Perkuat Ketahanan Pangan Daerah, Wagub Edy Pratowo Sebut Kalteng Perlu Hilirisasi Pengolahan Padi
- Perkuat Ketahanan Pangan Daerah, Wagub Edy Pratowo Sebut Kalteng Perlu Hilirisasi Pengolahan Padi
- Karhutla di Kalteng, Terjadi 16 Kasus dengan Luasan 20,76 Hektare Selama 1-18 Januari 2026
- Kejati Kalteng Cecar Eks Sekda Kotim 10 Pertanyaan Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada 2024
- Kendala Lahan Hambat Koperasi Desa Merah Putih di Kalteng, Baru 100 dari 1.542 Gerai Rampung
Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo menegaskan bahwa pengembangan hilirisasi pengolahan padi menjadi beras sangat penting dalam upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. Ia menilai bahwa dengan adanya dukungan dari pihak swasta, pengelolaan secara teknis dapat terwujud dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
Kalteng, kata Edy, selama ini masih bergantung pada pasokan beras dari luar daerah, meskipun potensi produksi padi lokal cukup besar dan bisa dikelola secara lebih optimal. “Ini peluang, bagaimana hasil pertanian, khususnya padi, bisa diolah dan diproduksi dengan brand kita, sehingga menjadi stok pangan beras,” ujarnya usai membuka Rakerda dan Diklatda BPD HIPMI Kalteng, Minggu (18/1/2026) malam.
Edy menjelaskan bahwa pemerintah daerah dapat membangun infrastruktur pengolahan melalui anggaran APBD. Namun, pengelolaan teknisnya perlu melibatkan pihak lain seperti Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maupun pelaku usaha. “Pabrik bisa dibangun pemerintah, tetapi pelaksanaannya harus digerakkan oleh BUMD atau bekerja sama dengan pengusaha,” katanya.
Karhutla di Kalteng, Terjadi 16 Kasus dengan Luasan 20,76 Hektare Selama 1-18 Januari 2026
Berdasarkan data yang tercatat di BPB-PK Kalteng dari 1 sampai 18 Januari 2026, terjadi 16 kejadian karhutla dengan luasan terbakar sekitar 20,76 hektare di seluruh wilayah. Tercatat pada hari Minggu (18/1/2026), terdapat 11 titik hotspot dengan luasan terbakar mencapai 4,91 hektare.
Meski saat ini Kalimantan Tengah masih berada di musim hujan, kondisi cuaca terakhir menunjukkan suhu udara yang lebih panas. Hal ini meningkatkan potensi kebakaran lahan di sejumlah wilayah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPB-PK Kalteng, Indra Wiratama mengatakan, sesuai prakiraan dari BMKG, Kalimantan Tengah masih dalam musim penghujan. Musim kemarau diperkirakan akan terjadi pada Juni atau Juli 2026. Meski demikian, peningkatan suhu udara dalam sepekan terakhir berdampak pada meningkatnya risiko kebakaran lahan.
Kejati Kalteng Cecar Eks Sekda Kotim 10 Pertanyaan Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada 2024
Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah memeriksa mantan Sekda Kotawaringin Timur (Kotim), Fajrurrahman, sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi dana hibah Pilkada Kotim Tahun Anggaran 2023–2024. Fajrurrahman dimintai keterangan terkait dugaan penyimpangan pengelolaan dana hibah yang diberikan kepada KPU Kotim.
Penyidik Kejati Kalteng bertanya lebih dari 10 pertanyaan terkait tugasnya saat menjabat sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kotim. Pemeriksaan dilakukan mulai pukul 11.00 WIB hingga 17.00 WIB pada Senin (19/1/2026).
Kendala Lahan Hambat Koperasi Desa Merah Putih di Kalteng, Baru 100 dari 1.542 Gerai Rampung
Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di daerah menghadapi kendala terkait ketersediaan dan kepastian status lahan. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalimantan Tengah, Herson B Aden menyebutkan, kendala tersebut tergolong klasik namun krusial karena berkaitan langsung dengan keberlanjutan koperasi di lapangan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus melakukan pendampingan kepada pemerintah kabupaten dan kota terkait pembangunan Koperasi Merah Putih. Persoalan utama yang sering dikeluhkan oleh kabupaten dan kota adalah masalah lahan yang belum memiliki status jelas.
Herson B Aden menjelaskan bahwa kendala ini tidak hanya menghambat percepatan pembangunan, tetapi juga berpotensi mengurangi efektivitas operasional koperasi dalam jangka panjang. Pemerintah provinsi berkomitmen untuk terus memastikan agar semua proses pembangunan koperasi dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.
