MPU Aceh Mengutuk Serangan terhadap Prajurit TNI di Lebanon
Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali, mengecam keras serangan yang mengakibatkan kematian prajurit TNI Kodam Iskandar Muda (IM), Praka Farizal Rhomadhon, yang sedang menjalankan tugas perdamaian PBB di Lebanon. Ia menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dan meminta pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah tegas.
“Kami mengutuk pemimpin Yahudi dan masyarakat Yahudi yang telah dengan sengaja menyerang TNI penjaga perdamaian di Lebanon,” ujar Tgk Faisal Ali dalam pernyataannya. Ia juga menekankan pentingnya sikap tegas dari Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam merespons insiden ini. Menurutnya, ketegasan pemerintah sangat dinantikan oleh keluarga korban serta masyarakat, khususnya di Aceh.
“Sikap tegas Presiden Prabowo sangat dirindukan oleh keluarga korban dan masyarakat Aceh,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara berdaulat harus menunjukkan posisi yang kuat di kancah internasional. Salah satu langkah yang diusulkan adalah mengevaluasi hubungan diplomatik, termasuk mempertimbangkan keluar dari kerja sama internasional Board of Peace (BoP), serta meninjau hubungan dengan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump.
“Indonesia harus tampak sebagai bangsa besar dan berdaulat. Kita harus keluar dari BoP dan putuskan hubungan dengan Amerika Serikat, terutama dengan Presiden Trump,” katanya. Ia juga menuntut agar kasus kematian prajurit TNI di Lebanon dimintakan pertanggungjawaban kepada Israel dengan tekanan yang kuat.
Selain itu, MPU Aceh juga menyoroti peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dinilai tidak adil dalam menyikapi konflik internasional. Tgk Faisal Ali berharap lembaga tersebut dapat bersikap objektif dan tidak tebang pilih dalam menangani kasus yang melibatkan negara-negara tertentu.
“PBB jangan tumpul ke negara Yahudi dan tajam ke negara Muslim,” tegas Abu Sibreh.
Praka Farizal Rhomadhon Gugur Saat Tugas Perdamaian
Sebelumnya, seorang prajurit TNI dari Kodam Iskandar Muda (IM), Praka Farizal Rhomadhon, gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon, Senin (30/3/2026). Praka Farizal merupakan bagian dari Satgas TNI Kontingen Garuda (Konga) UNIFIL 2025, yang bertugas menjaga stabilitas di wilayah konflik. Ia berasal dari Batalyon Infanteri 113 Jaya Sakti, satuan yang bermarkas di Kabupaten Bireuen di bawah Kodam Iskandar Muda.
Kepala Penerangan Kodam IM, Kolonel Teuku Mustafa Kamal, membenarkan kabar duka tersebut. Ia menyebutkan bahwa almarhum merupakan bagian dari satuan tugas yang hampir menyelesaikan masa penugasan di Lebanon.
“Iya, anggota kita asal satuannya dari Batalyon 113 Jaya Sakti yang sedang Satgas di sana,” ujarnya saat dikonfirmasi. Praka Farizal Rhomadhon gugur usai terkena proyektil yang menghantam salah satu pos kontingen Indonesia pada Minggu (29/3/2026). Menurut UNIFIL, proyektil tersebut meledak di dekat Desa Adchit al Qusayr di Lebanon selatan.
Profil Praka Farizal Rhomadhon
Praka Farizal Rhomadhon merupakan seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari satuan Batalyon Infanteri (Yonif) 113/Jaya Sakti, di bawah naungan Brigif 25/Siwah, Kodam Iskandar Muda. Dalam perjalanan karier militernya, ia terakhir menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kima, posisi jabatan operasional untuk menjaga disiplin dan tata tertib di lingkungan Kompi Markas satuan Yonif.
Lahir di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 3 Januari 1998, Praka Farizal tumbuh menjadi sosok prajurit muda yang berdedikasi. Ia tercatat pernah menerima tanda kehormatan berupa Satyalancana Dharma Nusa (SL Dharma Nusa) serta Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun. Bintang Jasa itu sebagai bentuk penghargaan atas loyalitas, disiplin, dan pengabdian tanpa cacat dalam menjalankan tugas sebagai prajurit TNI.
Semangat pengabdian itu membawanya mendapat kepercayaan menjalankan misi internasional sebagai penjaga perdamaian dunia. Pada April 2025, ia ditugaskan dalam misi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang tergabung dalam pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon. Penugasan tersebut menjadi bentuk kehormatan sekaligus tanggung jawab besar sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global.
Praka Farizal menjadi Anggota Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL. Namun, pengabdian itu harus berakhir tragis. Praka Farizal Rhomadhon meninggal dunia pada usia 28 tahun akibat serangan militer Israel di Lebanon yang mengenai kontingen Indonesia di dekat wilayah Adchit Al Qusayr.
Kepergiannya menjadi duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi institusi TNI dan bangsa Indonesia. Di balik tugasnya sebagai prajurit, Praka Farizal adalah seorang suami dan ayah yang penuh kasih. Ia menikah dengan Fafa Nur Azila pada 4 Juli 2023, dan dari pernikahan tersebut dikaruniai seorang putri bernama Shanaya Almahyra Elshanu yang lahir pada 6 Mei 2024.
Keluarga kecilnya selama ini tinggal di Asrama Militer Kima Yonif 113/Jaya Sakti di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh. Kepergian Praka Farizal meninggalkan luka mendalam bagi istri dan anaknya yang masih kecil. Namun, dedikasi dan pengorbanannya sebagai prajurit penjaga perdamaian akan selalu dikenang sebagai bagian dari pengabdian terbaik untuk bangsa dan dunia.
