Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Pendidikan

Mengenali Kata Nonbaku dalam Penyuntingan

Rizal Hartanto
Last updated: January 8, 2026 12:30 am
Rizal Hartanto
Share
5 Min Read
SHARE

Contents
  • Pemahaman tentang Kata Nonbaku dalam Penulisan
  • Jenis-Jenis Kata Nonbaku

Pemahaman tentang Kata Nonbaku dalam Penulisan

Salah satu kemampuan penting dalam menulis adalah kemampuan memilih kata (diksi) yang tepat dari sekian banyak kata dalam perbendaharaan bahasa seorang penulis. Teori menyatakan bahwa semakin luas perbendaharaan kata seseorang, semakin mudah ia menyampaikan pikiran dan perasaannya melalui tulisan. Namun, sangat wajar jika di antara “harta” kata-kata baku yang dimiliki seorang penulis, tercampur juga dengan kata-kata nonbaku—kata tidak resmi yang muncul dalam penggunaan karena beberapa alasan.

Pada penulisan artikel tertentu, sering kali ada isian untuk judul. Di boks biru terdapat tulisan TIPS BIKIN JUDUL. Saya dapat memahami mengapa redaksi menggunakan kata nonbaku, seharusnya TIP BUAT JUDUL. Tidak semua kata nonbaku termasuk kategori “terlarang” digunakan karena ada yang merupakan ragam percakapan atau dipilih karena populer digunakan.

Contoh, kata jadul merupakan akronim dari jaman dulu. Kata itu tergolong slang dan pernah sangat banyak digunakan, padahal kata jaman sendiri sudah nonbaku (seharusnya zaman), tapi masa iya diubah jadi zadul. Ada juga model campur kode dalam istilah kebahasaan. Kata itu pernah populer, tetapi sudah jarang digunakan, yaitu zaman now. Bahasa Indonesia dicampur dengan bahasa asing dan penulisan kata zaman merupakan bentuk baku.

Mata editor yang jeli tidak akan luput memelototi setiap kata dalam tulisan. Editor naskah dengan pisaunya selalu memenggal kata-kata nonbaku itu, menggantinya dengan kata baku. Pengeditan kata-kata nonbaku biasanya berlaku pada karya tulis dengan sifat formal atau semiformal. Pada karya tulis populer, editor naskah lebih bersikap fleksibel karena ia harus memperhatikan konteks penggunaan kata-kata nonbaku itu, apalagi pada karya fiksi.

Sebagai pengetahuan bagaimana seorang penulis melakukan swasunting kata-kata sebelum pisau editor melakukannya, berikut ini merupakan klasifikasi kata nonbaku yang sering kali muncul dalam tulisan. Rujukan kata baku yang resmi adalah KBBI (edisi terbaru) yang dikeluarkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Jenis-Jenis Kata Nonbaku

  1. Nonbaku karena Kesalahan

    Nama saja kesalahan, tentu tidak terlepas dari unsur khilaf. Khilaf itu boleh jadi karena seseorang terburu-buru menulis, misalnya paling sering terjadi khilaf karena salah tik alias typographical error (typo).

    Kata nonbaku dari hasil salah tik biasanya terjadi karena kehilangan dan kelebihan huruf. Contoh: ‘orang’ menjadi ‘oran’ atau ‘yang’ menjadi ‘yng’—saya juga sering khilaf seperti ini.

    Lebih fatal jika terjadi ganti huruf, seperti kata ‘nabi’ berubah menjadi ‘babi’ karena di kibor huruf (b) dan (n) berdampingan. Selain itu, terjadi juga huruf terbalik, seperti ‘ketika’ menjadi ‘ketiak’ atau ‘kelapa’ menjadi ‘kepala’.

Di sinilah editor jeli melihat konteks penggunaan kata salah tik itu yang menimbulkan kata lain. Kalau tidak jeli, ya alamat berbahaya, hendak menulis ketika Presiden malah menjadi ketiak Presiden ….

  1. Nonbaku karena Ragam

    Penggunaan kata nonbaku juga dapat dihubungkan dengan ragam bahasa. Di KBBI ada penanda ragam bahasa percakapan dengan kependekan cak.

    Ragam cakapan adalah ragam nonbaku yang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Jadi, keliru yang beranggapan bahwa KBBI hanya memuat kata-kata baku, kata nonbaku pun tersedia.

    Contoh, kata kenapa sering muncul dalam percakapan alih-alih mengapa. Begitu pula kata tapi sebagai ragam cakapan yang sering digunakan untuk menyingkat tetapi.

  2. Nonbaku karena Terjadi Pembaruan

    Beberapa kata disebut nonbaku karena masih menggunakan ejaan terdahulu, seperti tauladan, putera, puteri, dan Sumatera. Pengejaan kata-kata itu sudah direvisi menjadi teladan, putra, putri, dan Sumatra. Mungkin penulis-penulis zaman dulu atau murid-muridnya masih kerap menggunakan ejaan lama itu atau ada argumentasi lain seperti terjadi pada kata Sumatra.

  3. Nonbaku karena Singkatan/Akronim/Kependekan Keliru

    Salah satu singkatan yang sering diperdebatkan bentuk bakunya, yaitu singkatan halaman. Apakah hal. atau hlm.? Sama halnya dengan singkatan/kependekan jalan, yang baku jln. atau jl.? Singkatan yang baku dari halaman adalah hlm. dan kependekan dari jalan adalah jl.

Harta kata-kata di dalam benak penulis harus terbagi atas dua pangsa, yaitu kata baku dan kata nonbaku. Gunakan kata nonbaku dari sisi ragam sesuai dengan konteksnya.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByRizal Hartanto
Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Pendidikan

Mahasiswa Poltesa Dorong Kesadaran Isu Kekerasan Seksual di Kampus

April 22, 2026
Pendidikan

50 Soal Ujian Semester 5 Lengkap Kunci Jawaban Bahasa Indonesia

January 22, 2026
Pendidikan

Biodata Ferry Irwandi: Karier, Pendidikan, dan Fakta Menarik

December 3, 2025
Pendidikan

Mischka Keia, Pelajar Indonesia dengan IQ Tinggi Diterima di Oxford dan Stanford

April 14, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?