Penemuan Mayat di Kost, Identitas Korban Terungkap
Malam yang seharusnya tenang dan sunyi malah digegerkan dengan penemuan mayat seorang perempuan yang diketahui bernama Maria Agustina Naibaho (22). Mayat tersebut ditemukan dalam kondisi membusuk di dalam kamar kost. Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban diduga sudah meninggal selama 4 hari di dalam kamar kost.
Penemuan ini pertama kali diketahui oleh pacar korban, Sanggam Elroi Marbun. Ia datang ke kos korban di Jalan Rela, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, sekitar pukul 20.00 WIB. Karena tidak ada sahutan dari dalam kamar dan pintu terkunci, Sanggam kemudian meminta dua temannya untuk mendobrak pintu kamar tersebut.
Saat pintu terbuka, Sanggam menemukan korban sudah meninggal dunia dan tercium bau busuk dari kamar. Setelah itu, ia dan temannya memanggil Ibu Kost dan melaporkan kejadian tersebut kepada Pihak Kelurahan dan Polsek Medan Tembung.
Petugas Polsek Medan segera mengerahkan Kanit Reskrim Iptu Parulian Sitanggang dan Pawas Polsek Medan Tembung Aiptu Rahmad Sadikin serta Tim INAFIS Polrestabes Medan ke TKP. Tim INAFIS kemudian membawa jenazah Maria ke rumah sakit Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi.
Kapolsek Medan Tembung Kompol Ras Maju Tarigan membenarkan adanya mayat seorang wanita di Jalan Rela, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung. Ia mengatakan bahwa hari ini jenazah Maria akan dilakukan autopsi di rumah sakit Bhayangkara Medan.
“Hari ini diautopsi jenazahnya, kita belum tau, perkiraan kami korban ada riwayat sakit, pukul 10.00 WIB akan dilakukan autopsi,” ujar Kompol Ras Maju Tarigan saat di konfirmasi via WhatsApp.
Kompol Ras Maju Tarigan juga menyampaikan bahwa di jenazah korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Diketahui pada Selasa (10/3/2026), korban terakhir kali berkomunikasi dengan orangtuanya yang berada di kampung dan mengatakan sedang sakit.
“Jadi korban itu masih ngomong sama mamanya dibilang demam,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kompol Ras Maju Tarigan menjelaskan bahwa kondisi fisik korban di bagian perut membesar dan kepala serta kedua tangan mulai membiru. Hal ini menunjukkan bahwa jenazah korban hampir kurang lebih 4 hari di dalam kamar.
Berdasarkan pengakuan dari orangtua korban, Maria Agustina Naibaho terakhir kali mengabarkan sedang demam dan selanjutnya tidak ada lagi kabar. Akhirnya, korban ditemukan meninggal dunia.
Kini, orangtua korban sudah berada di rumah sakit Bhayangkara Medan.
Identitas Korban Terungkap
TERUNGKAP, mayat wanita yang ditemukan di kos ternyata adalah mahasiswi Unimed berinisial MA br Naibaho. Teka-teki penemuan jasad wanita di Jalan Rela, Kecamatan Medan Perjuangan, pada Kamis malam (12/3/2026) mulai menemui titik terang.
Dari informasi yang dihimpun, korban diketahui berinisial MA boru (br) Naibaho, yang disebut-sebut merupakan mahasiswi semester 8 di Universitas Negeri Medan (Unimed).
Penemuan ini bermula dari kecurigaan warga yang mencium aroma tidak sedap dari kamar kos milik keluarga Sinaga tersebut. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kematian mahasiswi yang tengah menempuh tingkat akhir tersebut.
Kondisi Fisik Korban
Saksi mata di lokasi kejadian mengungkapkan rasa terkejutnya saat pertama kali melihat kondisi jenazah di dalam kamar. Kondisi fisik korban menunjukkan tanda-tanda kematian yang sudah berlangsung selama beberapa hari.
Warga melihat adanya perubahan fisik yang drastis pada tubuh korban sebelum akhirnya dievakuasi oleh petugas. Bau menyengat yang sempat dikira bangkai hewan ternyata berasal dari jasad MA br Naibaho yang sudah membiru.
“Perutnya terlihat membesar, lebih besar dari payudaranya, dan kulitnya sudah membiru,” ujar Anita, warga sekitar kepada sumber berita di lokasi.
Karakteristik Korban
Korban jarang berinteraksi dengan warga sekitar. Berdasarkan keterangan para tetangga di sekitaran indekos tersebut, MA br Naibaho dikenal sebagai pribadi yang sangat tertutup selama tinggal di kos tersebut.
Aktivitasnya jarang terpantau oleh warga karena lingkungan kos yang dilengkapi dengan pagar besi tinggi. Teman-teman satu kosnya pun menyebutkan bahwa korban lebih sering menghabiskan waktu di dalam area kos daripada bersosialisasi di luar.
Ketidakhadiran korban selama beberapa hari tidak disadari warga karena kebiasaannya yang memang jarang keluar kamar.
“Orangnya jarang bergaul. Biasanya cuma lewat saja, langsung masuk ke kosan,” kata Selly, warga lainnya.
