Jemaah Umrah Asal Balikpapan Tetap Tenang Meski Ada Ketegangan di Timur Tengah
Jemaah umrah asal Balikpapan yang sedang menjalankan ibadah di Madinah dan Mekkah memastikan kondisi mereka tetap aman meskipun terjadi ketegangan geopolitik antara Iran, AS, dan Israel. Berbagai pemberitaan mengenai konflik di kawasan Timur Tengah tidak mengganggu fokus jemaah dalam menjalankan ritual keagamaan.
Pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 17.44 Wita, Tribun Kaltim melakukan wawancara melalui video call dengan salah satu jemaah umrah asal Balikpapan, yaitu Rosandi. Saat diwawancarai, Rosandi tampak tenang dan berpakaian gamis serta peci hitam. Ia menyampaikan bahwa rombongan jemaah asal Balikpapan dalam kondisi baik dan tetap menjalankan ibadah dengan khusyuk.
“Di sini, alhamdulillah, jemaah fokus dengan ibadah, tidak terganggu oleh pemberitaan yang sedang terjadi di wilayah Timur Tengah,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kekhawatiran lebih dirasakan oleh keluarga yang ada di Balikpapan setelah melihat berbagai informasi yang beredar.
Rosandi mengatakan bahwa rombongan jemaah asal Balikpapan telah berada di Madinah selama lima hari. Dalam dua hari ke depan, mereka akan melanjutkan perjalanan menuju Mekkah untuk menunaikan rangkaian ibadah umrah berikutnya. Ia juga memastikan aktivitas ibadah di Madinah tetap berjalan normal dan para jemaah dari berbagai negara masih menjalankan ibadah dengan khusyuk tanpa terpengaruh isu yang berkembang.
Rasa Waswas di Kalangan Jemaah
Ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah pasca-serangan militer Amerika Serikat ke Iran sempat membuat sejumlah warga Indonesia di Tanah Suci diliputi rasa waswas. Hal ini juga dirasakan oleh warga Balikpapan yang tengah menunaikan ibadah umrah di Mekkah. Salah satu jemaah, Adib Satria Negara, mengaku sempat merasakan kekhawatiran ketika kabar eskalasi konflik ramai diberitakan.
“Kalau ditanya ada rasa takut atau tidak, sebagai manusia tentu ada rasa waspada. Apalagi keluarga di rumah juga ikut cemas dan terus bertanya kondisi di sini,” ujarnya. Namun, Adib menegaskan situasi di Mekkah maupun Madinah tetap kondusif. Aktivitas ibadah berjalan normal dan jemaah tetap memadati Masjidil Haram seperti biasa.
Imbauan Penundaan Keberangkatan Umrah
Beberapa bandara di Timur Tengah sempat menutup penerbangan sehingga sejumlah jemaah asal Indonesia terlantar di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Situasi perang Amerika Serikat–Israel versus Iran juga berdampak pada sejumlah jadwal keberangkatan umrah dari Indonesia. Hal ini menjadi perhatian pemerintah, termasuk Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Balikpapan.
Kepala Kantor Kemenhaj Kota Balikpapan, Suharto Baijuri, mengimbau para penyelenggara travel umrah di Kota Beriman untuk menunda keberangkatan jemaah ke Arab Saudi sementara waktu. Ia menjelaskan, imbauan tersebut mengacu pada edaran Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu) terkait kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Situasi di Arab Saudi
Perang Iran versus AS–Israel yang pecah Sabtu (28/2) memunculkan kekhawatiran akan situasi di Timur Tengah, khususnya Arab Saudi. Dilaporkan, sebanyak 58.873 jemaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi. Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, menyebut penutupan sejumlah penerbangan menjadi penyebab utama.
Konjen RI Jeddah Yusron B Ambary memastikan situasi masih terpantau aman. “Kondisi di wilayah kerja KJRI Jeddah, di Provinsi Ashir, Provinsi Makkah, dan Provinsi Tabuk, termasuk Kota Suci Makkah dan Madinah, masih terpantau relatif aman,” kata Yusron.
Ibadah Haji Bisa Terimbas
Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai memicu kekhawatiran terhadap kelancaran ibadah ke Tanah Suci. Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Timur mencermati secara serius potensi dampak situasi tersebut, mengingat waktu keberangkatan yang kian dekat.
Kepala Kanwil Kemenhaj Kaltim, Mohlis Hasan, mengungkapkan bahwa meskipun persiapan terus berjalan, faktor keamanan di kawasan konflik menjadi perhatian utama. Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini jadwal resmi belum mengalami perubahan. Namun, perkembangan situasi di jalur penerbangan dan negara tujuan terus dipantau secara ketat.
Perang Makin Membara
Satu pesawat Amerika Serikat (AS) ditembak jatuh di Kuwait di tengah kecamuk perang Iran vs Israel dan Washington. Kabar jatuhnya pesawat AS tersebut dikonfirmasi oleh Komando Pusat AS atau Central Command (Centcom). Meski demikian, Centcom tidak merinci jenis pesawat apa yang ditembak jatuh di Kuwait.
Serangan balasan Iran terhadap beberapa target di Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA) juga menjadi perhatian. Pemerintah Iran pada Sabtu (28/2) mengonfirmasi serangan terhadap beberapa target di negara-negara tersebut. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeklaim seluruh target militer Israel dan AS di Timur Tengah dihantam oleh serangan dahsyat rudal Iran.
Kesimpulan
Situasi di kawasan Timur Tengah yang semakin memanas memberi dampak terhadap jemaah umrah dan haji. Meskipun begitu, jemaah asal Balikpapan tetap tenang dan fokus menjalankan ibadah. Pemerintah terus memantau situasi dan mengimbau penundaan keberangkatan umrah sampai situasi benar-benar aman.
