melalui tautan tidak resmi. Jika pemohon diminta untuk melakukan pembayaran ke rekening pribadi untuk mempercepat proses permohonan visa, terdapat indikasi pemohon berinteraksi dengan penipu. Tidak ada pihak ketiga mana pun yang dapat menjamin persetujuan visa selain perwakilan diplomatik. Bila ingin mengurus visa melalui VFS Global, pendaftaran dapat dilakukan secara langsung melalui situs web resmi www.vfsglobal.com atau portal pemerintah. Semua pembayaran hanya terjadi melalui situs resmi VFS Global atau melalui Pusat Permohonan Visa (Visa Application Centre). -
Pelajari tahapan membuat visa
Sebelum memulai pengajuan visa, pelajari langkah-langkah membuat visa demi menghindari penipuan. Sampai saat ini, penipuan terkait visa terus terjadi secara global. Untuk mengatasi masalah ini, VFS Global terus aktif mengedukasi masyarakat guna mengurangi insiden penipuan melalui kampanye kesadaran global bertajuk #DoNotFallForFraud. Kampanye ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang cara mengidentifikasi dan menghindari risiko tersebut. Pemohon visa diharapkan tetap berhati-hati dan selalu menggunakan saluran resmi untuk mengajukan permohonan yang akurat.
Apa yang Harus Dilakukan Bila Menjadi Korban Penipuan Visa?
Jika pemohon menjadi korban penipuan visa atau imigrasi, segera laporkan ke pihak kepolisian. Khusus pemohon visa yang mengajukan aplikasi via VFS Global, kemudian dihubungi oleh pihak yang menawarkan pertemuan visa atau mengklaim memiliki akses khusus, segera laporkan hal tersebut kepada VFS Global dengan mengakses situs ini: https://secure.ethicspoint.eu/domain/media/en/gui/108559/index.html. Pemohon juga dapat mengunjungi laman sumber daya anti-penipuan VFS Global melalui tautan https://www.vfsglobal.com/en/donotfallforfraud/ untuk mempelajari lebih lanjut informasi penipuan sebagai upaya melindungi diri dan orang-orang terdekat.
