Alasan Pandji Pragiwaksono Tidak Membahas Anies Baswedan dan Tokoh Lain
Pandji Pragiwaksono, komika yang dikenal dengan kritik tajamnya terhadap pemerintahan, dalam pertunjukan Mens Rea yang tayang di Netflix sejak Desember 2025, tidak membahas beberapa tokoh penting seperti Anies Baswedan. Hal ini disampaikan oleh Pandji sebagai bagian dari penjelasannya mengapa ia memilih untuk fokus pada kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menurut Pandji, alasan utama ia tidak menyentil Anies Baswedan adalah karena saat ini Anies tidak lagi menjabat posisi pemerintahan. Ia menjelaskan bahwa selama Anies menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, ia sering memberikan kritik terhadap kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Anies. Mulai dari program hunian DP 0 Rupiah hingga isu Formula E, semua itu pernah menjadi bahan lelucon atau kritik dalam pertunjukan Pandji.
Namun, kini menurut pandangan Pandji, isu-isu tersebut sudah tidak segar lagi dibahas. Ia lebih memilih untuk fokus pada pejabat publik aktif, terutama Presiden dan Wakil Presiden, karena mereka bertanggung jawab atas kebijakan yang diambil dan dana yang digunakan berasal dari pajak rakyat.
Hak Rakyat untuk Berkritik
Pandji menegaskan bahwa rakyat memiliki hak untuk berkritik terhadap pemerintahan. Menurutnya, rakyat berhak memberikan penilaian terhadap cara kerja pemerintahan, terlebih karena mereka secara langsung atau tidak langsung membiayai negara melalui pajak. Dalam penjelasannya, Pandji menyebutkan bahwa pajak tidak hanya berasal dari PPH 21, tetapi juga dari pajak konsumsi, bensin, pulsa, belanja, dan lainnya.
“Kita bayar pajak, semua yang tadi kita sebut itu, selama masih dalam jabatan, kita tuh berhak untuk mengkritik,” jelas Pandji dalam salah satu tayangan YouTube miliknya.
Menurut Pandji, karena Anies Baswedan tidak lagi menjabat, maka tidak ada alasan untuk membahasnya. Ia juga menjelaskan bahwa hal ini berlaku untuk tokoh-tokoh lain seperti Ahok, Ganjar Pranowo, Mahfud MD, dan Gita Wirjawan. Semua tokoh tersebut tidak lagi menjabat posisi pemerintahan, sehingga tidak layak dibahas dalam konteks kebijakan pemerintah.
Kritik Terhadap Keputusan Pandji
Meski Pandji menjelaskan alasan-alasannya, ada pihak yang meragukan niatnya. Salah satunya adalah politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ade Armando. Ia menduga bahwa Pandji memiliki agenda tersendiri, terutama terkait Pilpres 2029.
Ade mengungkapkan bahwa ia melihat latar belakang Pandji pernah menjadi bagian dari tim sukses Anies Baswedan pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Ia khawatir bahwa Pandji mungkin ingin menyalahkan Gibran dan menciptakan persepsi negatif terhadapnya agar bisa mengurangi popularitas Gibran dalam Pilpres 2029.
“Apakah ejekan Pandji ke arah Gibran ini adalah bagian dari propaganda hitam untuk menghabisi Gibran? Tentu saja pertanyaan itu belum bisa dijawab. Kita lihat saja nanti,” ujar Ade dalam sebuah tayangan YouTube.
Kesimpulan
Pandji Pragiwaksono menjelaskan bahwa keputusannya untuk tidak membahas Anies Baswedan dan tokoh lain yang tidak lagi menjabat adalah karena mereka tidak lagi terlibat dalam pemerintahan. Ia menekankan bahwa rakyat berhak untuk berkritik terhadap pejabat publik yang bekerja dengan dana pajak. Namun, ada pihak yang mengkhawatirkan niat di balik keputusan ini, terutama terkait Pilpres 2029. Meski demikian, Pandji tetap bersikukuh bahwa kritik yang dia sampaikan adalah bentuk partisipasi warga negara dalam membangun pemerintahan yang lebih baik.
