Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Politik

Tak Adil! Kades Pandai Diduga Intervensi Bongkar Jagung di Gudang Bulog, Protes Petani Muncul

Ratna Purnama
Last updated: April 14, 2026 12:03 am
Ratna Purnama
Share
4 Min Read
SHARE

Dugaan Intervensi dalam Pembongkaran Jagung di Gudang Bulog Desa Pandai

Pengaduan keras dari para petani terhadap dugaan praktik intervensi dalam proses pembongkaran jagung di Gudang Bulog Desa Pandai, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) memicu kekhawatiran akan ketidakadilan dalam sistem distribusi hasil pertanian. Mereka menilai adanya perlakuan tidak adil dalam mekanisme antrian yang berpotensi merugikan petani kecil.

Beberapa petani mengungkapkan bahwa dua unit truk yang diduga terkait dengan Kepala Desa (Kades) Pandai mendapatkan prioritas pembongkaran setiap hari tanpa mengikuti aturan antrian yang telah disepakati bersama. Hal ini menjadi sumber ketidakpuasan bagi petani lain yang harus menunggu lama di luar area gudang untuk mendapatkan giliran bongkar.

“Kades selalu dapat jatah setiap hari dua truk tanpa nomor antrian,” ujar SF, salah seorang petani, Jumat (10/4/2026). Menurutnya, kondisi tersebut berbeda jauh dengan nasib petani lain yang harus menunggu hingga empat hingga lima hari di luar gudang.

“Kami sampai harus tidur di pinggir jalan sambil menunggu giliran,” tambahnya. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya telah disepakati sistem antrian yang mewajibkan setiap kendaraan pengangkut hasil panen untuk mengambil nomor urut dan menunggu sesuai giliran. Namun, praktik di lapangan dinilai tidak konsisten.

Petani juga menyoroti keberadaan dua kendaraan yang disebut selalu mendapatkan akses langsung untuk membongkar muatan tanpa mengikuti prosedur. Dugaan keterkaitan kendaraan tersebut dengan Kades setempat memicu kekecewaan dan rasa ketidakadilan di kalangan petani.

“Seharusnya semua mengikuti nomor antrian. Kalau ada mobil yang langsung masuk tanpa nomor, tentu petani lain merasa dirugikan,” kata petani lainnya. Selain itu, mereka mempertanyakan keterlibatan Kades dalam pengaturan teknis pembongkaran jagung. Mereka menilai kewenangan tersebut seharusnya berada pada pihak Bulog dan instansi terkait, bukan pemerintah desa.

“Kenapa Kades ikut mengatur pembongkaran? Seharusnya mengurus masyarakat, bukan menentukan mobil mana yang lebih dulu bongkar,” ujar salah seorang petani. Lamanya waktu tunggu tidak hanya berdampak pada keterlambatan distribusi hasil panen, tetapi juga menambah beban biaya bagi petani.

Mereka mengaku harus menanggung biaya sewa truk hingga Rp500 ribu per malam. Jika menunggu hingga empat hari, total biaya dapat mencapai Rp2 juta, belum termasuk kebutuhan operasional sopir.

“Kalau satu malam Rp500 ribu, empat hari sudah Rp2 juta. Itu belum makan dan minum sopir. Jadi petani benar-benar rugi,” ungkapnya. Atas kondisi tersebut, para petani mendesak aparat kepolisian untuk turun tangan mengawal proses pembongkaran agar berjalan transparan, tertib, dan sesuai aturan. Mereka juga meminta agar tidak ada intervensi dari pihak yang tidak memiliki kewenangan resmi.

“Kami minta polisi mengawal proses bongkar jagung ini supaya adil. Jangan ada lagi mobil yang masuk tanpa antrian,” tegas seorang petani. Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari Kepala Desa Pandai maupun pihak pengelola Gudang Bulog terkait dugaan perlakuan khusus tersebut. Para petani berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera menindaklanjuti persoalan ini guna mencegah potensi konflik di lapangan serta memastikan keadilan dalam distribusi hasil pertanian.


Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByRatna Purnama
Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Politik

SBY mengenang Juwono Sudarsono: pemikir brilian dan tokoh diplomatik

April 5, 2026
Politik

Status Bansos Ditentukan Desil, Ini Cara Cek DTSEN KemenSos 2026

January 14, 2026
Politik

Kemensos Distribusikan Bansos Adaptif Sumatera, Selesaikan Sebelum Lebaran

March 19, 2026
Politik

Gus Dur, Sang Pemimpin Sepak Bola dan Pahlawan Minoritas

December 29, 2025
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?