Peninjauan Langsung Bupati Klaten terhadap Dua SPPG yang Diduga Menyebabkan Keracunan
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, melakukan peninjauan langsung terhadap dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga menjadi sumber dugaan keracunan pada puluhan siswa. Peninjauan dilakukan pada hari Sabtu (11/4/2026), setelah munculnya laporan tentang gejala kesehatan yang dialami oleh siswa dari dua sekolah di wilayah Klaten.
Dua SPPG yang ditinjau adalah SPPG Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, dan SPPG Satya Haprabu Desa Kalikotes, Kecamatan Kalikotes. Selain meninjau kondisi fisik dapur, Bupati juga memastikan bahwa tindakan ilmiah seperti pengujian laboratorium telah dilakukan untuk menentukan penyebab pasti dari kejadian tersebut.
Hamenang menyatakan bahwa hasil uji laboratorium akan menjadi dasar dalam mengambil keputusan. Ia menegaskan bahwa kemungkinan penyebab keracunan masih terbuka, baik karena adanya bakteri atau kesalahan dalam waktu konsumsi makanan.
“Apapun hasilnya, kita tetap menunggu hasil dari laboratorium,” ujarnya.
Selama peninjauan, Bupati tampak fokus pada alur distribusi makanan serta kondisi ruang pendingin dan produksi. Di SPPG Jonggrangan, ia menggunakan masker saat meninjau area dapur, sedangkan di SPPG Kalikotes, ia lebih banyak berkomunikasi langsung dengan petugas dan melakukan investigasi lapangan.
Hamenang juga menegaskan bahwa hasil uji laboratorium akan dilaporkan ke Badan Gizi Nasional (BGN), yang akan mengambil keputusan akhir terkait masalah ini.
Gejala yang Dialami Siswa dan Guru
Sebagai informasi, dugaan keracunan terjadi setelah siswa dari SMKN 1 Klaten dan SMPN 1 Kalikotes mengalami gejala kesehatan usai mengonsumsi makanan yang disediakan oleh SPPG. Plt Kepala Puskesmas Kalikotes, Alfiana Choiriyani Udin, menjelaskan bahwa kasus yang menimpa siswa SMPN 1 Kalikotes melibatkan sejumlah besar korban.
Awalnya, terdapat 27 siswa yang terkena dampak, namun jumlahnya meningkat menjadi 81 siswa, ditambah dua orang guru. Mayoritas korban mengalami gejala seperti diare, muntah, pusing, dan mual. Meski demikian, tidak ada korban yang sampai dirawat di fasilitas kesehatan. Hanya satu siswa yang sempat tidak masuk sekolah hingga Jumat (10/4/2026), namun sudah menjalani pengobatan.
Penjelasan dari Kepala SPPG
Kepala SPPG Satya Haprabu Kalikotes, Alwan Fauzan, menjelaskan bahwa makanan yang bermasalah meliputi satu jenis sayur serta ayam yang bukan basi, namun berbau amis dan ditemukan bulu pada beberapa olahan ayam. Kondisi tersebut diduga menjadi penyebab siswa mengalami pusing dan muntah setelah mengonsumsi.
Menurut Alwan, SPPG memiliki standar mutu yang jelas, mulai dari penerimaan bahan baku hingga proses pengolahan. Namun, ia mengakui bahwa masih ada kekurangan, terutama pada aspek kebersihan, khususnya di area pencucian bahan mentah. Pihaknya berkomitmen untuk segera memperbaiki hal tersebut.
Tindakan Lanjutan dan Komitmen Bupati
Bupati Klaten menekankan pentingnya proses ilmiah dan transparansi dalam menangani kasus ini. Ia berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan yang disajikan kepada para siswa.
Selain itu, Bupati juga berencana untuk terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan arahan agar tidak terjadi lagi kejadian serupa di masa depan. Ia menekankan bahwa kesehatan dan keselamatan siswa adalah prioritas utama.
