Isu Menu MBG di SD PL Sedayu
Baru-baru ini, sebuah video yang menunjukkan menu makanan bergizi gratis (MBG) yang diberikan kepada siswa SD PL Sedayu viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat dua tahu kuning dan satu ikan bandeng yang disajikan dalam kemasan plastik putih. Video berdurasi 26 detik itu mengundang banyak komentar dan kritik dari netizen.
Video tersebut diunggah oleh pengguna X @SobatMiskinTV dengan caption yang menyatakan bahwa menu MBG terlihat “ngawur”. Pernyataan ini memicu perdebatan luas tentang kualitas dan penyajian makanan yang diberikan kepada siswa.
Penjelasan dari Pemkab Bantul
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Bantul, Hermawan Setiaji, menjelaskan bahwa pihaknya telah memberikan informasi kepada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar menu MBG dikomunikasikan dengan pihak penerima. Ia menekankan bahwa menu harus sesuai dengan nilai gizi dan tidak boleh aneh-aneh.
Menurutnya, menu MBG yang dibagikan sudah sesuai dengan standar gizi dan dilengkapi petunjuk penyimpanan serta anjuran konsumsi. Untuk porsi kecil, terdapat satu roti pisang seharga Rp2.500, satu bandeng presto Rp4.500, dan dua tahu ungkep Rp1.000. Sementara untuk porsi besar, ditambahkan buah seharga Rp2.000.
Penjelasan dari Kepala SPPG Argosari
Kepala SPPG Argosari, Muhammad Labib Jalali, memberikan klarifikasi bahwa menu ikan bandeng dan tahu yang viral sudah dikukus atau diungkep. Ia menjelaskan bahwa tampilan menu mungkin sedikit mengecoh karena tidak diberi bumbu. Namun, menu tersebut sudah matang dan layak konsumsi.
Labib juga menyampaikan bahwa menu MBG yang diberikan saat itu adalah hasil respons dari komentar sekolah yang merasa menu terlalu monoton. Oleh karena itu, pihaknya mengganti menu dengan ayam ungkep, tahu ungkep, tempe ungkep, dan bandeng.
Proses Distribusi dan Komunikasi
Distribusi menu MBG dari SPPG kepada siswa dilakukan pada Sabtu (7/3/2026). Saat itu, hanya SD PL Sedayu yang menerima menu basah, karena sekolah lain sedang menjalani ibadah puasa Ramadan.
Labib menyampaikan bahwa pihaknya siap melakukan mediasi dengan pihak sekolah jika ada keluhan. Ia juga menegaskan bahwa setiap sekolah memiliki PIC (Person In Charge) yang bertanggung jawab atas penerimaan MBG. Jika ada komplain, PIC akan langsung melaporkannya ke SPPG.
Tindakan Lanjut dan Pengembangan Menu
Labib menyatakan bahwa besok Senin (9/3/2026), ia akan datang ke SD PL Sedayu untuk melakukan mediasi bersama pihak lurah dan panewu. Ia berharap kejadian ini tidak berlarut-larut dan bisa diselesaikan dengan baik.
Selain itu, pihaknya siap menerima permintaan menu MBG dari penerima manfaat, asalkan tetap mempertimbangkan nilai gizi. Contohnya, sempat ada permintaan ayam geprek dari siswa, namun menu tersebut tidak dapat dipenuhi karena bersifat pedas.
Kesiapan SPPG Argosari
SPPG Argosari telah beroperasi sejak 17 November 2025 dan melayani 17 sekolah dengan total 1.680 penerima manfaat MBG. Labib berharap seluruh penerima MBG dan orang tua/wali murid dapat menyampaikan keluhan secara langsung agar dapat segera ditindaklanjuti.
