Bupati Kubu Raya Beri Perhatian Khusus pada Korban Kecelakaan Lift di Masjid Agung Awwaluddin
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menunjukkan perhatian yang sangat besar terhadap korban kecelakaan kerja yang terjadi di Masjid Agung Awwaluddin. Kejadian tersebut melibatkan lift yang jatuh, sehingga mengakibatkan enam pekerja menjadi korban. Tiga di antaranya mengalami luka berat, sementara tiga lainnya mengalami luka ringan.
Sebelum insiden terjadi, Sujiwo pernah menggunakan lift barang tersebut saat melakukan peninjauan. Beruntung, tidak ada hal buruk yang terjadi pada saat itu. Menurut bupati, semua kondisi dalam keadaan baik dan aman.
“Untung kemarin waktu kita ninjau di sana itu tidak terjadi apa-apa, karena ya pakai lift juga gitu,” ujar Bupati Sujiwo kepada media, Minggu 12 April 2026. Ia menyampaikan rasa syukur atas keselamatan yang diberikan Tuhan.
Sujiwo mengingatkan seluruh pelaksana, baik swasta maupun pemerintah, untuk lebih memperhatikan keselamatan para pekerja. Ia menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama. “Terutama kepada penanggung jawab pelaksana di sana, saya sudah peringatkan secara keras untuk selalu diperhatikan keselamatan. Contoh misalnya helm, itu wajib digunakan. Kemudian harus dicek misalnya di situ ada lift kerja, seperti apa kondisi lift kerja itu,” tegas Sujiwo.
Pembiayaan dan Penanganan Korban
Dalam menangani pembiayaan para korban, Sujiwo memastikan akan memberikan atensi khusus. Ia telah memberikan instruksi kepada Dinas Kesehatan untuk mengawal dan membackup berkaitan dengan pembiayaan para pekerja. “Kita cek nanti mana yang tercover BPJS, mana yang tidak. Saya juga akan diskusi dengan kepala rumah sakitnya,” ujar Sujiwo.
Korban insiden tali lift putus di Masjid Agung Awwaluddin sebelumnya dirawat di Rumah Sakit AURI Jumat 10 April 2026. Para pekerja bangunan yang sedang istirahat makan siang mengalami kecelakaan pada proyek pembangunan Masjid Agung Awwaluddin di Jalan Adisucipto, Kecamatan Sungai Raya.
Identitas Korban dan Kondisi Kesehatan
Madrosid, anggota keluarga korban, menjelaskan bahwa ada sebanyak enam orang menjadi korban, tiga di antaranya mengalami luka berat. Mereka berasal dari Parit Keramat, Dusun Keramat 1, yakni Samiri, Markoat, dan Mistuki. Samiri mengalami patah rahang dan cedera berat di bagian kepala. Markoat mengalami patah tangan dan kaki. Sementara Mistuki mengalami patah rahang dan cedera tulang belakang.
“Mereka ini jatuh saat mau istirahat dan turun pakai lift kemudian tali seling lift putus,” ujar Madrosid. Selaku keluarga, ia mengharapkan pertanggungjawaban dari pihak terkait dan mengawal proses pengobatan korban hingga sembuh.
Situasi di Lokasi Pembangunan
Sementara pantauan reporter di lokasi, bangunan sedang dalam proses pembangunan. Para pengurus juga tampak mendatangi lokasi, namun belum berkenan memberikan keterangan.
Berdasarkan informasi, terdapat enam pekerja yang mengalami kecelakaan kerja hingga harus dilarikan ke RSAU dr Mohammad Sutomo (AURI).
