Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Politik

Serangan AS-Israel Picu Krisis, Trump Minta Israel Hentikan Serangan ke Fasilitas Energi Iran

Ratna Purnama
Last updated: March 26, 2026 11:49 pm
Ratna Purnama
Share
6 Min Read
SHARE

Perang di Timur Tengah Memperburuk Kekacauan Pasar Energi Global



Perang yang terjadi antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari lalu semakin memperluas dampaknya, termasuk mengguncang pasar energi global. Ketegangan meningkat setelah serangan terhadap fasilitas gas utama Iran memicu aksi balasan yang menyasar infrastruktur energi di kawasan Teluk.

Contents
  • Perang di Timur Tengah Memperburuk Kekacauan Pasar Energi Global
  • Guncangan Minyak Global

Presiden AS Donald Trump pada Kamis (19/3/2026) mengaku telah meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk tidak mengulangi serangan terhadap infrastruktur gas alam Iran. Pernyataan itu disampaikan Trump di Ruang Oval saat bertemu Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi. Ia mengatakan kepada Netanyahu bahwa ia tidak boleh melakukan hal tersebut, dan Netanyahu sepertinya menyetujui permintaan tersebut.

Permintaan ini muncul setelah harga energi melonjak tajam akibat eskalasi serangan di sektor energi. Iran sebelumnya membalas serangan Israel terhadap ladang gas utama dengan menyerang Kota Industri Ras Laffan di Qatar, yang memproses sekitar seperlima gas alam cair dunia. Serangan itu menyebabkan kerusakan besar yang diperkirakan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diperbaiki.

Tidak hanya itu, pelabuhan utama Arab Saudi di Laut Merah juga diserang, di tengah upaya negara tersebut mengalihkan sebagian ekspor untuk menghindari potensi penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Jalur ini selama ini menjadi lintasan sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Serangan-serangan tersebut menegaskan kemampuan Iran untuk memberikan dampak besar terhadap kampanye militer AS-Israel sekaligus menunjukkan keterbatasan sistem pertahanan udara dalam melindungi aset energi strategis di kawasan Teluk.

Di tengah meningkatnya konflik, Netanyahu justru menyampaikan gagasan pembangunan jaringan pipa minyak dan gas baru dari kawasan Teluk menuju pelabuhan Israel di Laut Tengah. Menurut dia, jalur energi tersebut dapat menjadi alternatif untuk menghindari risiko keamanan di Selat Hormuz.

“Bangun saja pipa minyak dan pipa gas yang menuju ke barat melalui Semenanjung Arab, sampai ke Israel, sampai ke pelabuhan kami di Mediterania, maka hambatan itu akan hilang selamanya,” kata Netanyahu dalam konferensi pers yang berlangsung sekitar 45 menit.

Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Israel menyerang ladang gas utama Iran di South Pars, sebuah langkah yang memperdalam eskalasi perang. Netanyahu mengatakan serangan tersebut dilakukan oleh Israel sendiri, namun mengakui bahwa Trump meminta agar serangan serupa tidak diulangi.

Ia juga mengeklaim bahwa setelah 20 hari perang, Iran tidak lagi memiliki kemampuan memperkaya uranium maupun memproduksi rudal balistik, meskipun tidak menyertakan bukti. Klaim itu dibantah oleh Direktur Jenderal International Atomic Energy Agency, Rafael Grossi, yang menyatakan bahwa sebagian besar kapasitas pengayaan uranium Iran masih bertahan.

“Mereka memiliki kemampuan, pengetahuan, dan kapasitas industri untuk melakukannya,” kata Grossi kepada CBS News.

Guncangan Minyak Global

Konflik yang telah berlangsung hampir tiga pekan itu juga menimbulkan kekhawatiran luas terhadap stabilitas pasokan energi dunia. Negara-negara seperti Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, dan Jepang mengeluarkan pernyataan bersama yang menyatakan kesiapan untuk berkontribusi menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Namun, para sekutu utama AS masih berhati-hati untuk terlibat lebih jauh dalam konflik. Kanselir Jerman Friedrich Merz menegaskan bahwa kontribusi apa pun untuk mengamankan selat hanya akan dipertimbangkan setelah serangan berakhir.

Sikap tersebut mencerminkan keraguan sejumlah negara Eropa terhadap tujuan agresi yang dinilai belum jelas dan berpotensi memperpanjang ketidakstabilan global.

Di sisi lain, pejabat AS mengungkapkan bahwa pemerintahan Trump tengah mempertimbangkan pengiriman ribuan pasukan tambahan ke Timur Tengah, meski Trump sendiri mengatakan tidak memiliki rencana untuk mengerahkan pasukan darat.

“Saya tidak akan menempatkan pasukan di mana pun,” ujarnya.

Militer Iran menyatakan bahwa serangan terhadap fasilitas energi negaranya telah membuka “tahap baru dalam perang”. Mereka memperingatkan bahwa serangan lebih lanjut terhadap fasilitas energi Iran akan dibalas dengan serangan terhadap infrastruktur energi milik AS dan sekutunya.

CEO QatarEnergy mengatakan serangan Iran telah melumpuhkan seperenam kapasitas ekspor LNG Qatar senilai sekitar 20 miliar dolar AS (Rp338 triliun) per tahun, dengan proses perbaikan diperkirakan memakan waktu tiga hingga lima tahun.

Di kawasan lain, media Israel melaporkan bahwa serangan Iran juga menghantam fasilitas minyak di pelabuhan Haifa. Selain itu, sejak Rabu serangan Iran memaksa Uni Emirat Arab menutup fasilitas gas Habshan dan memicu kebakaran di dua kilang minyak di Kuwait.

Dampaknya langsung terasa di pasar global. Harga minyak mentah Brent naik hampir 3 persen menjadi 110,35 dolar AS per barel pada pukul 17.00 GMT, setelah sebelumnya sempat melonjak hingga 10 persen. Harga gas jangka pendek di Eropa juga meningkat lebih dari 15 persen dan telah naik lebih dari 60 persen sejak perang dimulai.

Tekanan tersebut turut mengguncang pasar saham dunia. Saham di Jepang dan Korea Selatan turun sekitar 3 persen, sementara indeks pan-Eropa merosot 2,3 persen. Di Wall Street, indeks Dow Jones turun sekitar 1 persen.

Lonjakan harga energi juga memicu kekhawatiran inflasi berkepanjangan. Bank Sentral Eropa dan Bank of England memutuskan mempertahankan suku bunga tetap stabil, sementara proyeksi inflasi zona euro untuk 2026 kini naik menjadi 2,6 persen, lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelumnya sebesar 1,9 persen.

Para pemimpin Uni Eropa dalam pertemuan puncak di Brussels kini mencari cara untuk mengurangi beban biaya energi yang semakin tinggi bagi industri dan masyarakat, di tengah tekanan ekonomi global yang terus meningkat akibat serangan AS-Israel ke Iran.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByRatna Purnama
Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Politik

Mengapa 3 Desa di Nunukan Kini Milik Malaysia? Ini Penjelasan Pemerintah

January 25, 2026
Politik

Perjalanan Politik Try Sutrisno, Mantan Wakil Presiden RI yang Pernah Jadi Ajudan Soeharto

March 10, 2026
Politik

Pensiunan Jenderal Polisi Sebut Pejabat Jakarta Penyebab Banjir Sumatera

December 14, 2025
Politik

Pandangan: Kepastian Negosiasi AS dan Iran

April 1, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?