Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Hukum

KPK Selidiki Pendapatan RK, Klaim Beli Mercy dan Royal Enfield dari Uang Pribadi

Hartono Hamid
Last updated: December 3, 2025 10:18 am
Hartono Hamid
Share
5 Min Read
SHARE

Penyidik KPK Periksa Ridwan Kamil Terkait Kasus Korupsi Pengadaan Iklan di Bank BJB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang melakukan penyelidikan terhadap penghasilan resmi mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK), dalam konteks dugaan korupsi pengadaan iklan di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB). Hal ini dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan yang sedang berlangsung.

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa penyidik akan membandingkan penghasilan RK selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat dengan pendapatan lain yang mungkin tidak terlaporkan.

“Disandingkan juga dengan apakah ada penghasilan-penghasilan lain di luar penghasilan resmi sebagai Gubernur Jawa Barat. Nah, ini semuanya didalami, ditelusuri, sekaligus dikonfirmasi,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (2/12) malam.

Selain itu, KPK juga sedang menyelidiki sejumlah aset yang belum dilaporkan RK ke dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Sampai saat ini, lembaga antirasuah telah menyita dua aset milik RK, yaitu Mercedes Benz 280 SL dan motor Royal Enfield.

Setelah diperiksa selama lebih dari enam jam, RK membantah menerima aliran dana nonbujet dalam kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank BJB atau PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. Ia mengklaim, dana yang digunakan untuk membeli motor Royal Enfield, mobil Mercedes-Benz, serta aliran dana ke selebgram Lisa Mariana berasal dari dana pribadi miliknya.

“Karena saya tidak mengetahui, maka semua yang pernah ramai itu semua adalah dana pribadi ya. Dana pribadi sendiri jadi tidak ada hubungan dengan perkara yang dimaksud, kira-kira begitu,” kata RK usai diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (2/12).

Motor Royal Enfield Classic 500 Limited Edition berkelir hitam telah berada di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan). Sedangkan mobil yang dibelinya dari anak BJ Habibie, Ilham Akbar Habibie, saat ini tengah berada di bengkel. Di sisi lain, Ilham telah menyerahkan uang senilai Rp 1,3 miliar yang semula diberikan padanya untuk transaksi mobil tersebut.

Untuk uang yang dialirkan ke selebgram Lisa Mariana, RK mengaku bahwa ia diperas. Uangnya berasal dari saku pribadinya.

“Itu konteksnya pemerasan ya, dan itu uang pribadi. Semua sudah dijelaskan semua dana pribadi,” kata dia.

RK juga membantah keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank BJB atau PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.

“Pada dasarnya, yang paling utama adalah saya itu tidak mengetahui apa yang namanya menjadi perkara dana iklan ini,” katanya.

Ia menyatakan, aksi korporasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam hal ini Bank BJB tak berhubungan dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Gubernur.

“Karena dalam tupoksi gubernur, aksi korporasi dari BUMD ini itu adalah dilakukan oleh teknis mereka sendiri,” katanya.

Ia mengklaim, sebagai gubernur hanya mengetahui aksi korporasi BUMD jika menerima laporan. Dalam hal ini oleh para jajaran di BUMD tersebut yakni direksi, komisaris selaku pengawas, atau kepala biro BUMD.

“Tiga-tiganya ini tidak memberi laporan semasa saya jadi gubernur. Makanya kalau ditanya apakah saya mengetahui, saya tidak tahu. Apalagi terlibat, apalagi menikmati hasilnya dan lain sebagainya,” katanya.

RK menjalani pemeriksaan di KPK didampingi kuasa hukumnya di Gedung Merah Putih sejak sekitar pukul 10.40 WIB hingga pukul 16.30 WIB. Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu sebelumnya mengatakan, RK merupakan komisaris BJB saat menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.

“Setiap pemerintahan daerah tingkat satu itu punya bank. Nah, kemudian gubernur itu menjadi komisarisnya di situ,” kata Asep kepada wartawan, Selasa (22/4).

Berdasarkan hal itu, Asep berpandangan RK selaku komisaris seharusnya mengetahui setiap aktivitas bank tersebut. Hal itulah yang akan didalami oleh lembaga antirasuah terhadap RK dalam perkara ini.

“Apakah memang atas sepengetahuan, atau memang tidak sepengetahuan. Kemudian akan dikonfirmasi dari keterangan-keterangan,” katanya.

KPK telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus korupsi pengadaan iklan di Bank BJB, yakni Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi, Pejabat Pembuat Komitmen sekaligus Kepala Divisi Corsec BJB Widi Hartoto. Kemudian, pengendali agensi Antedja Muliatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri Ikin Asikin Dulmanan, pengendali agensi BSC Advertising dan Wahana Semesta Bandung Ekspress Suhendrik, serta pengendali Cipta Karya Sukses Bersama Sophan Jaya Kusuma.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByHartono Hamid
Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Hukum

Terungkap Profesi Teddy Pardiyana, Heboh Gugat Hak Waris Keluarga Sule

February 4, 2026
Hukum

Kadishub Bengkulu Tengah Angkat Bicara Soal ASN Terlibat Penipuan Burung SMM

January 24, 2026
Hukum

Kasus Penggunaan Tanah Tanpa Izin di Bali, Propam Polda Tangani, Diduga Terlibat Mafia Tanah

March 14, 2026
Hukum

Pemilik Maktour Dicokok KPK, Tidak Jadi Tersangka

January 14, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?