Prabowo Subianto dan Dinamika Politik Menuju Pilpres 2029
Beberapa isu mengenai kepastian Prabowo Subianto untuk kembali maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai muncul di tengah berbagai pernyataan dari tokoh-tokoh politik. Salah satu yang menarik perhatian adalah pernyataan dari eks Sekretaris Kementerian BUMN RI, Muhammad Said Didu, yang menyampaikan pandangan tajam tentang hubungan antara Prabowo dan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.
Said Didu menilai bahwa Presiden RI, Prabowo Subianto, terkesan belum sepenuhnya puas dengan pendampingnya saat ini. Hal ini disampaikannya dalam sebuah wawancara atau siniar yang diunggah di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Sabtu (14/2/2026). Menurutnya, Prabowo tidak berpikir untuk maju dalam Pilpres 2029, dan lebih fokus pada pekerjaannya untuk rakyat Indonesia.
“Jadi, [Prabowo] tidak ada pikiran sama sekali untuk untuk maju,” ujarnya menirukan ucapan Prabowo soal Pilpres 2029.
Namun, meski tidak terlihat tertarik untuk kembali mencalonkan diri, Prabowo tampaknya tidak terlalu senang dengan kinerja Gibran. Said Didu mencontohkan momen ketika Gibran berjalan di belakang Prabowo dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri saat peringatan Hari Lahir Pancasila 2025. Saat itu, Prabowo dan Megawati tampak berjalan berdampingan, sedangkan Gibran hanya mengekor di belakang mereka.
Dukungan Partai Politik untuk Prabowo
Di tengah dinamika ini, dukungan terhadap Prabowo untuk kembali maju dalam Pilpres 2029 semakin kuat. Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah menyatakan dukungan mereka secara terbuka. Wakil Ketua Umum PAN, Eddy Soeparno, serta Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, memastikan bahwa PAN siap mendukung Prabowo sebagai calon presiden (capres) pada Pilpres 2029.
Selain itu, berkembang pula sinyal politik yang cukup kuat: PAN disebut-sebut mendorong Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Prabowo. Meski demikian, prioritas utama PAN tetap pada dukungan terhadap Prabowo sebagai capres.
Dari kubu PKB, dukungan tak kalah tegas. Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar, yang dikenal sebagai Cak Imin, bersama jajaran pengurus seperti Daniel Johan dan Syaiful Huda, menyampaikan dukungan agar Prabowo melanjutkan kepemimpinan hingga dua periode, termasuk pada Pilpres 2029. Dukungan tersebut bahkan disampaikan langsung di Istana. PKB menilai kinerja Prabowo memuaskan dan sejalan dengan visi perjuangan partai.
Koalisi Politik yang Mulai Terbentuk
Di sisi lain, Partai Golkar (Golongan Karya) sudah mencetuskan adanya koalisi permanen. Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, Muhammad Sarmuji, dalam acara tasyakuran peringatan HUT ke-58 Fraksi Partai Golkar DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/2/2026), menyampaikan bahwa seluruh kebijakan Fraksi Partai Golkar harus mendukung astacita Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia juga menyatakan bahwa partainya mendorong terbentuknya koalisi permanen.
Said Didu juga menyebut bahwa Prabowo tengah berada di antara dua kubu politik; partai-partai yang mendukung dirinya tanpa menyertakan nama Gibran, sedangkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) masih ingin Prabowo membawa Gibran ke arena Pilpres 2029. Ia menilai Prabowo yang tidak merespon kode dari Jokowi yang sebelumnya telah meminta PSI untuk medukung Prabowo-Gibran dua periode juga bisa menjadi indikasi bahwa Mantan Menteri Pertahanan RI itu tidak terlalu puas dengan kinerja suami Selvi Ananda.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Dengan peta dukungan yang mulai terbentuk, kontestasi menuju 2029 tampaknya sudah dipanaskan lebih awal. Pernyataan Said Didu pun menjadi bumbu tambahan dalam membaca arah relasi politik dan kemungkinan konfigurasi pasangan calon di masa mendatang.
