Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Olahraga

Denda Komdis PSSI Capai Rp 100 Juta! Persebaya Rp 25 Juta dan Arema FC Rp 75 Juta, Apa Penyebabnya?

Eka Syaputra
Last updated: March 4, 2026 9:24 pm
Eka Syaputra
Share
5 Min Read
SHARE

Denda Komdis PSSI Capai Rp 100 Juta untuk Persebaya Surabaya dan Arema FC

Denda yang dikeluarkan oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI mencapai angka fantastis, yaitu sebesar Rp 100 juta. Hal ini terjadi setelah dua klub besar, Persebaya Surabaya dan Arema FC, resmi dijatuhi sanksi dalam lanjutan Super League 2025/2026. Sanksi tersebut berasal dari beberapa pelanggaran yang terjadi pada awal Februari 2026.

Persebaya Surabaya menerima sanksi setelah pertandingan melawan Bali United pada pekan ke-20 Super League. Komdis menjatuhkan sanksi karena suporter Persebaya Surabaya sebagai tim tamu hadir dalam pertandingan. Atas pelanggaran tersebut, Persebaya Surabaya dijatuhi denda sebesar Rp 25 juta. Angka ini langsung menjadi sorotan karena kembali mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi kehadiran suporter tim tamu.

Di sisi lain, Arema FC juga menerima dua sanksi dalam pertandingan kontra Persija Jakarta pada pekan ke-20. Pelanggaran pertama serupa dengan yang dialami Persebaya Surabaya, yakni suporter tim tamu hadir langsung dalam pertandingan. Arema pun dikenai denda Rp 25 juta atas pelanggaran tersebut. Situasi ini menunjukkan aturan soal kehadiran suporter tandang masih menjadi pekerjaan rumah bagi klub-klub peserta liga.

Tak hanya itu, dalam laga yang sama, Arema FC kembali mendapat hukuman tambahan dari Komdis. Dalam putusan tertulis, terdapat 4 orang pemain dan 1 orang ofisial yang mendapatkan kartu kuning dalam pertandingan tersebut. Akumulasi pelanggaran disiplin itu berujung pada sanksi finansial tambahan. Singo Edan dijatuhi denda Rp 50 juta akibat banyaknya kartu kuning yang diterima dalam satu laga.

Dengan demikian, total denda yang harus dibayar Arema mencapai Rp 75 juta. Sementara Persebaya Surabaya sebesar Rp 25 juta. Jika digabungkan, total keseluruhan sanksi terhadap kedua klub tersebut menembus angka Rp 100 juta. Nominal ini tentu tidak kecil, apalagi kompetisi masih menyisakan banyak pertandingan penting ke depan.

Sanksi dari Komdis PSSI ini kembali memantik perhatian publik sepak bola nasional. Disiplin suporter dan pengendalian emosi pemain di lapangan menjadi dua aspek krusial yang tak bisa lagi dipandang sebelah mata.

Bagi Persebaya Surabaya, denda Rp 25 juta memang hanya berasal dari satu pelanggaran. Namun, kehadiran suporter tandang tetap menjadi isu sensitif yang harus dikelola dengan cermat oleh manajemen klub. Arema FC menghadapi situasi lebih berat karena harus menanggung dua jenis pelanggaran sekaligus. Selain faktor suporter, aspek kedisiplinan pemain juga memberi dampak finansial signifikan.

Empat kartu kuning untuk pemain dan satu bagi ofisial dalam satu pertandingan menjadi catatan serius. Intensitas laga memang tinggi, tetapi kontrol emosi tetap menjadi kunci menjaga stabilitas tim. Denda Rp 50 juta akibat akumulasi kartu kuning jelas bukan jumlah kecil. Angka tersebut bahkan dua kali lipat lebih besar dibanding sanksi karena kehadiran suporter tandang.

Total Rp 75 juta yang harus dibayar Arema membuat manajemen dituntut melakukan evaluasi menyeluruh. Tidak hanya soal teknis permainan, tetapi juga manajemen risiko dalam setiap pertandingan. Sementara itu, Persebaya Surabaya perlu memastikan kejadian serupa tidak terulang pada laga-laga berikutnya. Pengawasan distribusi tiket dan koordinasi dengan panitia pelaksana harus semakin diperketat.

Komdis PSSI melalui keputusan ini memberi pesan tegas kepada seluruh peserta liga. Regulasi bukan sekadar formalitas, melainkan aturan yang harus dipatuhi demi kelancaran kompetisi. Super League 2025/2026 masih berjalan panjang. Setiap pelanggaran, sekecil apa pun, berpotensi membawa konsekuensi finansial dan reputasi bagi klub.

Dalam konteks persaingan ketat, denda besar bisa mengganggu fokus tim. Alokasi anggaran yang seharusnya digunakan untuk pengembangan tim bisa tersedot untuk membayar sanksi. Situasi ini sekaligus menjadi alarm bagi seluruh kontestan liga. Disiplin suporter dan pemain tak hanya berdampak pada citra klub, tetapi juga kesehatan finansial secara langsung.

Bagi suporter, keputusan ini seharusnya menjadi refleksi bersama. Dukungan penuh tetap penting, namun harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap regulasi kompetisi. Bagi pemain dan ofisial, kontrol diri di tengah tekanan pertandingan menjadi keharusan. Satu kartu kuning mungkin terlihat sepele, tetapi akumulasinya bisa berbuntut panjang.

Total denda Rp 100 juta untuk dua klub besar ini menjadi catatan penting di awal Februari 2026. Komdis PSSI menunjukkan konsistensi dalam menegakkan aturan tanpa pandang bulu. Ke depan, menarik ditunggu langkah evaluasi dari masing-masing manajemen klub. Apakah akan ada pendekatan baru dalam mengelola suporter dan menjaga disiplin pemain di lapangan. Yang pasti, angka Rp 100 juta bukan sekadar nominal. Itu menjadi simbol mahalnya harga sebuah pelanggaran dalam kompetisi profesional.


Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByEka Syaputra
Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Olahraga

Jadwal Arema FC Maret-April 2026: Tantangan Berat Lawan Persib dan Derby Jatim vs Persebaya

March 4, 2026
Olahraga

Pemain Timnas Futsal Indonesia untuk Piala AFF 2026 Sudah Diumumkan

April 6, 2026
Olahraga

Drama Dua Penggemar Megawati, Mantan Kapten Red Sparks Kecewa Lihat Kekalahan GS Caltex

March 10, 2026
Olahraga

Jessica Guo Tak Gentar, Ciptakan Sejarah Pendakian Amerika-Kanada

December 22, 2025
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?