Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Politik

Tatanan Dunia Baru Trump Dimulai di Gaza

Lani Kaylila
Last updated: January 29, 2026 3:26 am
Lani Kaylila
Share
7 Min Read
SHARE

Contents
  • Perubahan dalam Dunia Diplomasi Global
  • Mekanisme Baru dalam Perdamaian Global
  • Perubahan Filosofis dalam Kedaulatan Bangsa
  • Risiko dan Tantangan dari Pendekatan Transaksional
  • Benturan antara BoP dan PBB
  • Pragmatisme Geoekonomi dan Tantangan Masa Depan

Perubahan dalam Dunia Diplomasi Global

Dunia sedang menghadapi perubahan besar dalam cara mengelola perdamaian dan keamanan global. Seorang Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang dikenal dengan insting seorang pengembang real estate, mencoba memperkenalkan inisiatif baru yang disebut Board of Peace (BoP). Inisiatif ini bukan sekadar bantuan kemanusiaan, tetapi upaya untuk mengubah tata kelola dunia menuju model yang lebih transaksional.

Mekanisme Baru dalam Perdamaian Global

BoP dianggap sebagai upaya rekonstruksi pasca-konflik di Gaza, namun secara substansial, ini adalah disrupsi radikal atas cara dunia mengelola kedaulatan dan keamanan global. Dengan menerapkan logika pasar, BoP mengubah meja perundingan menjadi meja direksi korporasi global. Setiap negara yang ingin bergabung harus membayar kontribusi 1 miliar dolar AS sebagai syarat keanggotaan permanen.

Inisiatif ini menawarkan struktur partisipasi yang mirip dengan Initial Public Offering (IPO) untuk perdamaian dunia. Dengan demikian, negara-negara kaya bisa menjadi “pemegang saham” dalam proyek pembangunan kembali sebuah wilayah. Dalam logika korporasi, pemegang saham terbesar memiliki suara paling signifikan dalam menentukan arah pembangunan, pemilihan kontraktor utama, hingga arsitektur keamanan di lapangan.

Perubahan Filosofis dalam Kedaulatan Bangsa

Sebelumnya, perdamaian dipandang sebagai “barang publik” yang harus dijaga bersama demi stabilitas hukum internasional. Namun, BoP mematahkan cetak biru tersebut. Model “Pay-to-Play” yang diadopsi menempatkan modal justru di atas mandat politik. Ketika negara menyetor dana besar, mereka secara otomatis menjadi “pemegang saham” dalam proyek pembangunan kembali sebuah wilayah.

Dengan struktur ini, kedaulatan wilayah tidak lagi dipandu oleh aspirasi politik masyarakat setempat atau resolusi internasional yang bersifat normatif, tapi oleh keputusan rapat direksi yang dipimpin oleh sang “Ketua Seumur Hidup”, yakni Donald Trump. Ini menunjukkan pergeseran filosofis yang sangat substantif tentang bagaimana dunia diarahkan untuk memandang kedaulatan sebuah bangsa.

Risiko dan Tantangan dari Pendekatan Transaksional

Secara geoekonomi, pendekatan ini sangat pragmatis sekaligus berisiko. Menempatkan tokoh-tokoh seperti Marc Rowan, CEO Apollo Global Management, sebagai pengelola dana menunjukkan bahwa setiap dollar AS yang masuk harus memiliki metrik keberhasilan yang terukur secara finansial. Namun, penderitaan manusia dan rekonsiliasi politik bukanlah variabel yang bisa dihitung dengan Key Performance Indicators (KPI) ekonomi semata.

Ini menciptakan model diplomasi yang menyerupai “Diplomasi Ekuitas”. Negara-negara donor tidak lagi sekadar memberi bantuan demi solidaritas, tapi melakukan investasi politik yang mengharapkan timbal balik tertentu. Bagi pemimpin seperti Mark Carney di Kanada, model ini adalah ancaman terhadap stabilitas sistemik. Stabilitas yang hanya dibangun di atas fondasi transaksional tanpa legitimasi politik yang kuat dari rakyat yang terdampak, hanyalah sebuah gelembung yang rentan meledak sewaktu-waktu.

Benturan antara BoP dan PBB

Narasi besar yang saat ini tengah bergulir adalah potensi tumpang tindih otoritas antara BoP dengan PBB. Secara hukum, Dewan Keamanan PBB adalah pemegang mandat tunggal keamanan dunia. Namun, Trump secara de facto telah menciptakan “Dewan Keamanan Tandingan”.

Benturan ini nyata adanya, terutama dalam hal cara kedua lembaga menangani konflik. PBB menekankan pada proses rekonsiliasi jangka panjang, sementara BoP di bawah arahan Jared Kushner dan Steve Witkoff menekankan pada transformasi fisik dan ekonomi. Para pendukung BoP melihatnya sebagai cara untuk memintas hambatan veto dari negara-negara yang sering menghalangi kebijakan AS.

Di sisi lain, para penentang dari Uni Eropa, dipimpin oleh Perancis dan Jerman, memandang BoP sebagai upaya “kanibalisasi” hukum internasional yang selama ini telah menjaga perdamaian dunia dari anarki. Kelompok penentang khawatir bahwa jika BoP berhasil di Gaza, maka standar ini akan diterapkan di konflik lain, seperti Ukraina atau Laut Cina Selatan.

Pragmatisme Geoekonomi dan Tantangan Masa Depan

Dominasi para pengusaha di dalam Gaza Executive Board mengonfirmasi kekhawatiran ini bahwa kebijakan luar negeri Amerika Serikat tidak lagi dijalankan oleh para diplomat yang memahami sejarah, tapi oleh manajer investasi yang memahami neraca laba rugi. Inilah titik di mana New Global Order mulai mengikis sisa-sisa keteraturan lama.

Inti dari semua ini adalah upaya Trump untuk mendekonstruksi tatanan global lama yang berpusat pada liberalisme Barat dan menggantinya dengan New Global Order yang berpusat pada kesepakatan transaksional bilateral. Dalam tatanan baru ini, aliansi akan bersifat cair. Pendukung utama BoP, termasuk Rusia di bawah Putin, melihat ini sebagai peluang emas untuk menghancurkan dominasi PBB yang selama ini sering memberikan sanksi kepada Rusia.

Bagi Kremlin, BoP adalah jalan keluar dari “kediktatoran moral” Barat menuju dunia yang lebih “realistis” dan transaksional. Namun, mengapa negara seperti Indonesia tetap masuk ke dalam pusaran ini? Jawabannya terletak pada pragmatisme geoekonomi. Indonesia dan blok negara Muslim menyadari bahwa tanpa keterlibatan AS yang intensif, Gaza tidak akan pernah pulih.

Masalahnya, New Global Order versi Trump tidak mengenal konsep “sahabat sejati”, tapi “mitra strategis hari ini”. Ketika kepentingan Trump berubah, maka struktur perdamaian di Gaza bisa runtuh secepat bangunan yang baru saja didirikan. Dunia yang dikelola dengan cara ini akan menjadi dunia yang sedang berada di persimpangan jalan yang sejatinya sangat berbahaya.

Kita dipaksa menyaksikan transisi dari dunia yang diatur oleh norma menuju dunia yang diatur oleh harga. BoP adalah laboratorium pertama dari sistem global yang diprivatisasi tersebut. Jika berhasil, maka dunia akan melihat berakhirnya era di mana bangsa-bangsa duduk setara di forum Majelis Umum PBB. Lalu dunia akan memasuki era di mana perdamaian adalah hak istimewa bagi mereka yang mampu menyetor saham, sementara kedaulatan rakyat hanyalah catatan kaki dalam laporan investasi tahunan para taipan global.

Intinya, secara moral dan filosofis, efisiensi tanpa legitimasi adalah bentuk lain dari tirani. Dunia mungkin akan menyaksikan Gaza yang megah dengan gedung-gedung pencakar langit baru beberapa tahun mendatang. Namun di sisi lain, dunia nampaknya akan kehilangan sesuatu yang jauh lebih berharga, yakni tatanan dunia yang adil bagi semua, bukan hanya bagi pemegang saham tertinggi. Senjakala diplomasi ini bukan sekadar perubahan prosedur, tapi hilangnya roh kemanusiaan dalam politik internasional.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByLani Kaylila
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Politik

Cukup Aku Saja Jadi WNA, Kontroversi Dwi Sasetyaningtyas Penerima LPDP Perjuangkan Anak Jadi WNA

February 27, 2026
Politik

Tidak Langsung Berlaku, Saran Menteri Keuangan Purbaya soal Penghapusan Peserta BPJS PBI 2026

February 12, 2026
Politik

PM Israel Tuduh PM Australia atas Serangan terhadap Yahudi di Sydney

December 22, 2025
Politik

Negara Pendukung Serangan Israel-AS ke Iran Terungkap

March 4, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?