Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Kriminal

Fakta dan Kronologi Ledakan Kembang Api yang Hancurkan Rumah di Blimbingsari Sleman

Rafitman
Last updated: February 23, 2026 11:53 pm
Rafitman
Share
5 Min Read
SHARE

Kebakaran di Blimbingsari, Sleman: Ledakan Kembang Api Hancurkan Satu Rumah

Kebakaran yang terjadi di kawasan Blimbingsari, Sleman, pada Sabtu (21/2/2026) sore lalu menjadi perhatian masyarakat setempat. Peristiwa ini berawal dari ledakan beruntun kembang api yang menyebabkan satu bangunan habis terbakar. Berikut adalah kronologi lengkap dan fakta-fakta terkait kejadian tersebut.

Contents
  • Kebakaran di Blimbingsari, Sleman: Ledakan Kembang Api Hancurkan Satu Rumah
  • Awal Mula Ledakan
  • Upaya Pemadaman Mandiri
  • Rumah Ludes Terbakar
  • Pemadaman Butuh Waktu Satu Jam
  • Kerentanan Akses Jalan
  • Penyebab Awal Kebakaran
  • Tumpukan Kembang Api di Dalam Rumah

Awal Mula Ledakan

Dukuh Blimbingsari, Robet Purnomo, menjelaskan bahwa awal kejadian bermula dari suara ledakan aneh yang terdengar sekitar pukul 17.50 WIB. “Tadi sekitar jam 5 kurang 10 menit, terdengar suara petasan dari arah rumah di sebelah barat saya. Rumah saya (jaraknya) empat rumah dari posisi TKP (Tempat Kejadian Perkara). Saya mendekat, ternyata suara petasan atau kembang api itu sudah saling bersahutan,” ujarnya.

Ledakan tersebut memicu kepanikan warga setempat. Meski tidak ada korban jiwa, situasi semakin memburuk ketika api mulai membesar dan menghanguskan bangunan.

Upaya Pemadaman Mandiri

Warga setempat mencoba melakukan pemadaman mandiri secara spontan. “Saya bersama teman-teman tadi terus langsung mencoba untuk memadamkan. Ada yang pakai air, terus saya juga bawa APAR untuk saya semprot, tapi tidak tertolong karena apinya semakin membesar terus. Nah, terus dari teman-teman akhirnya menggunakan peralatan seadanya. Ada yang bawa ember, ada yang bawa keset basah. Lalu satu teman lagi dari perangkat desa akhirnya berkoordinasi dengan pihak Damkar dari UGM,” jelas Robet.

Rumah Ludes Terbakar

Akibat ledakan dan kobaran api, bangunan beserta seluruh isinya ludes tak tersisa. “Posisi api membakar satu rumah, dan di dalamnya tadi ada beberapa alat rumah tangga juga, ya. Di situ ada gas, ada tabung gas, ada burung, semuanya ludes. Satu rumah milik YBS (Yang Bersangkutan) rata dengan api,” tambahnya.

Respons cepat dari elemen masyarakat dan institusi penanggulangan bencana menjadi kunci mencegah api merembet ke bangunan lain di kawasan yang cukup padat tersebut.

Pemadaman Butuh Waktu Satu Jam

Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Sleman bersama Damkar UGM menerjunkan armada penuh untuk menjinakkan si jago merah. “Untuk pemadaman di daerah Blimbingsari, Tim personel dari Damkar Sleman dibantu oleh Damkar UGM beserta masyarakat. Untuk armada, kita melibatkan tiga armada. Dan untuk air, habis tiga tangki. Untuk estimasi pemadaman, kita butuh waktu hampir satu jam,” jelas Petugas Damkar Sleman, David Iqbal.

Ia juga mengonfirmasi skala kerusakan struktural dan dugaan awal penyebab kebakaran. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Dan untuk kerugian, belum bisa kita perkirakan berapa habisnya. Karena untuk insiden ini, satu bangunan rumah habis. Untuk kendaraan, ada dua sepeda motor (yang terbakar). Kalau penyebab utamanya kita belum tahu, belum dilihat secara langsung. Tapi sepertinya dari keterangan warga, penyebabnya dari kembang api. Karena yang punya rumah ini berjualan kembang api,” ujarnya.

Kerentanan Akses Jalan

Meski api berhasil dipadamkan, operasi ini mengungkap kerentanan klasik tata ruang permukiman perkotaan sulitnya akses bagi kendaraan darurat darat. “Untuk kesulitan, alhamdulillah cuma masalah akses jalan. Karena ini akses jalannya kecil, jadi truk besar kita tidak bisa masuk. Dan untuk akses air juga agak sulit,” kata David.

Penyebab Awal Kebakaran

Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sleman mengungkap penyebab awal kebakaran hebat yang melanda sebuah rumah di kawasan Blimbingsari, Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman pada Sabtu (21/2/2026). Dugaan awal, api diduga berasal dari korsleting listrik yang menyambar tumpukan petasan siap edar di dalam rumah. Sehingga, percikan api memicu rentetan ledakan yang menghanguskan bangunan.

“Penyebab kebakaran arus pendek, korsleting listrik,” kata Kasi Operasional dan Investigasi Damkar Sleman, Nawa Murtiyanto, dalam keterangannya.

Tumpukan Kembang Api di Dalam Rumah

Berdasarkan penelusuran di lapangan, rumah yang terbakar diketahui milik seorang warga bernama Daniel. Saat insiden terjadi, bangunan tersebut dipastikan tidak berpenghuni. “Waktu kejadian tidak ada penghuninya. Kebetulan saya bersama teman-teman warga tadi langsung bergerak serentak begitu mendengar empat kali ledakan kembang api. Karena rasanya tidak sewajarnya jam 5 kurang terdengar suara kembang api. Saya lari ke belakang, ternyata terjadi ledakan-ledakan terus-menerus secara beruntun tadi,” ujar Dukuh Blimbingsari, Robet Purnomo.

Penyelidikan awal mengarah pada dugaan bahwa sumber api berasal dari tumpukan barang dagangan berupa kembang api. Konteks struktural di balik keberadaan barang berbahaya ini diduga berkaitan dengan dinamika tata ruang ekonomi lokal, yakni relokasi pedagang di Pasar Terban. “Kalau setahu kami, pemilik rumah itu jualannya di depan Pasar Terban, dan tidak pernah membawa barang-barang tersebut pulang. Karena ada relokasi dari Pasar Terban itu, mungkin pemikirannya—saya juga tidak tahu—apakah tiba-tiba barang itu dibawa ke rumah, terus terjadi insiden seperti ini. Tapi kami menegaskan bahwasanya warga Padukuhan Blimbing Sari tidak diperbolehkan untuk berjualan kembang api tersebut,” papar Robet.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByRafitman
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Kriminal

Kekuasaan Tiga Tangan Kanan Bupati Pati dalam Pengumpulan Dana Calon Perangkat Desa

January 25, 2026
Kriminal

Ibu Fandi menangis usai putusan 5 tahun: Anak saya belum dapat keadilan

March 19, 2026
Kriminal

Pria Akui Aparat Todong Pistol ke Sopir Taksi Online, Ternyata TNI

March 10, 2026
Kriminal

Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Air Canada di Bandara LaGuardia, Masih Berusia 30 Tahun

March 26, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?