Kondisi BBM di Dabo Singkep Menimbulkan Antrean Panjang
Warga Dabo Singkep, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, mengalami kesulitan mencari Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite. Kejadian ini terjadi pada Rabu (1/4/2026) malam dan berlanjut hingga Kamis (2/4/2026) pagi. Antrean panjang terlihat di beberapa kios eceran BBM, terutama di Jalan Pahlawan, dekat area Gedung Nasional Dabo Singkep.
Mayoritas kios eceran yang biasanya menjual BBM ditutup atau tidak menyediakan pertalite. Alasan utama adalah stok yang habis atau tidak tersedia. Hal ini memicu kebingungan dan kesulitan bagi warga setempat yang bergantung pada BBM untuk aktivitas sehari-hari.
Penutupan SPBU Mengakibatkan Kelangkaan BBM
Penyebab utama kelangkaan BBM di Dabo Singkep adalah penutupan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di pusat Kota Dabo Singkep. SPBU tersebut telah tutup selama kurang lebih tiga pekan terakhir. Akibatnya, masyarakat terpaksa mencari alternatif dengan membeli BBM dari kios-kios eceran.
Namun, ketersediaan BBM di tingkat pengecer juga terbatas. Banyak kios yang tidak menjual Pertalite seperti biasanya, bahkan sejumlah warung yang biasanya menjajakan BBM dalam botol juga terlihat kosong. Hal ini memperparah kondisi antrean di kios yang masih memiliki stok BBM.
Warga Terpaksa Membeli BBM dengan Harga Lebih Mahal
Salah satu warga, Paino, mengaku harus mengantre sejak Rabu malam pukul 20.50 WIB demi mendapatkan BBM untuk kendaraannya. Ia mengatakan bahwa saat ini sulit menemukan BBM karena kios-kios lain tutup dan tidak ada pilihan lain selain membeli dari kios eceran.
“Sekarang susah cari minyak, kios lain tutup, gak tau kenapa,” ujar Paino. “Sementara SPBU tutup, jadi mau tidak mau kami beli di kios eceran walaupun harganya lebih mahal.”
Paino berharap SPBU di Dabo Singkep bisa segera beroperasi kembali karena kondisi ini cukup menyulitkan masyarakat, terutama bagi warga yang bergantung pada kendaraan untuk bekerja.
Antrean Berlanjut dan Biaya Lebih Besar
Toni, warga lainnya, juga mengalami hal serupa. Ia mengaku sudah mengantre pada Kamis pagi pukul 07.30 WIB. Toni merasa bingung karena BBM tiba-tiba langka dan banyak kios yang tutup.
“Tak tau tiba-tiba langka, kios minyak lain tutup, aneh juga,” ujar Toni. “Saya baru tau malam tadi kalau BBM lagi susah, biasanya kalau SPBU tutup masih bisa isi di kios eceran, tapi kios pun banyak tutup dengan alasan habis.”
Menurut Toni, kondisi ini cukup menyulitkan warga karena harus mengeluarkan biaya lebih besar dibanding membeli BBM di SPBU. “Harganya jelas lebih mahal dari SPBU, tapi karena kebutuhan terpaksa beli juga,” tambahnya.
Harapan Warga untuk Kembali Normal
Warga berharap pasokan BBM di Dabo Singkep segera kembali normal dan SPBU dapat kembali beroperasi sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan bahan bakar. Namun, hingga saat ini belum ada keterangan resmi terkait penyebab tutupnya SPBU tersebut maupun kepastian waktu operasional kembali.
