Perbedaan Sikap Dwi Sasetyaningtyas dan Suaminya dalam Polemik Beasiswa LPDP
Di balik sikap keras Dwi Sasetyaningtyas yang terus membela diri, sang suami, Arya Iwantoro (AP), justru menunjukkan sikap berbeda. Secara terbuka, Arya mengaku sangat sedih dan terpukul melihat keluarganya kini dihujat habis-habisan oleh netizen. Dalam wawancara dengan Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso, AP menyampaikan bahwa ia merasa sedih karena ulah istrinya membuat keluarganya menjadi sorotan nasional.
Demi mempertanggungjawabkan kewajiban kontraknya yang terbengkalai selama di Inggris, Arya dikabarkan telah menyanggupi untuk memulangkan dana negara senilai Rp2 miliar ke kas LPDP. Hal ini dilakukan setelah pihak LPDP memberikan sanksi terhadap AP karena diduga belum menjalankan kewajibannya sebagai penerima beasiswa.
Penjelasan Tyas tentang Ucapan Viral
Alih-alih diam atau menyesali soal ucapannya, Dwi Sasetyaningtyas justru sibuk menjelaskan soal ucapannya yang viral. Ia menegaskan bahwa ucapan “cukup aku saja yang WNI, anakku jangan” adalah bentuk kekecewaan, kemarahan, dan kekesalan terhadap kebijakan Pemerintah Indonesia. Tyas menolak tuduhan/asumsi/fitnah yang beredar, tetapi ia sadar bahwa semua itu diluar kuasa dirinya.
Tyas juga menganggap beasiswa yang diterimanya bukan pemberian dari negara. Ia menekankan bahwa negara tidak memberikan kepadanya, dan ia sendiri membayar pajak. Ia menanyakan, “Paspor WNI emang lemah karena apa? Diplomasi pemerintah. Jadi ini kritik buat pemerintah. Sampai sini gak paham juga?”
Sanksi yang Menanti Arya
Sebagai informasi, beasiswa LPDP memiliki ketentuan kewajiban kembali dan berkontribusi di Indonesia dengan skema 2N+1, yakni dua kali masa studi ditambah satu tahun. Arya telah menetap di Inggris selama beberapa tahun pasca-studi, sehingga dinilai belum atau tidak memenuhi kewajiban kontraktualnya. Kini dirinya terancam harus mengembalikan seluruh dana beasiswa LPDP beserta bunganya hingga di blacklist dari seluruh pemerintahan Indonesia.
Menurut Dwi Larso, sanksi yang paling berat adalah pengembalian dana. Selain itu, pemblokiran layanan LPDP di masa depan juga akan diberlakukan. Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, menyatakan bahwa Direktur Utama LPDP telah berkomunikasi langsung dengan suami Dwi dan sepakat untuk mengembalikan dana yang dipakai olehnya di LPDP.
Alasan Tyas Tidak Disanksi
Bagi yang bertanya-tanya mengapa bukan Tyas yang disanksi, padahal dirinya juga salah satu penerima beasiswa LPDP. Jawabannya karena Tyas telah menjalankan pengabdian kewajibannya. Berdasarkan catatan LPDP, Dwi Sasetyaningtyas telah menuntaskan seluruh masa pengabdiannya sesuai ketentuan, sedangkan suaminya belum.
Klarifikasi Tyas
Melalui Thread pribadinya, Dwi Sasetyaningtyas menjelaskan soal ucapannya ‘cukup aku saja yang WNI, anakku jangan’ yang viral. Ia menegaskan bahwa ia lulus kuliah di Belanda pada tahun 2017 dan selama 6 tahun (2017-2023) menetap di Indonesia untuk memenuhi kewajiban sebagai penerima beasiswa. Ia juga menilai dana beasiswa yang diterimanya merupakan hak karena ia merasa telah membayar pajak.
Tyas bahkan menyebut penerima beasiswa berhak melontarkan kritik terhadap kebijakan pemerintah sebagai bentuk kontribusi kepada rakyat. Ia menegaskan bahwa penerima beasiswa dengan uang rakyat sudah seharusnya melontarkan kritik atas kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat sebagai timbal balik/kontribusi terhadap rakyat.
Kontroversi dan Reaksi Netizen
Sikap angkuh Tyas di masa lalu semakin ramai dihujat oleh netizen. Akun Thread @artbynega membongkar perangai Tyas yang dianggap mudah marah dan merasa lebih tinggi dari orang lain. Ia bahkan pernah tantrum kepada orangtuanya sendiri dan menghina usaha milik orang lain.
Selain itu, akun @ayud.ya juga mengaku trauma dengan perlakuan Tyas beberapa waktu lalu. Tetangga Tyas juga membenarkan perlakuan buruknya dan menyarankan Tyas untuk segera mencari pertolongan ke ahli.
Kesimpulan
Arya Iwantoro, suami Dwi Sasetyaningtyas, terancam mengembalikan dana beasiswa LPDP senilai Rp2 miliar. Sanksi itu diberikan jika Arya terbukti belum melaksanakan kewajibannya sebagai penerima beasiswa LPDP. Namun awal mula permasalahan ini adalah akibat konten istrinya yang sedang ramai dibahas se-Indonesia.
