Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Politik

Cukup Aku Saja Jadi WNA, Kontroversi Dwi Sasetyaningtyas Penerima LPDP Perjuangkan Anak Jadi WNA

Rizal Hartanto
Last updated: February 27, 2026 1:09 am
Rizal Hartanto
Share
7 Min Read
SHARE

Kegaduhan di Media Sosial Akibat Pernyataan Alumni LPDP

Nasib seorang alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Dwi Sasetyaningtyas (DS), atau yang lebih dikenal sebagai Tyas, memicu perdebatan luas di media sosial. Ia mengunggah pernyataan yang menyatakan bahwa dirinya lebih bangga menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) daripada anak-anaknya. Pernyataan ini menimbulkan reaksi keras dari masyarakat, terutama karena pendidikannya di Belanda didanai oleh negara melalui pajak rakyat.

Contents
  • Kegaduhan di Media Sosial Akibat Pernyataan Alumni LPDP
  • Sosok Suami Dwi Sasetyaningtyas
  • LPDP Beri Teguran
  • LPDP Siap Menelusuri Kasus Aryo Iwantoro
  • Siapakah AP?
  • Klarifikasi dan Permintaan Maaf

Tyas merupakan mantan penerima beasiswa LPDP yang pendidikannya dibiayai oleh uang ratusan juta rupiah. Namun, unggahan konten tersebut memicu kegaduhan dan menyebar luas di berbagai platform media sosial. Banyak warganet menilai pernyataan itu tidak bijak, terlebih karena ia memiliki status sebagai awardee LPDP yang pendidikannya dibiayai negara.

Banyak pihak menilai bahwa sebagai penerima beasiswa dari dana publik, tidak semestinya melontarkan narasi yang dinilai merendahkan kewarganegaraan Indonesia. Polemik ini pun turut menyeret nama sang suami ke dalam pusaran perhatian publik.

Sosok Suami Dwi Sasetyaningtyas

Setelah Tyas viral, sang suami pun ikut-ikut jadi sorotan. Hal ini setelah seorang netizen juga menyebut bahwa Aryo Iwantoro (AP) juga penerima beasiswa LPDP. Fakta ini diketahui dari tulisan AP di dalam tesisnya yang menyebutkan berterima kasih kepada pembiayaan LPDP. Informasi akan tesis AP ini terbuka, bisa diakses publik.

Sebelumnya, Dwi mengaku suaminya bukan penerima beasiswa LPDP. Netizen kembali meradang dengan pengakuan yang berbeda ini. Ini memperkuat dugaan bahwa AP juga pernah menerima beasiswa LPDP untuk studi S2 dan S3.

LPDP Beri Teguran

Setelah kasus ini viral, LPDP pun memberikan klarifikasi dan teguran kepada yang bersangkutan. LPDP menyayangkan terjadinya polemik di media sosial yang dipicu oleh tindakan salah satu alumni, Saudari DS. Tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang ditanamkan LPDP kepada seluruh penerima beasiswa.

LPDP menjelaskan bahwa Dwi Sasetyaningtyas telah menyelesaikan studi S2 dan dinyatakan lulus pada 31 Agustus 2017. serta telah menuntaskan seluruh masa pengabdian sesuai ketentuan. Sehingga LPDP tidak lagi memiliki perikatan hukum dengan pihak DS.

Meskipun demikian, LPDP akan tetap berupaya melakukan komunikasi dengan Saudari DS untuk mengimbau agar yang bersangkutan dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial, memperhatikan sensitivitas publik, serta memahami kembali penerima beasiswa LPDP mempunyai kewajiban kebangsaan untuk mengabdi kepada negeri.

LPDP Siap Menelusuri Kasus Aryo Iwantoro

Terkait suami DS yakni AP, pihak LPDP juga sudah menelusurinya. “Yang bersangkutan (AP) diduga belum menyelesaikan kewajiban kontribusinya setelah menamatkan studi,” tulis di unggahan tersebut lagi. Saat ini LPDP melakukan pendalaman internal terkait dugaan belum menyelesaikan masa pengabdian tersebut.

LPDP juga tengah melakukan pemanggilan kepada AP untuk meminta klarifikasi, serta akan melakukan proses penindakan dan pengenaan sanksi sampai pengembalian seluruh dana beasiswa apabila terbukti bahwa kewajiban berkontribusi di Indonesia belum dipenuhi. “LPDP berkomitmen untuk menegakkan aturan secara adil, konsisten, dan bertanggung jawab kepada seluruh awardee dan alumni, serta terus menjaga integritas institusi dalam memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia,” pungkas LPDP.

Siapakah AP?

Aryo Iwantoro (AP) adalah lulusan Teknik Kelautan ITB tahun 2013. Dia kemudian menyelesaikan S2 (2016) dan S3 (2022) di Utrecht University dengan beasiswa LPDP. Aryo pernah menjadi peneliti postdoctoral di University of Exeter (2022-2024). Lalu, sejak 2025 dia menjadi konsultan periset atau Senior Research Consultant di University of Plymouth, Inggris.

Karena itu lah Aryo dan keluarganya tinggal di Inggris hingga sang anak mendapat paspor WNA. Aryo menikah dengan Tyas yang alumnus Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB). Sama dengan Aryo, Tyas juga mendapatkan beasiswa LPDP untuk melanjutkan studi S2 di Delft University of Technology, Belanda mengambil jurusan Sustainable Energy Technology.

Beasiswa LPDP itu didapatkannya untuk studi di tahun 2015 dan lulus tahun 2017. Tyas juga sudah berada di Indonesia mulai tahun 2017-2023. Selama menunaikan kewajiban sebagai awardee, Tyas menginisiasi penanaman 10 ribu pohon bakau di berbagai pesisir pantai di Indonesia. Dia mewadahi ibu rumah tangga untuk bisa berpenghasilan dari rumah serta turut andil dalam penanggulangan bencana Sumatra hingga membangun sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ia adalah founder dari @sustaination @ceritakompos @bisnisbaikclub. Selama ini ia juga vokal mengkritisi pemerintah. Setelah viral, LPDP ikut memberikan klarifikasi dan akan memanggil suami Dwi Sasetyaningtyas.

Klarifikasi dan Permintaan Maaf

Menanggapi kritik yang mengalir deras, Dwi menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial. Ia mengakui pernyataannya menimbulkan kegaduhan dan kesalahpahaman. “Saya meminta maaf atas pernyataan saya yang menimbulkan kegaduhan dan melukai perasaan banyak pihak. Tidak ada sedikit pun niat saya untuk merendahkan bangsa sendiri. Saya bangga menjadi WNI,” tulisnya.

Ia menegaskan bahwa video tersebut merupakan ekspresi pribadi sebagai orang tua, bukan bentuk sikap terhadap Indonesia. Berikut pernyataan dan permintaan maaf lengkap dari Dwi:

“Sehubungan dengan unggahan saya sebelumnya yang memuat kalimat ‘cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan’, dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung, maupun tidak nyaman atas pernyataan tersebut.

Pernyataan tersebut lahir sepenuhnya dari rasa kecewa, lelah, dan frustrasi pribadi saya sebagai Warga Negara Indonesia terhadap berbagai kondisi yang saya rasakan.

Namun, saya menyadari bahwa kekecewaan tersebut tidak seharusnya disampaikan dengan cara yang berpotensi melukai perasaan banyak orang, terlebih berkaitan dengan identitas kebangsaan yang kita junjung bersama.

Saya menyadari sepenuhnya bahwa kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai Warga Negara Indonesia.

Untuk itu, saya mengakui kesalahan saya dalam pemilihan kata dan menyampaikannya di ruang publik. Apa pun latar belakang emosi yang melatarinya, dampak dari pernyataan tersebut tetap menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya.

Melalui pernyataan ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersakiti serta atas kegaduhan yang terjadi.

Saya sangat menghargai setiap kritik dan masukan yang telah disampaikan secara baik dan konstruktif, sebagai pembelajaran untuk terus memperbaiki diri, termasuk belajar berkomunikasi dengan lebih bijaksana, lebih jernih, dan lebih berempati dalam menyampaikan pandangan di ruang publik.

Saya mencintai Indonesia, dengan segala harapan dan tantangannya, dan semoga saya tetap bisa terus berkontribusi untuk Indonesia hari ini dan di masa depan.

Semoga di bulan suci Ramadan ini, kita bisa saling menata hati, memperbaiki diri, dan fokus menjalankan ibadah sepenuh hati.”

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByRizal Hartanto
Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Politik

JK Mengatakan Fakta, Bukan Menyerang Agama

April 22, 2026
Politik

RI dan 5 Negara OKI Desak Israel Hentikan Tindakan Terhadap Organisasi Kemanusiaan di Gaza

January 8, 2026
Politik

Prabowo Tidak Maju 2029? Said Didu Kritik Gibran: Ada Acara di Belakang

February 17, 2026
Politik

Kredibilitas Rismon Jadi Bukti Keraguan Ijazah Jokowi: Persaingan dengan Roy Suryo di Luar Pengadilan

March 26, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?