Perbaikan Kebocoran Pipa Gas di Desa Gunung Raja
Kebocoran pipa gas yang terjadi di Desa Gunung Raja, Kecamatan Empat Petulai Dangku, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumsel telah selesai diperbaiki. Kejadian ini sempat mengkhawatirkan warga sekitar karena adanya semburan asap dan aroma menyengat dari dalam tanah.
Sebelumnya, warga di sekitar area kebocoran memilih untuk mengungsi sementara akibat rasa cemas terhadap potensi bahaya ledakan. Pihak PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 Field Prabumulih mengklaim bahwa proses perbaikan telah selesai dilakukan oleh Tim Emergency Response mereka.
Senior Manager PEP Prabumulih Field M Luthfi Ferdiansyah menjelaskan bahwa tim tersebut telah melakukan penanggulangan kebocoran dengan aman. Ia juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan setiap kebocoran atau aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti secara cepat.
Penyebab Kebocoran
Dari informasi yang diperoleh, kebocoran terjadi pada pipa gas mentah Sales 8 Inchi milik PHR Zona 4 Field Prabumulih. Diduga kebocoran disebabkan oleh korosi atau karat pada pipa yang sudah tua. Hal ini membuat pipa tidak mampu menahan tekanan gas yang kuat.
Kejadian ini pertama kali diketahui oleh warga sekitar pada pukul 10.45 WIB, saat mereka mencium bau gas yang sangat menyengat. Setelah dicek, ternyata ada kebocoran dari dalam tanah yang menyembur hingga permukaan. Akibatnya, warga memilih untuk mengungsi keluar rumah dan membatasi aktivitas seperti memasak menggunakan api.
Tanggapan dari Pihak Berwenang
Kepala Desa Gunung Raja, Sudianto, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa petugas Pertamina masih berada di lokasi untuk mengamankan area dan menutup kebocoran. Saat ini, warga yang terdampak telah kembali ke rumah masing-masing setelah kebocoran berhasil ditangani.
Sementara itu, Kapolres Muara Enim AKBP Hendry Syaputra melalui Kasi Humas AKP RTM Situmorang menjelaskan bahwa kejadian bermula dari laporan warga tentang kebocoran pipa gas di jalur SALES dari SKG 3 ke SKG 10 PMB. Pihak security dan Pertamina langsung melakukan pengecekan dan menutup pipa untuk mencegah kebocoran meluas. Mereka juga memasang police line untuk mengamankan lokasi.
Menurut Kasi Humas, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, beberapa tanaman pohon karet dan rumah warga terkena dampak dari semburan gas. Pihak kepolisian juga memberikan bantuan berupa konsumsi kepada warga sekitar dan mengimbau agar tidak menghidupkan api.
Tindakan Lanjutan
Pihak PHR Zona 4 Field Prabumulih belum bersedia memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab kebocoran, usia pipa, kedalaman pipa, dan jarak aman dengan area permukiman. Menurut salah satu staf Media Relations PHR Zona 4, informasi terkait kejadian ini akan segera dirilis.
Selain itu, pihak Pertamina sedang mendata warga yang terdampak dan mungkin akan memberikan kompensasi. Warga juga diminta untuk tetap waspada dan tidak mendekati lokasi kebocoran sampai dinyatakan aman.
