Puncak Peringatan Hari Pers Nasional 2026 di Banten
Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 Banten yang dipusatkan di halaman Masjid Raya Al Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, telah usai digelar, Senin (9/2/2026) pukul 11.30 WIB. Ribuan insan pers, jurnalis atau wartawan, hingga pimpinan perusahaan media hadir di Banten untuk memeriahkan HPN 2026. Sejumlah pejabat pemerintahan pusat dan daerah se-Indonesia pun turut hadir dalam acara tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) juga memberikan PWI Awards kepada tokoh dan lembaga yang dinilai berjasa bagi dunia pers. Salah satu yang menarik adalah diberikannya penghargaan PWI Awards khusus kepada anggota Dewan Pers, Dahlan Dahi, atas kontribusinya dalam memperkuat soliditas dan persatuan organisasi PWI yang sempat terbelah dalam konflik dua kubu.
Kilas Balik Konflik PWI 2024–2025
Konflik pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dipicu oleh isu cashback dan komisi yang melibatkan dana bantuan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)/Forum Komunikasi Humas BUMN yang diperuntukkan bagi pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Peristiwa tersebut terjadi pada awal tahun 2024. Persoalan ini menimbulkan kekisruhan internal antara Ketua Umum PWI, Hendry Ch Bangun, dan Dewan Kehormatan PWI yang dipimpin Tedjo Sasongko.
Pada April 2024, Dewan Kehormatan PWI menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada Hendry Ch Bangun terkait persoalan dana tersebut. Sebaliknya, kubu Hendry memecat Tedjo Sasongko dari jabatan Dewan Kehormatan PWI. Ketegangan berlanjut hingga digelarnya Rapat Pleno Diperluas PWI pada akhir Juni 2024. Konflik sempat mereda setelah rapat tersebut menyepakati penerimaan pengunduran diri beberapa pengurus harian. Namun, kekisruhan kembali terjadi menyusul perombakan susunan Dewan Kehormatan dan Pengurus PWI Pusat, yang memicu desakan dilaksanakannya Kongres Luar Biasa (KLB).
Akibat konflik tersebut, Dewan Pers mengambil langkah tegas pada September–Oktober 2024, termasuk tidak memperbolehkan PWI menggelar UKW serta menggembok sementara sekretariat PWI. Hendry Ch Bangun merespons kebijakan itu dengan mengajukan gugatan perdata terhadap Dewan Pers dan sejumlah pihak lainnya pada November 2024.
Jurus Dahlan Dahi Satukan Dualisme Pengurus PWI Pusat
Pada Mei 2025, dua tokoh sentral dalam konflik, Hendry Ch Bangun dan Zulmansyah Sekedang, akhirnya sepakat untuk islah atau berdamai. Kesepakatan ini dimediasi oleh anggota Dewan Pers, Dahlan Dahi, CEO Tribun Network yang terpilih sebagai anggota Dewan Pers periode 2025–2028 melalui konstituen Aliansi Media Siber Indonesia (AMSI).
Dahlan Dahi bertekad menyatukan kembali PWI. Setelah dilantik menjadi anggota Dewan Pers pada 14 Mei 2025, Dahlan yang kemudian menjabat Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers segera mencari solusi atas konflik dan dualisme di tubuh PWI. Dahlan sendiri bukan anggota PWI, melainkan anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI).
Begitu dilantik menjadi anggota Dewan Pers, Dahlan langsung berupaya mencari solusi atas konflik panjang di tubuh PWI. Dahlan bertindak sebagai mediator dalam rapat virtual dengan Ketua Umum PWI hasil Kongres Bandung 2023, Hendry Ch Bangun, serta ketua versi Kongres Luar Biasa Jakarta 2024, Zulmansyah Sekedang. Dua hari setelah dilantik sebagai anggota Dewan Pers, Dahlan mempertemukan Hendry Ch Bangun (HCB) dan Zulmansyah Sekedang, Jumat (16/5/2025) malam.
Dua kubu yang sebelumnya berseteru sepakat mengakhiri perpecahan dan menyatukan langkah melalui Kongres Persatuan PWI yang digelar paling lambat 30 Agustus 2025 di Jakarta. Kongres tersebut bertujuan menyatukan kepengurusan, menuntaskan laporan pidana dan perdata antaranggota, serta memilih pengurus baru.
Pada September 2025, Direktur Utama LKBN ANTARA, Akhmad Munir, terpilih sebagai Ketua Umum PWI Pusat periode 2025–2030, menandai berakhirnya era dualisme PWI.
Perjalanan Karier Jurnalistik Dahlan Dahi
Dahlan Dahi lahir di Wanci, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, pada 1971. Naluri jurnalistiknya tumbuh saat aktif di media kampus ketika menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.
Dahlan memulai karier jurnalistik profesional di Surat Kabar Harian Surya, media daerah milik Kompas Gramedia, pada 1 Januari 1994. Pada awal era reformasi, euforia demokrasi mendorong lahirnya banyak perusahaan pers, termasuk tabloid politik Bangkit yang diterbitkan PT Indopersda Primamedia. Dahlan menjadi koordinator peliputan tabloid Bangkit bersama almarhum Uki M. Kurdi, almarhum Achmad Subechi, dan tim lainnya.
Pada saat konflik Teluk dan penggulingan Presiden Irak Saddam Hussein pada 2003, Dahlan bertugas meliput langsung ke Timur Tengah. Ia melakukan reportase untuk berbagai media Persda, seperti Surya (Jatim), Banjarmasin Post dan Metro Banjar (Kalsel), Sriwijaya Post (Sumsel), Serambi Indonesia (Aceh), Pos Kupang (NTT), Bangka Pos, Metro Bandung (Jabar), serta laporan untuk stasiun televisi TV7.
Pada periode yang sama, Pers Daerah Kompas Gramedia mulai mengembangkan koran bermerek Tribun, dengan Harian Tribun Kaltim terbit perdana pada 8 Mei 2003. Sepulang dari Irak pada akhir 2003, Dahlan bersama Uki M. Kurdi mendirikan Surat Kabar Harian Tribun Timur (tribun-timur.com) yang terbit perdana pada 10 Februari 2004. Ia kemudian dipercaya menjadi Editor in Chief (Pemimpin Redaksi) Tribun Timur sejak 1 Januari 2009.
Karier Dahlan terus melesat hingga menjabat General Manager Tribunnews, Director of Digital Tribunnews.com, serta Vice President of Entertainment News Kompas Gramedia. Sejak 1 Juli 2019, Dahlan mengemban amanah sebagai Chief Digital Officer KG Media, membawahi unit media digital seperti Kompas.com, Kompas TV, Kontan.co.id, Tribunnews.com, dan Grid Network.
Puncaknya, pada 1 November 2020, ia menjabat Chief Executive Officer (CEO) Tribun Network. Di bawah kepemimpinannya, Tribun Network berkembang pesat dengan mengelola 70 situs web dan 21 surat kabar harian, serta memiliki kantor di 42 kota yang tersebar di 37 provinsi. Tribun Network kini hadir di hampir seluruh provinsi di Indonesia, kecuali Papua Pegunungan, dan menjadi salah satu media online dengan jumlah pembaca terbesar di Tanah Air.
