Kisah Tragis Siswa SMP yang Dibunuh oleh Sahabatnya Sendiri di Kampung Gajah
Kasus pembunuhan seorang siswa SMP yang terjadi di Kampung Gajah, Jawa Barat, mengejutkan publik. Korban bernama ZAAQ (14 tahun) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan luka tusukan yang sangat mengerikan. Kejadian ini terungkap setelah seorang konten kreator horor menemukan jasad korban saat sedang membuat konten di lokasi bekas wisata tersebut.
Penemuan Jasad yang Mengejutkan
Konten kreator horor tersebut awalnya ingin membuat konten di eks objek wisata Kampung Gajah. Namun, mereka justru menemukan bangkai kucing dan berniat menguburkannya. Saat menguburkan, mereka merasakan bau busuk yang menyengat. Setelah didekati, ternyata bau tersebut berasal dari jasad manusia yang tergeletak di dekat reruntuhan bangunan. Konten kreator langsung melaporkan penemuan ini kepada pihak berwajib.
Polisi kemudian melakukan olah TKP dan menemukan bahwa korban memiliki 8 luka tusukan di bagian perut serta luka di kepala. Luka-luka ini menunjukkan bahwa korban dibunuh secara membabi buta oleh pelaku.
Rencana Pembunuhan yang Terencana
Pelaku pembunuhan, YA (16 tahun), telah merencanakan aksi kejam ini sejak beberapa hari sebelumnya. Pada Sabtu (7/2/2026), YA mengajak AP (17 tahun) untuk menghabisi nyawa ZAAQ, tetapi rencana itu ditunda karena AP sedang sibuk. Akhirnya, pada Senin (9/2/2026), YA dan AP berangkat dari Garut ke Bandung menggunakan sepeda motor.
YA membawa senjata tajam berupa sangkur dari Garut dan menyimpannya di jok motor. Di lokasi kejadian, YA mengajak ZAAQ untuk berbicara di dekat sekolahnya, lalu meminta korban masuk ke dalam area bekas wisata. Di dalam, YA memukul kepala korban dengan botol dan kemudian menusuk perut korban sebanyak 8 kali dengan sangkur. Setelah itu, YA mengambil ponsel dan jaket korban, lalu keluar dan memberi tahu AP bahwa ia telah membunuh korban.
Postingan Pelaku yang Menimbulkan Kekhawatiran
Sebelum pembunuhan terjadi, YA sempat membuat unggahan di media sosial yang menimbulkan kecurigaan. Di akun TikTok-nya, YA menulis caption tentang kematian seseorang yang ia nantikan. Ia juga menambahkan tagar #sahabat pada postingannya. Unggahan ini kini menjadi sorotan setelah diketahui bahwa YA telah merencanakan pembunuhan terhadap ZAAQ.
Selain itu, YA sering mengunggah foto atau video dengan kalimat-kalimat galau dan tagar yang mencantumkan nama korban. Hal ini menunjukkan bahwa YA memiliki rasa sakit hati yang mendalam terhadap ZAAQ.
Hubungan Pelaku dan Korban
Polisi telah menangkap dua pelaku, yakni YA dan AP. Berdasarkan pengakuan YA, ia membunuh ZAAQ karena sakit hati. ZAAQ pernah memutus hubungan pertemanan mereka, sehingga YA merasa tersakiti. Selain itu, YA pernah memukul ZAAQ pada tahun lalu, bahkan hingga korban mengalami cedera mata.
Menurut keluarga korban, YA sering membully ZAAQ. Bahkan, ada dugaan bahwa YA memiliki penyimpangan seksual, yaitu menyukai sesama jenis. Keluarga korban akhirnya memindahkan ZAAQ dari Garut ke Bandung untuk menghindari pelaku.
Rekayasa Penculikan
Untuk menutupi jejak pembunuhan, YA mengirim pesan dari ponsel ZAAQ seolah-olah korban masih hidup dan diculik. Ia juga merusak ponsel korban agar tidak ada bukti yang bisa digunakan sebagai alibi. Tindakan licik ini memperkuat indikasi pembunuhan berencana.
Penemuan Jenazah
ZAAQ dilaporkan hilang pada 9 Februari 2026, tepat di hari pembunuhan terjadi. Pihak sekolah sempat memviralkan kehilangan siswa tersebut. Lima hari kemudian, jenazah ZAAQ ditemukan secara tak sengaja oleh tim konten kreator horor di lokasi bekas wisata Kampung Gajah.
Penegakan Hukum
Polisi telah menjerat YA dan AP dengan Pasal 459 KHUP dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau paling lama 20 tahun. Selain itu, pasal 80 ayat (3) UU Perlindungan Anak juga diterapkan untuk memperkuat jeratan hukum atas penghilangan nyawa anak di bawah umur.
