Angin Puting Beliung Menerjang Cimahi, Merusak Ratusan Bangunan dan Mengakibatkan Korban
Pada Jumat (6/3/2026) sore, kota Cimahi dikejutkan oleh terjadinya angin puting beliung yang mengakibatkan kerusakan besar pada berbagai bangunan dan fasilitas umum. Peristiwa ini menimpa sejumlah wilayah, termasuk Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah. Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi, tercatat 117 rumah mengalami kerusakan akibat peristiwa tersebut.
Selain itu, sebuah masjid dan kantor RW juga ikut rusak akibat kekuatan angin yang tiba-tiba menerjang. Saat ini, BPBD masih melakukan asesmen untuk mengetahui detail tingkat kerusakan, apakah termasuk dalam kategori ringan, sedang, atau berat.
Korban yang tercatat akibat peristiwa ini mencapai lima orang. Dua di antaranya harus dirujuk ke Rumah Sakit Dustira untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara korban lainnya dilaporkan telah melakukan evakuasi mandiri.
Wilayah Terdampak Parah di Padasuka
Wilayah yang paling parah terkena dampak angin puting beliung adalah Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah. Kepala BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan penilaian terhadap jumlah kerusakan. Ia menyatakan bahwa data yang ada masih bersifat sementara dan belum sepenuhnya lengkap.
“Data sementara dari 6 RW ada 117 rumah, ada masjid, dan kantor RW yang terdampak puting beliung tadi sore, itu data sementara, kami masih melakukan asesmen,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Dampak Lain di Kawasan Pemkot Cimahi
Selain kerusakan pada bangunan, angin puting beliung juga menimbulkan dampak lain di kawasan Pemkot Cimahi. Banyak pohon tumbang, lapak pedagang rusak, dan kendaraan tertimpa dahan. Beberapa jalan utama seperti Raden Demang Hardjakusumah sempat mengalami kemacetan akibat patahan dahan pohon yang melintang di jalan.
Seorang pedagang takjil, Herman, mengungkapkan pengalamannya saat angin puting beliung menerjang. Menurutnya, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Ia sedang melayani pembeli ketika angin tiba-tiba datang dengan kekuatan besar.
“Lagi ngeladangan (melayani pembeli), angin besar, ga kuat liatnya, saya langsung lari. Sekitar 5 menit, dari belakang sana langsung ke sini, saya ngeliat putaran anginnya,” katanya.
Herman menambahkan bahwa banyak kendaraan bermotor yang tertimpa dahan pohon, namun tidak ada korban luka serius. “Roda-roda seblak, motor, mobil kena pohon, kebanyakan motor yang kena, soalnya pada lewat, tapi selamat orangnya,” tambahnya.
Kerusakan pada Warung Semi Permanen
Yudi, pemilik warung semi permanen di Jalan Raden Demang Hardjakusumah, juga mengalami kerusakan akibat angin puting beliung. Menurutnya, meskipun peristiwa hanya berlangsung sekitar satu menit, dampaknya cukup besar. Atap seng warungnya rusak, serta bagian dapur terkena dampak angin.
“Betul ada angin puting beliung, cuma lewat sekitar satu menitanlah, tapi tempat saya habis, atap seng rusak, ada terbang, sama dapur tadi saya di pojok warung,” ujarnya.
Akibat kerusakan tersebut, Yudi harus menutup sementara warungnya untuk melakukan perbaikan. Ia memperkirakan kerugian mencapai Rp20 juta. “Ya sementara ditutup dulu, kayanya dua harian, buat renovasi. Kerugian nyampe 20 (juta) mah lah, harus dibenerin dari awal. Ini buat buka, ya mau bagaimana lagi,” kata Yudi.
Ia juga mengungkapkan rasa takut akibat kekuatan angin yang begitu kencang. “Kenceng banget, kalau Valentino Rossi kayanya kalah kencengnya, saya nyelamatin diri. Saya diem di pojokan, karena ada pohon takut tumbang, takut nimpa,” tutupnya.
