Suasana Duka di Rumah Keluarga Korban Kecelakaan Maut
Suasana duka menyelimuti rumah keluarga dua korban kecelakaan maut di Jalan Pangeran Hidayat, Kelurahan Wongkaditi Barat, Kota Gorontalo. Fanni Anelsia Mustaki dan kakaknya Yessi Sukersi Mustaki (41) meninggal dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Trans Sulawesi.
Pada Sabtu (14/3/2026) pukul 19.20 Wita, jenazah kedua korban belum tiba di rumah duka. Fanni Anelsia Mustaki dan Yessi Sukersi Mustaki, warga Wongkaditi Barat, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo, meninggal dalam kecelakaan lalu lintas di Desa Sapa, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara pada pukul 06.30 Wita.
Sang kakak, Yessi Sukersi Mustaki, adalah seorang guru bahasa Inggris dan Mandarin di Gorontalo, sedangkan adiknya, Fanni Anelsia Mustaki, bekerja sebagai Pranata Humas bidang Intelijen Kejati Gorontalo. Kedua PNS ini mengalami kecelakaan saat menumpangi mobil PO Garuda dengan nomor polisi DM 1195 BA. Saat kejadian, mereka dalam perjalanan dari Gorontalo ke Manado untuk mengunjungi dan berlibur di rumah ibu mereka.
Selain kedua korban yang meninggal, ada dua orang lainnya yang mengalami luka-luka. Mereka adalah Doni Tentero (45), warga Perumahan GPI Dahlia Kota Manado, dan pengendara mobil, Ismail Zees (47), berdomisili di Kelurahan Limba U II, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo.
Sabtu malam, beberapa kerabat korban menunggu jenazah di rumah duka. Suasana rumah duka tampak tenang, meskipun beberapa kerabat terlihat sesekali menyeka air mata. Tangisan pelan terdengar dari sejumlah anggota keluarga yang datang melayat. Banyak karangan bunga ucapan duka cita dipajang di halaman rumah duka.
Paman korban mengatakan bahwa jenazah Anelsia Mustaki dan Yessi Sukersi Mustaki rencananya akan dimakamkan di pekuburan keluarga, di samping rumah. “Ya akan dikubur di samping rumah di pekuburan keluarga,” ungkapnya sembari mengatur kursi di halaman. Ia menyebutkan bahwa saat ini kedua jenazah telah diberangkatkan dari Minahasa Selatan (Minsel) menuju Gorontalo. “Mereka sudah berangkat ke Gorontalo, kita masih tunggu di sini,” jelasnya.
Menurut rencana, kedua jenazah akan dimakamkan pada Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 Wita. “Jam 09.00 atau jam 10.00 begitu akan dikubur. Nanti kepastian kita mau musyawarah dengan keluarga,” bebernya.
Cerita Tetangga Korban
Apris Doda, tetangga korban, mengungkapkan bahwa kedua korban merupakan sosok yang baik bagi semua orang. “(korban) ini adalah orang baik dengan tetangga, keluarga,” kata Apris Doda.
Dia mengungkapkan bahwa sebelum kecelakaan, Fanny sempat menelepon pamannya agar tidak memberikan mobil di rumah kepada orang lain. Korban tak biasa menelpon pamannya tersebut sehingga dia menduga itu firasat peristiwa kecelakaan hari ini. “Anehnya Fanny (korban) tidak pernah menelepon pamannya, tapi tadi malam dia sendiri hubungi pamannya. Dia bilang ‘jika ada orang jemput mobil ke bengkel, jangan kasih. Besok (hari ini) itu mobil akan dipakai ke sana-kemari’. Berarti itu sudah ada tanda-tanda,” ungkapnya.
Apris Doda mengungkapkan bahwa kedua korban menuju Manado menggunakan mobil PO Garuda. Keduanya berencana libur lebaran Idulfitri bersama ibu mereka di Manado, Sulawesi Utara. “Mereka berangkat pukul 10 malam, keluarga dapat kabar (kecelakaan) tadi pukul 6 pagi,” ungkapnya.
Dia menjelaskan bahwa korban sang kakak Yessi Sukersi Mustaki merupakan seorang guru sedangkan sang adik Fanni Anelsia Mustaki merupakan PNS di Kejadi Gorontalo. “Mereka 3 bersaudara, yang laki-laki (bungsu) kerja di Rumah Sakit Kandou Manado. (Yessi) Sulung yang guru, (anak) kedua yang di kejaksaan, dan anak ketiga laki-laki di Manado,” ungkapnya.

Kecelakaan Lalu Lintas yang Menewaskan Dua Orang
Kecelakaan lalu lintas mobil dengan plat nomor DM 1195 BA terjadi di Desa Sapa, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (14/3/2026) pagi. Kecelakaan ini menyebabkan 2 orang meninggal dunia dan 2 luka-luka setelah mobil mereka tumpangi mendabrak rumah makan di Jalan Trans Sulawesi.
Kasat Lantas Polres Minsel yakni Iptu Engelina Yusuf mengatakan korban meninggal bernama Fanni Anelsia Mustaki seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan korban kedua, Yessi Sukersi Mustaki seorang PNS di Gorontalo. “Mereka berdua yang meninggal dunia,” tutur Engelina kepadan TribunManado.Id.
Menurutnya, untuk pengemudi mobil bernama Ismail mengalami luka berat. “Satu penumpang lagi bernama Doni mengalami luka ringan,” jelasnya. Dia menambahkan para korban masih berada di Rumah Sakit RSUD Teep Minsel. “Belum dijemput keluarga masih di Rumah Sakit,” pungkasnya.
Engelina menjelaskan peristiwa nahas itu terjadi saat mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi di ruas Jalan Trans Sulawesi, dari arah Gorontalo menuju Kota Manado. Diduga pengemudi tidak mampu mengendalikan kendaraan sehingga terjadi kecelakaan. Mobil tersebut menabrak sebuah pohon yang berdiri dipinggir jalan tepatnya di Desa Sapa.
“Supir membawa mobil melaju kencang dan hilang kendali,” tutur Engelina saat dikonfirmasi via whatsapp. Menurutnya, warga yang ada di lokasi langsung berusaha mengevakuasi para korban untuk dilarikan ke rumah sakit.
Dia menambahkan anggotanya masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut, termasuk memeriksa kondisi kendaraan serta meminta keterangan dari sejumlah saksi. Ia juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati saat berkendara dan tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.
“Kami mengingatkan pengendara agar selalu mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan di jalan,” pesan kasat.
Video insiden kecelakaan tersebut beredar di media sosial pada Sabtu pagi. Dalam video tersebut memperlihatkan mobil berwarna hitam dengan plat nomor DM 1195 BA. Kondisi mobil ringsek. Mobil tersebut keluar dari badan jalan dan menabrak rumah makan.
