Usulan Musda Golkar Sulsel Digelar Akhir Maret 2026
DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan mengusulkan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) digelar pada akhir Maret 2026. Usulan ini disampaikan oleh Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel, Muhidin M Said, saat kegiatan konsolidasi dan buka puasa bersama di Makassar.
Pihaknya telah menyiapkan tahapan pelaksanaan Musda 2026. Muhidin M Said meminta waktu kepada Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia agar Musda Golkar Sulsel segera dilaksanakan. Ia berharap Musda dapat digelar bulan ini, namun jadwal pasti masih menunggu kesediaan Bahlil Lahadalia.
Kehadiran Bahlil Lahadalia dalam acara tersebut menjadi hal penting. Pasalnya, Bahlil juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dengan agenda yang cukup padat. Namun, jika beliau hadir membuka acara, maka proses pelaksanaan Musda bisa langsung dilanjutkan.
Muhidin M Said memastikan struktur kepanitiaan Musda sudah mulai dibentuk. Lukman B Kady ditunjuk sebagai Ketua Panitia Musda Golkar Sulsel. Sementara posisi Ketua Steering Committee (SC) dipercayakan kepada Armin Mustamin Toputiri. Panitia akan melengkapi susunan kepengurusan sebelum diajukan secara resmi kepada DPP Golkar di Jakarta.
Seluruh tahapan Musda tetap akan mengikuti mekanisme organisasi partai. Muhidin M Said juga membuka kesempatan bagi kader yang ingin maju sebagai calon ketua Golkar Sulsel untuk mendaftarkan diri sesuai prosedur yang berlaku. Calon ketua nantinya tetap harus mendapatkan restu dari Ketua Umum Partai Golkar. Hal ini bagian dari sistem kepemimpinan partai yang berlaku saat ini.
Ketua Umum memiliki kewenangan penuh dalam menentukan kandidat yang akan maju dalam berbagai kontestasi politik di internal partai. Ketua Umum bisa merubah calon, menambah atau mengurangi kandidat. Itu kewenangan Ketua Umum karena mandataris partai adalah Ketua Umum. Semua kader adalah pembantu Ketua Umum.
Penentuan Jadwal Musda Masih Menunggu Kehadiran Ketua Umum
DPP Partai Golkar mencatat masih ada tujuh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar di Indonesia yang belum memiliki ketua definitif. Salah satunya adalah DPD I Golkar Sulsel. Pelaksana Tugas Wakil Sekretaris DPD I Golkar Sulsel Bidang Organisasi, Arief Rosyid Hasan, mengatakan penentuan jadwal Musda masih menunggu kehadiran Ketua Umum Golkar.
“Kita tunggu Ketua Umum Pak Bahlil Lahadalia datang. Kalau beliau sudah datang berarti sudah ada jadwal Musda,” kata Arief Rosyid.
Arief Rosyid dikenal sebagai salah satu kader muda Golkar dengan latar belakang aktivis. Alumni Universitas Hasanuddin itu pernah menjabat Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) periode 2013–2015. Ia juga dikenal sebagai salah satu sahabat lama Bahlil jauh sebelum menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Ketua Umum Golkar.
Menurut Arief, Bahlil mengajak dirinya ikut membantu memperkuat partai berlambang pohon beringin tersebut. Arief menyebut Bahlil memiliki harapan besar agar Sulawesi Selatan kembali menjadi basis utama kemenangan Golkar. Sulsel memiliki sejarah panjang sebagai lumbung suara Golkar dalam berbagai kontestasi politik.
“Beringin itu pohon endemik yang ada di setiap daerah Sulsel. Jadi Sulsel itu lumbung beringin, dan Pak Ketum ingin Golkar kembali berjaya di Sulsel pada Pemilu 2029 mendatang,” ujar Arief.
Beberapa figur yang disebut-sebut antara lain Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin. Lalu mantan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, serta nama baru yang muncul yakni Rahman Pina.
