Nasib Pilu Seorang Pria Lanjut Usia yang Kehilangan Harta Akibat Penipuan
Seorang pria lanjut usia dengan disabilitas mengalami pengalaman menyedihkan setelah menjadi korban penipuan oleh seorang wanita paruh baya. Peristiwa ini menimbulkan dampak besar bagi kehidupan korban, baik secara finansial maupun emosional.
Korban bernama Laolu Sili, berusia 65 tahun, dikenal sebagai pedagang lotre di kawasan Pasar Warorot, Distrik Mueang, Chiang Mai. Ia menjual lotre setiap hari dan mengandalkan hasil penjualan tersebut untuk bertahan hidup. Namun, nasib buruk datang ketika ia terjebak dalam tipuan yang dilakukan oleh seorang wanita yang awalnya membangun hubungan dekat dengannya.
Pada awalnya, wanita tersebut datang membeli lotre. Dengan waktu yang berlalu, kedekatan mereka semakin erat. Wanita itu bahkan sering menawarkan diri untuk mengantarkan korban pulang ke tempat tinggalnya. Hubungan keduanya berkembang hingga sempat menjalin hubungan dua kali. Namun, semua ini ternyata hanya permainan untuk mendekati korban dan memanfaatkannya.
Dugaan penipuan terjadi setelah wanita tersebut meminta seluruh tiket lotre edisi 1 November 2021 yang dimiliki korban, sekitar 400 lembar. Ia beralasan ingin membantu menjualkan lotre tersebut karena merasa kasihan terhadap korban yang memiliki disabilitas. Namun, hingga saat ini, korban belum menerima uang hasil penjualan tersebut.
Selain itu, korban juga kehilangan tabungan sebesar 130.000 baht. Diketahui bahwa wanita tersebut mencatat kata sandi aplikasi perbankan milik korban. Kata sandi itu ditulis korban di sebuah buku yang diletakkan di atas kepala tempat tidur. Dengan informasi tersebut, wanita itu mengakses rekening korban dan mentransfer seluruh uang simpanan. Setelah transaksi tersebut, saldo rekening korban hanya tersisa 35 baht.
Peristiwa ini sangat menghancurkan korban secara batin. Uang yang diambil merupakan satu-satunya tabungan yang ia miliki sepanjang hidup. Korban mengaku tidak pernah menyangka bahwa orang yang selama ini dekat dengannya akan tega melakukan hal tersebut.
Korban juga menegaskan bahwa klaim wanita tersebut yang menyebut dirinya sebagai istri korban tidaklah benar. Hubungan mereka hanya sebatas kedekatan, dan tidak pernah terikat dalam ikatan pernikahan. Saat ini, yang paling dibutuhkan korban adalah modal untuk kembali membeli lotre dan melanjutkan pekerjaannya. Ia menyadari bahwa uang yang tersisa di tangannya hanya sekitar 40 baht, sehingga tidak mampu membeli lotre untuk dijual kembali.
Lebih lanjut, korban juga menceritakan pengalaman pahit lain yang pernah dialaminya. Sekitar tiga tahun lalu, ia pernah menjadi korban penipuan oleh seorang pedagang di pasar yang sama. Saat itu, pedagang tersebut meminjam uang sebesar 200.000 baht dengan alasan akan digunakan sebagai modal usaha pinjaman uang dan menjanjikan keuntungan berupa bunga. Namun, uang tersebut hilang bersama orang yang meminjamnya. Korban tidak melaporkan kejadian itu ke polisi karena tidak memiliki bukti.
Sementara itu, seorang pedagang lotre di kawasan yang sama bernama Nan Nalayin, warga negara Myanmar, yang membantu membawa korban melapor ke Polsek Kota Chiang Mai, mengungkapkan bahwa ia telah lama melihat korban berjualan lotre di lokasi tersebut. Biasanya korban berjualan dengan lapak penuh, namun dua periode undian sebelum kejadian, ia melihat lapak lotre korban menghilang dan hanya tersisa belasan lembar lotre.
Awalnya, ia mengira lotre tersebut laku keras, namun setelah melihat raut wajah korban yang tampak murung, ia mulai curiga dan akhirnya mengetahui kejadian sebenarnya. Pada awalnya, korban enggan menyebutkan identitas wanita tersebut karena masih berharap uangnya akan dikembalikan. Namun, setelah hampir satu bulan berlalu tanpa ada pengembalian, pedagang tersebut merasa iba dan mengajak korban melapor ke polisi untuk membuat laporan harian di Polsek Kota Chiang Mai.
Pihak kepolisian kemudian menghubungi wanita yang bersangkutan, dan wanita tersebut menyatakan akan mengembalikan seluruh uang kepada korban. Meski begitu, korban tetap memohon agar uang tersebut segera dikembalikan. Ia menyatakan tidak berniat membawa persoalan ini ke ranah hukum apabila uangnya dikembalikan sepenuhnya.
