Pianis Lampung Menggebrak Kompetisi Piano Nusantara Plus 2025
Pianis asal Lampung berhasil mencuri perhatian dalam Kompetisi Piano Nusantara Plus (KPN+) 2025. Hal ini diungkapkan oleh Ananda Sukarlan, seorang pianis dan komponis ternama, yang menyebutkan bahwa tahun ini menjadi momen penting dalam sejarah musik klasik Indonesia.
Kompetisi yang dianggap sebagai yang terbesar di Indonesia ini berlangsung dengan jumlah peserta yang sangat mengesankan. Dari total 587 peserta yang terdiri dari berbagai instrumen seperti piano, alat musik gesek, gitar, dan vokal klasik, terpilih 195 finalis yang bertanding selama dua hari di akhir pekan kemarin. Kegiatan ini berlangsung di auditorium Artotel Thamrin pada Sabtu, 13 Desember, dan Institut Francais d’Indonesie pada Minggu, 14 Desember.
Ananda Sukarlan, pendiri KPN+, turut serta sebagai juri bersama dua rekan lainnya, yaitu Sheila Victoria Pietono dan Randy Ryan. Keduanya adalah alumni dari Ananda Sukarlan Award (ASA), kompetisi yang lebih prestisius. Sheila Pietono pernah menjadi finalis ASA 2008, sedangkan Randy Ryan adalah pemenang pertama ASA 2012.
“Saya mendirikan KPN+ sebagai ‘kendaraan’ menuju Ananda Sukarlan Award yang lebih tangguh dan canggih,” ujarnya. “KPN+ dirancang untuk mereka yang masih muda, belum berpengalaman, bahkan belum pernah mengikuti kompetisi sebelumnya. Namun, kualitas peserta semakin meningkat, terutama dari Sumatra Utara dan Surabaya.”
Meskipun demikian, Lampung memberikan kejutan besar bagi juri dan penonton. Ananda menilai bahwa para pianis muda Lampung memiliki performa yang sangat baik, baik secara teknik maupun ekspresi. Ia menambahkan bahwa dasar pendidikan piano di Lampung sangat kuat, yang akan menjadi fondasi penting bagi perkembangan mereka di masa depan.
“Para pianis Lampung tidak hanya mapan secara teknik, tetapi juga bisa berekspresi dan ‘bercerita’ melalui musik, terutama musik saya untuk anak-anak yang hampir semua ditulis untuk anak saya waktu kecil dalam kumpulan ‘Alicia’s Piano Books’.”
Ananda menyebutkan dua tantangan utama yang dihadapi Lampung dalam dunia musik klasik. Pertama, pendidikan untuk tingkat lebih tinggi (di atas usia 14 tahun) sebelum mereka melanjutkan ke kuliah musik. Kedua, pengembangan instrumen selain piano, seperti alat musik gesek atau tiup, serta vokal klasik, yang masih absen dari KPN+.
Selain itu, Ananda menyoroti pentingnya bermain duet atau empat tangan, yang akan membantu para pianis belajar kerja sama dan sinergi bermusik. Ia menyarankan agar hal ini dilakukan antar teman atau kakak-adik.
Beberapa juara KPN+ telah dipilih oleh Ananda Sukarlan untuk mendapatkan Golden Ticket ke Ananda Sukarlan Award 2027. Pianis muda Lampung juga mendapatkan kesempatan tersebut. Tahun 2026, Bali dan Jambi akan ikut serta dalam kompetisi ini. Ananda berharap provinsi lain, terutama di Kalimantan dan Sulawesi, dapat bergabung.
Berikut beberapa kategori yang dimenangkan oleh pianis Lampung di Grand Final KPN+ 2025:
Usia Dini A:
- Juara 3: Jason Boen – Lampung, Madeleine Axella Dermawan – Lampung, Elnathan Marcello Hariandja – Bekasi
- Juara 2: Valda Gracia Purba – Bekasi, Grace Samantha Pasaribu – Jakarta
- Juara 1: Nadya Ie – Surabaya
Usia Dini B:
- Juara 3: Merria Madeleine Julietta Purba – Medan, Elenno Levien Wanjaya – Lampung, Thomas Lewis Lucman – Tangerang, Benedict Denzel Herwindo – Tangerang
- Juara 2: Elisabeth Catherine Indragunawan – Bandung, Feline Putranto – Lampung, Keidelyn Riefhanlim Mulyadi – Pontianak, Lashira Awbinsriee Pane – Medan
Usia Dini C:
- Juara 3: Gracia Sabina Xaverius Ginting – Medan, Victoria Williams – Lampung, Obed Abhirama Cahyono – Bekasi
- Juara 1: Aruna Sachi Kayana – Lampung, Gwen Eleanor Walean Alim – Surabaya, Elaine Violet Santosa – Surabaya
Menengah B:
- Juara 3: Hillary Salim Ali – Bekasi
- Juara 2: Reinhart Avery Hidayat – Lampung
- Juara 1: Michael Edmund Kuncoro – Lampung
Lanjutan B:
- Juara 3: Helena Ho – Lampung, Catalya Blessingky – Lampung, Hananiah Agabe Manondangi Sagala – Jakarta
Lanjutan C:
- Juara 2: Levander Visentine – Lampung, Jorge Amedeo Benavides – Yogyakarta
- Juara 1: Samuel Dazhill – Pontianak
Pianis Lampung yang berhasil mendapatkan Golden Ticket ke Ananda Sukarlan Award 2027 adalah:
- Usia Dini B: Feline Putranto
- Menengah B: Michael Edmund Kuncoro dan Reinhart Avery Hidayat
- Lanjutan C: Levander Visentine
