Ringkasan Berita Terpopuler
Beberapa berita menarik telah menjadi viral dalam minggu ini. Mulai dari kejadian kepala sekolah yang marah karena menu makanan bergizi gratis (MBG) dianggap basi, hingga kasus uang BLT yang diduga dipotong oleh pegawai desa, hingga aksi pencurian amplop pengantin yang viral di media sosial.
Kepala Sekolah Marah Karena Menu MBG Diduga Basi
Seorang kepala sekolah SD di Kabupaten Lampung Utara mengamuk setelah menemukan menu makanan bergizi gratis (MBG) yang diberikan kepada siswanya dinilai tidak layak konsumsi. Video kejadian ini viral di media sosial dan memicu investigasi dari pihak terkait.
Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindang Sari dihentikan sementara setelah dilakukan pengecekan langsung ke lokasi. Menurut Fitra Alfarisi, Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Nasional (KPPGN) Bandar Lampung, ada beberapa spesifikasi dapur yang belum sesuai dengan juknis.
Salah satu temuan adalah kurangnya fasilitas water heater untuk mencuci ompreng makanan. Meskipun demikian, hasil pemeriksaan sampel menunjukkan bahwa makanan masih layak konsumsi. Dalam video yang beredar, kepala sekolah menunjukkan kondisi paket MBG yang dinilainya tidak laik makan.
Selain itu, 11 siswa di SDN 3 Sindang Sari dilaporkan mengalami keracunan akibat makanan tersebut. Mereka mengalami gejala seperti mual, pusing, dan muntah-muntah. Namun, alhamdulillah mereka sudah kembali ke rumah setelah menjalani perawatan di rumah sakit.
Menanggapi kejadian ini, Abib Saputra, Kepala SPPG Sindang Sari, membantah bahwa menu MBG yang diberikan tidak layak konsumsi.
Ibu-ibu Mengaku Uang BLT Dipotong Pegawai Desa
Seorang ibu bernama Mimin Maidah viral di media sosial setelah mengungkap bahwa uang Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) yang seharusnya diterimanya sebesar Rp900.000 dipotong sebesar Rp500.000 oleh oknum pegawai desa.
Dalam video yang viral, Mimin menceritakan bagaimana ia mengambil uang BLT Kesra di kantor pos dan kemudian uang tersebut dipotong oleh pegawai desa. Awalnya ia merasa bingung, namun akhirnya pulang tanpa tanda tangan dokumen apa pun.
Namun, tak lama setelah video tersebut viral, Mimin kembali memberikan klarifikasi. Ia menyatakan bahwa uang yang dipotong bukanlah potongan, melainkan diberikan secara sukarela untuk warga yang tidak kebagian BLT Kesra.
Video klarifikasi Mimin mendapat banyak respons dari netizen. Beberapa netizen menduga adanya intimidasi terhadap ibu-ibu tersebut. Mereka meminta agar pihak berwenang melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Dua Wanita Ketahuan Curi Amplop Pengantin
Aksi dua wanita yang ketahuan mencuri amplop pengantin di acara resepsi pernikahan viral di media sosial. Kejadian ini terjadi di wilayah RT 02 RW 04 Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Dalam video yang viral di TikTok, warga dan tamu undangan menyaksikan dua wanita yang digiring dan diarak ke dalam sebuah rumah. Para warga menyoraki dan menyebut bahwa kedua wanita tersebut adalah maling.
Berdasarkan informasi dari warga, kedua pelaku mencuri puluhan amplop berisi uang. Mereka berpura-pura menjadi tamu undangan dan sempat menikmati hidangan makanan. Namun, saat pengantin lengah, salah satu pelaku mengambil tumpukan amplop tersebut.
Setelah aksinya diketahui, kedua pelaku diarak oleh warga dan keluarga pengantin. Mereka tampak panik dan menunduk sambil menutupi wajahnya yang sedang menangis.
Kejadian ini dilaporkan pada Sabtu (10/1/2026), dan polisi akhirnya diamankan setelah warga merekam wajah kedua terduga pelaku.
