Rina Nose Menjelaskan Alasan Menghindari Operasi Plastik yang Hanya Ikut Tren
Rina Nose, seorang komedian dan presenter ternama di Indonesia, mengklaim bahwa ia tidak menjalani operasi plastik hanya untuk mengikuti tren kecantikan. Ia menegaskan bahwa setiap keputusan terkait tubuh seseorang harus melalui pertimbangan yang lebih kompleks.
“Bagi saya, operasi plastik bukan sekedar prosedur untuk mengubah penampilan, apalagi cuma pengen ikut-ikutan,” ujar Rina dalam wawancara. Ia menjelaskan bahwa operasi plastik bukanlah keputusan yang dilakukan secara sembarangan. “Melainkan sebuah keputusan etis dan estetis yang cukup rumit karena melibatkan banyak aspek.”
Dalam penjelasannya, Rina juga menyebutkan bahwa operasi plastik berkaitan dengan berbagai faktor teknis maupun biologis. Mulai dari pemahaman tentang bentuk wajah, perhitungan rasio-geometri, hingga aspek biologis seperti struktur tulang, kulit, dan fungsi jaringan. Tujuannya adalah agar tidak ada dampak negatif terhadap kesehatan.
Selain itu, Rina menilai bahwa faktor lingkungan dan kondisi geografis juga turut memengaruhi karakteristik fisik seseorang. “Menyadari bahwa letak/posisi geografis di setiap belahan dunia berbeda, punya alam, pola, dan iklim yang berbeda yang memengaruhi gen, ciri fisik, termasuk bentuk wajah dan hidung, pilihan dan keputusan untuk mengubah bagian kecil itu merupakan sebuah tantangan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki pertimbangan masing-masing dalam mengambil keputusan terkait tubuhnya. “Setiap individu tentu punya pilihan dan pertimbangan masing-masing.”
Pada akhirnya, Rina mengakui bahwa alasan estetika dan perawatan menjadi salah satu faktor utama dalam keputusannya. “Bagi saya, dan tentunya bagi kebanyakan perempuan, estetika dan perawatan adalah alasan pasti secara umum. Karena bukan hanya hidung, tapi keseluruhan juga di-tune up untuk peremajaan.”
Pilih Dokter Tompi untuk Operasi Plastik
Jika banyak artis yang menjalani prosedur operasi plastik di luar negeri, Rina Nose justru memilih dokter Tompi untuk memperbaiki postur hidungnya. Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, @rinanose16, Rina menampilkan hasil hidung yang rapi buatan tangan Tompi. Hidungnya menjadi lebih tinggi dan proporsional ketimbang sebelumnya.
Dalam unggahan tersebut, dia menjelaskan alasan di balik pilihannya menjalani operasi hidung bersama dokter tersebut. “Saya memilih dr. Teuku Adifitrian, Sp.BP-RE (Tompi) untuk tindakan operasi hidung, dan dr. Puti Adla Runisa, Sp.BP-RE untuk tindakan pengencangan bagian bawah mata di klinik Beyoutiful Bintaro. Alasannya karena lokasinya dekat rumah dan ‘local pride’,” ujar Rina.
Rina kemudian membeberkan pertimbangannya memilih Tompi sebagai dokter yang menangani operasi hidungnya. Ia menyebut telah cukup lama mengenal karakteristik hidungnya sehingga dinilai memahami bentuk yang sesuai. “Selain karena dr. Tompi sudah lama dan lebih dulu kenal ‘trade mark’ hidung saya, sejauh yg saya tahu (riset saya) beliau cukup sering menangani bentuk yang sejenis dengan hidung saya, dan hasilnya menurut saya sangat natural,” jelasnya.
Tak hanya itu, Rina juga mempertimbangkan pengalaman pasien lain yang pernah menjalani prosedur serupa. Ia menilai hasil penanganan dokter Tompi relatif minim efek samping yang berat. “Kebanyakan pasien yang saya tau juga tidak mengalami memar, pendarahan atau bengkak berlebihan. Napas tetap lega/normal. Beberapa pasien bahkan sudah bisa beraktivitas biasa dalam satu-dua minggu post op.”
Berdasarkan berbagai pertimbangan tersebut, Rina akhirnya memutuskan mempercayakan prosedur operasi hidungnya kepada dokter Tompi. “Dari hasil pertimbangan, saya mempercayakan kepada beliau untuk ngulik hidung saya,” kata dia.
Di akhir penjelasannya, Rina juga meluruskan anggapan yang sering muncul terkait istilah “plastik” dalam operasi plastik. Ia menekankan bahwa prosedur tersebut tidak menggunakan bahan plastik seperti yang dibayangkan sebagian orang. “Dan FYI, di sini nggak ada unsur atau bahan plastik sama sekali ya. Apalagi bahan plastik yang kayak dipake untuk bikin ember atau tutup botol kecap,” terangnya.
Wanita berusia 42 tahun ini kemudian menjelaskan makna istilah tersebut dalam dunia medis. “Plastik” dalam bedah plastik itu artinya “membentuk” atau “mencetak”, atau dalam hal ini “mengubah bentuk”. Dari bahasa Yunani plastikos/plastos/plassein (molded/formed/to mold), tandasnya.
