Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Politik

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pakar UI Minta Pemerintah Ambil Tindakan Nyata

Rafitman
Last updated: April 7, 2026 12:15 am
Rafitman
Share
4 Min Read
SHARE

Penyelidikan dan Tuntutan Pemerintah Indonesia Pasca Tragedi di Lebanon

Utusan Tetap RI untuk PBB, Umar Hadi, telah menyampaikan kecaman terhadap tindakan Israel setelah tiga prajurit TNI yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) gugur di Lebanon Selatan pada akhir Maret 2026 lalu. Meski kecaman ini penting, menurut Prof. Hikmahanto Juwana, Guru Besar FH UI, diperlukan langkah konkret dari pemerintah Indonesia.

Insiden yang Menewaskan Tiga Prajurit TNI

Dalam rentang 24 jam pada penghujung Maret 2026, terjadi dua insiden berbeda yang mengakibatkan kematian tiga prajurit TNI. Berikut adalah rincian insiden tersebut:

  • Minggu (29/3/2026):

    Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon, anggota Yonif 113/JS, gugur setelah proyektil meledak di markas UNIFIL yang berada di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan.

    Dalam peristiwa ini, tiga personel TNI lainnya juga terluka, yaitu Praka Rico Pramudia (luka berat), Praka Bayu Prakoso (luka ringan), dan Praka Arif Kurniawan (luka ringan).

  • Senin (30/3/2026):

    Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dari Grup 2 Kopassus dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan dari Kesdam IX Udayana gugur ketika kendaraan tempur mereka terkena ledakan di Bani Hayyan, Lebanon Selatan.

    Dua prajurit lainnya juga terluka, yaitu Lettu Inf. Sulthan Wirdean Maulana dari Yonif 320 dan Prajurit Kepala (Praka) Deni Rianto dari AU Lanud Atang Sanjaya.

Insiden-insiden ini terjadi di tengah eskalasi konflik antara militer Israel (IDF) dan Hizbullah. Sumber ledakan masih dalam penyelidikan oleh UNIFIL.

Kecaman Terhadap Israel

Dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB (DK) pada Selasa (31/3/2026), Utusan Tetap RI untuk PBB, Umar Hadi, menyampaikan kecaman keras terhadap serangan Israel di Lebanon Selatan. Ia menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon.

Umar Hadi juga mendesak DK PBB untuk melakukan penyelidikan yang segera, menyeluruh, dan transparan. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menerima alasan apa pun dari Israel. “Kami meminta para pelaku serangan agar mempertanggungjawabkan tindakan mereka di hadapan hukum,” ujarnya.

Namun, menurut Prof. Hikmahanto Juwana, kecaman saja tidak cukup. Diperlukan langkah-langkah konkret dari pemerintah Indonesia.

Langkah Konkret yang Dapat Dilakukan

Menurut Prof. Hikmahanto Juwana, ada dua hal yang dapat dilakukan pemerintah Indonesia pasca tragedi tersebut:

  1. Minta Orang Indonesia Dilibatkan dalam Penyelidikan UNIFIL

    Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah meminta orang Indonesia dilibatkan atau dijadikan pengawas dalam penyelidikan yang dilakukan UNIFIL.

    “Kita minta kepada UN agar penyelidikan yang dilakukan oleh UNIFIL juga diisi oleh orang-orang kita, orang-orang Indonesia,” jelas Prof. Hik.

    Ia menilai bahwa jika orang Indonesia dilibatkan, maka pemerintah dapat memberikan penjelasan yang transparan kepada publik tentang insiden di Lebanon Selatan. Hal ini juga menjadi bentuk tuntutan dari Indonesia agar investigasi berjalan dengan kredibel.

  2. Desak DK PBB untuk Gelar Rapat Darurat Bahas Keberadaan UNIFIL

    Langkah kedua yang menurut Hikmahanto perlu dilakukan adalah mendesak DK PBB untuk menggelar rapat darurat guna membahas keberadaan UNIFIL.

    “Kita bisa datang ke DK PBB, meminta diadakan pertemuan darurat lagi, untuk membahas apakah UNIFIL itu patut untuk dipertahankan,” jelasnya.

    Menurut Hikmahanto, UNIFIL sebagai pasukan perdamaian tidak seharusnya ditempatkan di wilayah yang sedang mengalami eskalasi konflik. Ia menilai bahwa UNIFIL akan bubar pada akhir tahun 2026, sehingga perlu dipertanyakan kembali relevansinya.

Upacara Pelepasan Jenazah

Upacara pelepasan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur di Lebanon Selatan digelar di Bandara Internasional Beirut-Rafic Hariri (BEY) pada Jumat (3/4/2026). Upacara Memorial Service berlangsung penuh haru dan dipimpin langsung oleh Kepala Misi dan Komandan Pasukan UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara.

Abagnara memberikan penghormatan terakhir sebelum ketiga jenazah dipulangkan ke Indonesia. Tiga peti jenazah berbalut bendera Merah Putih digotong oleh para prajurit dengan penuh khidmat. Suasana duka menyelimuti prosesi tersebut sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanan para prajurit yang gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByRafitman
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Politik

4 Pesan Kepala BNPB Jelang Tahun Baru: Dampak Siklon dan Pencegahan

December 31, 2025
Politik

Trump Dirawat di Rumah Sakit, Gedung Putih Batasi Akses Media, Kondisi Presiden: Bekerja Tanpa Henti

April 9, 2026
Politik

Komisi VIII DPR: Pelonggaran Sertifikasi Halal Jangan Rugikan Umat

February 23, 2026
Politik

RI Kirim 8.000 TNI ke Gaza, Pengamat: Mandat PBB Harus Jelas

February 14, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?