Pembangunan Dua Rumah Sakit Regional di Sulawesi Selatan Memasuki Tahap Lelang Konstruksi
Pembangunan dua rumah sakit regional baru di Sulawesi Selangan (Sulsel) resmi memasuki tahap lelang konstruksi. Proyek ini akan dibangun di Kabupaten Luwu dan Gowa, dengan total anggaran sebesar Rp350 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulsel tahun 2025–2027.
Lokasi dan Anggaran Proyek
Paket pertama proyek adalah pembangunan RS Regional di Wilayah Utara, tepatnya di Kabupaten Luwu. Pagu anggaran untuk proyek ini sebesar Rp175 miliar. Sementara itu, paket kedua adalah pembangunan RS Regional di Wilayah Selatan, yang berlokasi di Kabupaten Gowa. Anggaran yang dialokasikan juga sama besar, yaitu Rp175 miliar.
Kedua proyek ini dianggarkan dalam jangka waktu multi years, sehingga proses pengerjaan dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Lingkup Pekerjaan dan Proses Pengadaan
Dalam draft lingkup pengerjaan proyek, disebutkan bahwa penyedia jasa konstruksi harus melakukan berbagai pekerjaan mulai dari persiapan, penyusunan master plan rumah sakit, hingga pembuatan Detailed Engineering Design (DED), Rencana Anggaran Biaya (RAB), perhitungan teknis serta rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). Setelah itu, tahap pelaksanaan fisik akan dilanjutkan, diikuti penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK). Terakhir, tahapan pemeliharaan setelah serah terima pertama akan dilakukan.
Proses pengadaan barang dan jasa pemerintah ini dilakukan melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), yang merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk memfasilitasi pengadaan secara digital.
Peran Rumah Sakit Regional dalam Meningkatkan Akses Layanan Kesehatan
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel, dr Evi Mustikawati Arifin menilai kehadiran dua RS Regional ini sangat penting dalam mempercepat akses layanan kesehatan yang memadai ke daerah-daerah terpencil. Ia menjelaskan bahwa kehadiran RS ini akan mengurangi ketimpangan akses layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat di wilayah sekitar yang selama ini harus dirujuk ke kota besar atau rumah sakit pusat.
“Keberadaan RS Regional di dua titik tentu akan mengurangi ketimpangan akses layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di wilayah sekitar yang selama ini harus dirujuk ke kota besar atau rumah sakit pusat. Ini berarti waktu tempuh lebih singkat, biaya lebih efisien, dan penanganan medis yang lebih cepat, terutama untuk kasus-kasus gawat darurat,” kata dr Evi saat dihubungi pada Minggu (11/1/2026).
RS Regional ini akan berstandar tipe C, yang menyediakan pelayanan medis dasar. Disiapkan dokter spesialis empat bidang, yaitu penyakit dalam, bedah, kesehatan anak, dan kebidanan/kandungan. RS ini akan menjadi rujukan pertama bagi Puskesmas atau klinik.
Fasilitas dan Peran dalam Kesehatan Daerah
RS Regional akan dilengkapi fasilitas gawat darurat 24 jam, sumber daya manusia serta peralatan medis sesuai standar pemerintah. Selain itu, akan tersedia fasilitas penunjang seperti unit anastasi, radiologi, dan patologi klinik. Dinkes Sulsel juga berupaya agar layanan umum pada penyakit mata, kulit, dan THT hadir di RS ini.
Menurut aturan yang berlaku, RS Tipe C dilengkapi peralatan medis standar untuk instalasi gawat darurat, rawat jalan, rawat inap, dan instalasi penunjang seperti radiologi dan laboratorium.
“Secara kebijakan publik, pembangunan RS Regional juga memperkuat ketahanan daerah di sektor kesehatan. Daerah menjadi lebih siap menghadapi kondisi darurat kesehatan, bencana, maupun lonjakan kebutuhan layanan medis, tanpa terlalu bergantung pada fasilitas di luar wilayah,” tambah dr Evi.
Lokasi Strategis dan Potensi Wisata Kesehatan
RS Regional Gowa akan dibangun di kawasan Malino, yang dinilai strategis dalam mengembangkan health tourism. Health Tourism merujuk pada perjalanan yang dilakukan seseorang dengan tujuan utama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, baik itu perawatan medis, pemulihan, maupun upaya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan secara umum.
RS di Gowa ini bisa melayani pasien dari Sinjai, Jeneponto, maupun Takalar. Sementara itu, RS Regional di Kabupaten Luwu akan dibangun dekat Bandara Bua, yang dipilih karena lokasinya yang mudah diakses oleh pasien dari luar Luwu. Akses ke bandara lebih dekat, sehingga memudahkan penanganan pasien darurat.
Proses Lelang dan Jadwal Konstruksi
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyebut proyek RS ini akan segera dimulai konstruksinya apabila proses lelang selesai. “Januari, kalau bukan Februari,” tegas Andi Sudirman Sulaiman yang mengenakan kemeja putih di Jl Hertasning, Kota Makassar, Sulsel saat ditemui, pada Desember lalu.
Saat ini, tahapan lelang sedang dalam proses verifikasi persyaratan kontraktor. Jika nantinya diumumkan, masih akan ada masa sanggah. Setelah itu baru bisa menjalankan proses penandatanganan kontrak.
